BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Ekonomi adalah aspek vital
yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia
saat ini. Hal tersebut dapat terlihat dengan berbagai macam usaha manusia di bidang ekonomi dan bagaimana
perkembangan usaha tersebut memanfaatkan
berbagai sumber yang ada baik sumber alam maupun non alam atau buatan manusia sendiri. Keadaan tersebut
tidak lepas dari hakekat ekonomi sendiri
yang berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari modal yang sekecil-kecilnya.
Kota memiliki SDM dalam jumlah yang besar.
Sayangnya angka tenaga kerja yang tinggi
masih belum dapat ditampung seluruhnya. Dalam tahun 2006 tercatat 1.117.300 orang jumlah tenaga
kerja yang ada di kota Saat ini
tercatat ada 1651 jumlah perusahaan yang ada di Kotamadya . 1328 di antaranya merupakan Perusahaan Skala
Kecil, 241 merupakan Perusahaan Skala
Menengah, dan 82 Perusahaan tercatat sebagai Perusahaan Skala Besar.
, dan diperkirakan pada tahun 2009 mencapai
1.146.876. Sebagian besar tenaga kerja tersebut
bekerja di kantor yang berupa rumah-rumah sewaan di pusat kota atau di daerah perkantoran, sedangkan sisanya
bertempat di gedung kantor milik pribadi
ataupun sewa yang rata-rata bertingkat 8-10 lantai.
Pada tahun 2008 lalu dunia dilanda krisis
energi, harga minyak melambung, dan
banyak negara, baik yang maju maupun masih berkembang, yang menghadapi kesulitan mendapatkan energi.
Hal ini harus dipandang Oleh karena
itulah sekarang dinilai dengan kesiapan kota untuk memasuki
era pasar bebas, perlunya suatu wadah atau fasiltas yang menampung serta menjadikan kota dapat bersaing dengan kota-kota yang sedang berkembang. Dengan adanya bangunan yang akan
direncanakan diharapkan mampu
mengakomodir hal-hal tersebut.
sebagai cerminan keadaan di masa
depan, di mana cadangan energi dunia (yang sebagian besar berupa minyak bumi dan
turunannya) akan semakin tipis sehingga
harganya tentu akan semakin mahal.
Dengan demikian, urgensi
pembangunan yang lebih hemat energi sekaligus
berwawasan lingkungan menjadi faktor
yang kian penting, bukan hanya
karena kontribusi positifnya kepada lingkungan, tetapi juga untuk menekan biaya operasional di masa mendatang.
Elemen-elemen hemat energi tidak boleh lagi
dipandang sebagai pemborosan biaya, namun sebaliknya, sebagai investasi yang dapat menekan biaya
energi untuk operasi dan perawatan bangunan
setelah bangunan tersebut selesai.
1.2 Maksud dan TujuanProyek Maksud dan tujuan dari proyek ini adalah: 1. Mendirikan gedung yang dapat menampung
kebutuhan ruang kantor sewa di kota .
2. Memberikan tampilan yang berbeda pada citra
bangunan yang direncanakan, yaitu dengan
menghasilkan suatu bentuk yang memiliki karakteristik hemat energi.
3. Memberikan sumbangan yang positif dengan
meningkatkan kualitas lingkungan sekitar
tapak bangunan.
1.3 Perumusan Masalah Dalam sebuah perancangan,
walaupun memiliki fungsi bangunan yang sama,
namun memiliki permasalahan yang berbeda. Karena memiki keunikan yang berbeda, di samping itu lahan ataupun
kawasan juga mempengaruhi.
Dalam kasus ini ada beberapa poin
yang menjadi masalah utama dalam perancangan,
antara lain: 1. Masalah dalam perencanaan bentuk yang mencitrakan fungsi
bangunan tersebut sebagai kantor yang
hemat energi.
2. Masalah dalam pengintegrasian
keadaan bangunan sekitar (misalnya pohon-pohon
eksisting, pedagang kaki lima, dan pangkalan becak) dalam desain.
3. Masalah dalam pengintegrasian
konsep hemat energi dalam desain.
1.4
Metode Pendekatan Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan dihadapi
dalam proses perencanaan dan perancangan
gedung kantor sewa ini, dilakukan beberapa pendekatan desain, yaitu: 1. Melakukan survei dan analisis terhadap lokasi
tapak.
2. Studi literatur mengenai kantor sewa dari
buku dan internet.
1.5 Batasan Proyek Batasan-batasan dalam
merencanakan gedung kantor sewa ini adalah: •
Hanya membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam merancang sebuah gedung kantor sewa.
•
Kajian arsitektur akan dibatasi oleh tema dalam penyelesaian kasus ini yaitu arsitektur hemat energi.
1.6 Kerangka Berpikir Pradisain Disain Data Latar
Belakang Kasus Proyek Judul Maksud dan
Tujuan Permasalahan Pengenalan Studi
Banding Judul dan Tema Sejenis Konsep Analisis
Program Ruang Tekno Feed Back Gambar 1.1
Diagram Kerangka Berpikir Kawasan Perkembangan Peraturan Batasan Literatur Tema 1.7
Sistematika Penulisan Laporan Adapun sistematika pembahasan pada laporan
ini adalah sebagai berikut : • BAB I
Pendahuluan, berisi kajian tentang latar belakang pembangunan gedung kantor sewa, maksud dan tujuan, masalah
perancangan, lingkup dan batasan, dan
metode pendekatan.
•
BAB II Tinjauan Umum, menggambarkan keadaan wilayah tempat proyek berada dalam skala kota. Juga meninjau fungsi
bangunan secara umum dan juga struktur
bangunan secara menyeluruh.
•
BAB III Tinjauan Khs, memberikan informasi tentang potensi daerah, lokasi; kriteria pemilihan site, alternatif
dan penilaian terhadap site, dan juga studi
kelayakan proyek.
•
BAB IV Elaborasi Tema, membahas tinjauan teoritis, pengertian tema, interpretasi tema, dan studi banding tema
sejenis.
•
BAB V Analisis, membahas dan menganalisis masalah yang berkaitan dengan lingkungan dan analisis mikro yang berkaitan dengan tapak dan bangunan, analisis fasilitas dan kebutuhan ruang, organisasi
ruang dan penzoningan, dan menghasilkan
program ruang.
•
BAB VI Konsep Perancangan, membahas konsep dasar fisik tapak, konsep dasar fisik ruang, konsep dasar fisik bangunan
dan teknologi struktur dan konstruksi
bangunan yang akan dipakai.
0 komentar:
Posting Komentar