BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.
Air merupakan salah satu faktor
terpenting bagi kehidupan manusia, sumberdaya alam
sekaligus juga lingkungan
hidup. Peranan manusia
sebagai pengelola sumberdaya alam itu sendiri tidak terlepas
oleh air. Manusia dan segala makhluk hidup lainnya
membutuhkan adanya ketersediaan
air untuk kelangsungan
hidup mereka.
Kebutuhan manusia
akan air semakin
meningkat dari waktu
kewaktu, seiring makin pesatnya pertambahan penduduk, dan tata
guna lahan pembangunan untuk pengembangan permukiman,
industri serta fasilitas
perkotaan juga semakin meningkat.
Pertumbuhan ekonomi dan
perkembangan pariwisata yang
pesat, menyebabkan tutupan lahan
oleh bangunan-bangunan kedap air (beton, aspal, dan sejenisnya)
sehingga mengurangi area infitrasi air hujan ke
dalam tanah dan menambah
besar aliran permukaan (surface run off). Infiltrasi merupakan proses masuknya air dari permuakan kedalam tanah.
Infiltrasi berpengaruh terhadap saat mulai
terjadinya aliran permukaan (surface run off). Pada dasarnya pembangunan haruslah berwawasan lingkungan.
Untuk mengatasi
permasalahan tersebut, bentuk
penanganan lingkungan yang dapat
dilakukan dengan mudah cukup diperlukan. Hal ini dapat dilakukan antara lain
dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang
telah ada seperti
Lubang Resapan Biopori
(LRB) untuk memperbesar laju
infiltrasi tanah. Teknologi
ini tergolong murah,
mudah, dan cukup
berguna dalam pemanfaatan
serta penyimpanan sumber
daya air dan
mampu meningkatkan daya
dukung lingkungan. Teknologi
lubang resapan biopori (LRB) dikembangkan berdasarkan prinsip
menjaga kesehatan ekosistem
tanah untuk mendukung
keanekaragaman hayati dalam tanah
oleh tersedianya cukup air, udara, dan sumber makanan (bahan organik).
Lubang resapan biopori dibuat dengan menggali lubang kecil ke dalam tanah untuk memudahkan pemasukan air, oksigen
dan sampah organik.
Menurut Brata
(2008) biopori merupakan
ruang atau pori
dalam tanah yang dibentuk
oleh makhluk hidup,
seperti mikroorganisme tanah
dan akar tanaman.
Bentuk biopori
menyerupai liang (terowongan
kecil) di dalam
tanah dan bercabangcabang dan sangat
efektif untuk menyalurkan
air dan udara
ke dalam tanah.
Liang pori terbentuk oleh
adanya pertumbuhan dan
perkembangan akar tanaman,
serta aktivitas fauna tanah
seperti cacing tanah,
rayap dan semut
di dalam tanah.
Cara kerja
Lubang Resapan Biopori
ini sebenarnya menggantikan
fungsi areal terbuka hijau sebagai daerah resapan air,
dengan memanfaatkan organisme tanah untuk membuat
alur-alur dalam tanah
guna mempercepat penyerapan
air oleh tanah. Dengan latar belakang ini, sangat
menarik untuk dilakukan penelitian atau studi
terhadap potensi peresapan air hujan dalam rangka konservasi air tanah dan menaikkan
laju infiltrasi tanah.
Besarnya pengaruh adanya
biopori terhadap limpasan permukaan akan diteliti dalam sebuah
simulasi atau pemodelan dengan menggunakan
alat rainfall simulator.
1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dapat
diambil dari latar belakang masalah adalah sebagai berikut: 1.
Bagaimana pengaruh jumlah
biopori terhadap infiltrasi
dengan variasi intensitas hujan pada tanah pasir berlanau? 2. Bagaimana pengaruh jumlah
biopori terhadap infiltrasi
dengan variasi kemiringan lahan pada tanah pasir berlanau? 3. Bagaimana
pengaruh jumlah biopori
terhadap limpasan dengan
variasi intensitas hujan pada
tanah pasir berlanau? 4. Bagaimana pengaruh
jumlah biopori terhadap
limpasan dengan variasi kemiringan lahan pada tanah pasir berlanau? Bab 1 Pendahuluan 1.3. Batasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu
luas sehingga dapat
mengaburkan masalah yang sebenarnya maka
perlu dibuat batasan masalah. Adapun
pembatasan masalah yang akan dibahas antara lain : 1. Variabel yang diamati adalah kemiringan
lahan, intensitas hujan, dan jumlah biopori.
2. Intensitas
hujan yang digunakan
adalah intensitas hujan
deras merata, intensitas hujan deras di hulu dan intensitas
huan deras di hilir.
3. Biopori yang digunakan dalam penelitian
berupa lubang berdiameter ½ inch dan
kedalaman 10 cm berisi tanah humus.
4. Vegetasi dan drainase tidak diperhitungkan.
5. Luas daerah tangkapan dan permeabilitas tanah
dianggap tetap.
6. Jenis tanah pasir berlanau.
7. Penelitian dilakukan dengan rainfall simulator.
1.4. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui 1. Pengaruh
jumlah biopori terhadap
infiltrasi dengan variasi
intensitas hujan pada tanah pasir berlanau.
2. Pengaruh jumlah biopori terhadap infiltrasi
dengan variasi kemiringan lahan pada
tanah pasir berlanau.
3. Pengaruh
jumlah biopori terhadap
limpasan dengan variasi
intensitas hujan pada tanah pasir berlanau.
4. Pengaruh jumlah biopori terhadap limpasan
dengan variasi kemiringan lahan pada
tanah pasir berlanau? 1.5. Manfaat
Penelitian 1. Manfaat teoritis · Ikut
memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu hidrologi.
Bab 1 Pendahuluan ·
Menambah pengetahuan dan wawasan
akan lubang resapan
biopori bagi mahasiswa
Teknik Sipil UNS
dan pembaca dalam rangka
konservasi air tanah terhadap hubungan hujan dan infiltrasi.
2. Manfaat praktis · Pendekatan
model hujan-infiltrasi dapat
digunakan untuk analisis perhitungan pada daerah dengan
karakteristik yang mendekati kesesuaian.
·
Pendekatan model yang dibuat dengan rainfall simulator dapat digunakan untuk menganalisis parameter hidrologi.
0 komentar:
Posting Komentar