BAB I PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Salah satu dari beberapa tanaman
golongan Palm yang dapat menghasilkan AsamOleat
adalah kelapa sawit (Elaeis Guinensis JACQ) yang terkenal terdiri dari beberapa varitas, yaitu masuk dalam golongan
subfamili Cocoidese. Buah kelapa sawit
terdiri dari kulit (Evocarp), serabut (Mesocarp), cangkang (Endocarp), dan inti
(Kernel).
Asam oleat dapat dihasilkan dari
fraksinasi asamlemak yang diperoleh dari hidrolisis lemak. Dalam industri asam oleat
banyak digunakan sebagai surface active,
emulsifier,dan dalam produk-produk kosmetika.
Produksi kelapa sawit di
Indonesia selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang saat ini menempati urutan
pertama produksi dunia. Sedangkan daerah
penanaman kelapa sawit di Indonesia adalah daerah Jawa Barat (Lebak dan Tanggerang), Lampung, Riau, Sumatera
Barat,Sumatera Utara dan Aceh. Tanaman kelapa
sawit dikenal terdiri dari empat macam tipe atau varietas, yaitu tipe Macrocarya,
Dura, teneradan Pisifera.Masing –
masing tipe dibedakan berdasarkan tebal
tempurung.
Kelapa sawit dapat tumbuh dengan
baik pada daerah beriklimtropis dengan
curah hujan 2000mm/tahun dan kisaran suhu 22° - 32°C. (sumber: Ketaren, 1986) Minyak
sawit mentah (CPO) mengalami peningkatan produksi dari tahun ke tahun di Indonesia. Adapun kecenderungan
peningkatan produksi CPO dapat dilihat
seperti pada tabel 1.1 dibawah ini.
Luas areal kelapa sawit Indonesia
terus bertambah secara bertahap sehingga
perlu dilakukan usaha – usaha di versifikasi produk minyak sawit seperti Crude Palm Oil(CPO), Palm Kernel Oil(PKO), dan
turunannya.
Gambaran tentang persentase
luasTanaman Perkebunan Kelapa Sawit menurut
status pengusahaan dari tahun ke tahun seperti pada tabel 1.2 di bawah ini.
Universitas Sumatera Utara Proses mendapatkan Asam Oleat dari minyak CPO,
yaitu dimana trigliserida yang merupakan
kandungan terbesar dariminyak sawit mentah dipisahkan terlebih dahulu menjadi asamlemak
dan gliserol. Pemisahan ini dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu : 1) Menggunakan kaustik soda (NaOH); 2)
Menggunakan metode hidrolisis.
Pemisahan dengan menggunakan
kaustiksoda, membutuhkan waktu yang cukup
lama dan kwalitas asam lemak yang dihasilkan tidak baik, sedangkan pemisahan dengan menggunakan metode hidrolisis
asam lemak yang dihasilkan mempunyai
kwalitas yang baik dengan waktu yang singkat namun membutuhkan biaya yang cukup besar.
Salah satu jenis produk yang
dihasilkan dari CPO ialah asam oleat.
Kegunaan produk ini (asam oleat)
adalah sebagai berikut : a. industri minuman, seperti pembuatan sskripsi;
b.
industri sabun dan detergen; c. industri kosmetik; d.
industri minyak goring, dan e. industri bahan makanan.
Kebutuhan asam oleat di Indonesia
daritahun ke tahun terjadi peningkatan.
Rincian kebutuhannya seperti
tabel 1.3 berikut ini.
Untuk memenuhi kebutuhan asam
oleat dalamnegeri Indonesia sampai sekarang
masih mengimport, karena di Indonesia tidak terdapat pabrik pembuatan asam oleat . Negara pengimport asam oleat
adalah negara Jerman, Sanghai, dan negara
Hongkong. Berdasarkan data kebutuhan asam oleat di atas, maka di Universitas Sumatera Utara Indonesia sangat dibutuhkan pabrik asam oleat
agar dapat memenuhi kebutuhan dalam
negeri.
1.2 RUMUSAN MASALAH Kebutuhan asam oleat di Indonesia menunjukkan
peningkatan dari tahun ke tahun, dimana
asam oleat ini dapat dihasilkan dengan cara hidrolisis CPO pada tekanan tinggi. Produksi CPO dalam
negerisangat memadai jika digunakan untuk berbagai keperluan. Berdasarkan hal tersebut
di atas dan menghindari importnya asam
oleat, maka perlu didirikan suatu pabrik asam oleat dengan bahan baku CPO.
0 komentar:
Posting Komentar