Kamis, 23 Oktober 2014

Chemical Engineering: Pra Rancangan Pabrik Dari Crude palm Oil (CPO) Dengan kapasitas 1500 TonTahun



BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Kelapa sawit (elaisn guineesis jacg) merupakan komoditi non migas yang
telah ditetapkan sebagai salah satu
komoditi yang dikembangkan menjadi produk lain untuk diekspor. Produksi kelapa sawit di
Indonesia selalu mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun.
Asia Tenggara merupakan kawasan
pengembang kelapa sawit peringkat pertama dunia, baik dari segi luas areal maupun
produktivitasnya. Pada tahun 1995, Malaysia merupakan penghasil minyak sawit terbesar di
dunia (Luas areal 4,5 juta hektar dengan
produksi 7,5 juta ton CPO per tahun) dan Indonesia menduduki peringkat kedua (luas areal 2,025 juta hektar dengan
produksi 4,48 juta ton CPO per tahun).
Indonesia diperkirakan akan
menduduki peringkat pertama menggantikan Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar di
dunia pada tahun 2009, karena pada tahun 2000 saja produksi CPO Indonesia sudah
mencapai 7.465 ribu ton (Mustafa, 2004).
Minyak kelapa sawit akan menjadi
komoditas andalan Indonesia dan merupakan sumber devisa negara yang tidak akan pernah
kalah bersaing di pasar bebas karena kelapa
sawit memiliki karakter yang khas yaitu hanya dapat dikembangkan di daerah beriklim tropis sehingga tidak semua negara
dapat mengembangkannya.
Gambaran tentang peningkatan luas
areal kelapa sawit di Indonesia dari tahun ke tahun seperti Tabel 1.1 dibawah ini : Jual skripsi Tabel 1.1 Data perkembangan luas areal
perkebunan kelapa sawit dan produksinya
di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun.
Pengolahan minyak sawit baik
berupa minyak sawit mentah, maupun minyak inti sawit (PKO) juga mengalami peningkatan yang
cukup pesat. Salah satu jenis produk yang
dihasilkan dari pengolahan CPO ialah asam oleat. Kegunaan produk ini (asam oleat) adalah sebagai berikut : • Industri minuman, seperti pembuatan sskripsi,

Industri sabun dan deterjen, • Industri kosmetik, Jual skripsi •
Industri minyak goreng, dan •
Industri bahan makanan.
Kebutuhan asam oleat di Indonesia
dari tahun ke tahun terjadi peningkatan rincian
kebutuhannya seperti Tabel 1.2 berikut ini :
Untuk memenuhi kebutuhan asam
oleat dalam negeri Indonesia sampai sekarang masih mengimpor, karena di Indonesia tidak
terdapat pabrik pembuatan asam oleat.
Sumber import asam oleat terutama
dari negara Jerman, China, dan Hongkong (Darlin,
2004). Berdasarkan data kebutuhan asam oleat diatas, maka di Indonesia sangat dibutuhkan pabrik asam oleat agar dapat
memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Berdasarkan data yang ada, maka
untuk menutupi kebutuhan asam oleat di sumatera diperkirakaan kapasitas produksi pabrik
direncanakan sebesar 1500 ton/tahun.
Proses mendapatkan Asam Oleat
dari CPO, yaitu dimana trigliserida yang merupakan kandungan terbesar dari minyak sawit
mentah dipisahkan terlebih dahulu menjadi
asam lemak dan gliserol. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1.
Menggunakan kaustik soda (NaOH) 2. Menggunakan metode hidrolisa.
Jual skripsi Pemisahan dengan menggunakan kaustik soda,
membutuhkan waktu yang cukup lama dan
kwalitas asam lemak yang dihasilkan tidak baik, sedangkan pemisahan dengan menggunakan metode hidrolisa asam lemak
yang dihasilkan mempunyai kwalitas yang
baik dengan waktu yang singkat namun membutuhkan biaya yang cukup besar.

Chemical Engineering: Pra Rancangan Pabrik Dari Crude palm Oil (CPO) Dengan kapasitas 1500 TonTahun

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.