Senin, 15 September 2014

Skripsi Teknik: Rancang Bangunmesin Bending Hidrolik (Rangka)



   BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah Dewasa  ini, 
perkembangan  ilmu  pengetahuan 
dan  teknologi  mengalami  kemajuan 
yang begitupesat. Kemajuan teknologi 
tidak terlepaskan dari dukungan  dunia
industri manufaktur  .  Banyak perusahaan industri manufaktur    yang sedang  tumbuh pesat untuk dapat bersaing antara satu
dengan lainnya , hal ini membuat  persaingan  antar 
industri  semakin  sengit. 
Setiap  industri  harus 
mempunyai  kelebihan dibandingkan
industri lainnya, tentunya dalam bidang mutu dan kualitas  produknya.
 Perusahaan kecil dan menengah  masih menggunakan alat yang sederhana, hal  ini 
membuat  mereka  semakin 
kalah  bersaing  dibandingkan 
dengan  perusahaan  besar, 
sebagai  contoh  adalah 
proses  penekukan  plat. 
Perusahaan  kecil  dan  menengah  juga 
masih  menggunakan  cara 
lama  dalam  pengerjaan 
plat,  seperti  memukul 
material  menggunakan  palu 
dan  besi  sebagai 
alas  atau  mal, 
ada  juga  dengan cara 
menjepitnya  sampai material
tertekuk untuk memenuhi tujuan yang  diinginkan.  Cara 
seperti  ini  hanya 
berlaku  untuk  pengerjaan 
plat  yang  tipis.
 Produk 
yang  dihasilkan  masih 
kurang  begitu  memuaskan 
atau  terjamin  kualitasnya. 
Proses  seperti  ini 
banyak  menghabiskan  waktu 
dan  tenaga  yang  digunakan.  Hasil 
pekerjaan  penekukan  plat 
bisa  saja  cacat , 
karena  proses  ,  tampilan
benda kerja kurang memuaskan akibat pukulan dari palu  dan hasil akhir  yang kurang presisi.
 Sistem 
hidrolik  banyak  dikombinasikan  dengan 
sistem  lain  seperti 
sistem  elektrik/elektronik,
pneumatik, dan mekanik, untuk meningkatkan efektifitas dan  produktifitasnya.  Sistem 
hidrolik  banyak  memiliki 
keuntungan  antara  lain:  sebagai  sumber 
kekuatan  untuk  banyak 
variasi  pengoperasian,  aman 
dalam  penggunaan, mudah dalam
pemasangan, sedikit perawatan .
 Bengkel yang mengerjakan penekukan plat besar
sudah menggunakan mesin  tekuk  dengan sistem pneumatik dan hidrolik untuk
mempercepat proses produksi  dan  peningkatkan 
kualitas  produk  yang 
dihasilkan,  hal  tersebut 
bisa     merebutpangsa  pasar 
industri  kecil  yang 
kalah  bersaing.  Kasus 
seperti  diatas  membuat penulis terinspirasi untuk  merancang 
dan membuat  mesin penekuk plat  dengan 
mekanis  hidrolik  agar 
dapat  mempercepat  proses 
produksi  dengan  hasil  yang  lebih 
baik  dibandingkan  dengan 
cara  manual,  meski 
rancangan  ini  belum  mampu  bersaing 
dengan  mesin  tekuk 
universal  yang  sudah 
ada,  namun  diharapkan rancangan mesin ini dapat
mempercepat proses pengerjaan penekukan  plat,  dan 
menghemat  waktu  dan 
tenaga  untuk  mengurangi 
biaya  produksi  di  bengkel
sederhana.
 Selain 
hal-hal  yang  disebutkan 
diatas,  tugas  akhir 
ini  dimaksudkan  untuk  memberikan
suatu fasilitas penunjang  di
Laboratorium Produksi Jurusan Teknik  Mesin  yang 
dapat  dimanfaatkan  oleh 
mahasiswa  dalam  proses 
penekukan  plat  atau produksi suatu barang dalam mata kuliah
teknik kerja kerja bangku dan plat.
 1.2 
Rumusan Masalah Rumusan 
masalah  dalam  proyek 
akhir  ini  adalah 
bagaimana  merancang  dan  membuat
mesin penekuk plat dengan sistem hidrolik.
 1.3 
Batasan Masalah Untuk 
membatasi  ruang  lingkup 
tugas  akhir  ini, 
maka  diberikan  batasan  sebagai berikut : 1.  Dimensi 
lebar  maksimal  plat 
yang  akan  ditekuk 
adalah  960  mm 
dengan  ketebalan plat maksimal 2
mm.
 2. 
Proses  pengerjaan  plat 
hanya  dapat  membentuk 
sudut  yang  mencapai 
90  derajat.
 3. 
Perhitungan dilakukan pada konstruksi rangka, dan kekuatan las.
 1.4 
Tujuan Proyek Akhir  Tujuan  yang 
akan  akan  dicapai 
dalam  pembuatan  proyek 
akhir  ini  adalah  dapat merancang dan membuat mesin penekuk plat
dengan sistem hidrolik.
    1.5  Manfaat Proyek Akhir Manfaat dari pembuatan
proyek akhir ini adalah sebagai berikut : 1. 
Dapat  mengembangkan  ilmu 
pengetahuan  yang  telah 
didapatkan  di  bangku  perkuliahan.
 2. 
Dapat  merancang  dan 
membuat  mesin  penekuk 
plat  dengan  lebar 
maksimal  plat yang akan ditekuk
adalah 960 mm dengan ketebalan maksimal plat 2 mm.
 3. 
Dapat mengetahui konsep dasar pembuatan alat penekuk plat.
  




e='m" 0 p c �- �( >  paling  ekonomis. 
Parasetaldehid  dibuat  dengan 
cara  mereaksikan  asetaldehid  dengan katalis asam. Katalis  yang digunakan adalah DUOLITE C 20C.(U.S. Patent 2.479.559, 1949) Asetaldehid  direaksikan 
dalam  reaktor  fixed 
bed  pada  fase 
cair.
Reaksi  pembentukan 
parasetaldehid  dari  asetaldehid 
membutuhkan  waktu  1/8 
dari  waktu  yang 
dibutuhkan  pada  proses 
batch(merujuk  ke  U.S. Patent 1.300.451, 1919). (U.S.
Patent2.479.559, 1949).
Tabel 1.4 Perbandingan Proses
Batch dan Kontinyu Batch Kontinyu Katalis Asam 
sulfat dan  asam  fosfat Duolite C-20C (sulfonated polystyrene) Kondisi
 operasi T = 50°C P = 3 atm T = 50°C P =
3 atm Waktu reaksi 25 menit 3,75menit Konversi 35% 75% Pemurnian  produk Membutuhkan  proses  pemisahan yang rumit Membutuhkan  proses  pemisahan yang mudah   1.4.2. Kegunaan Produk Paraldehid
mempunyai  kegunaan  di 
bidang  kedokteran.  Dalam  bidang
kedokteran, paraldehid banyak digunakan sebagai obat sedatif.
1.4.3. Sifatsifat Fisik dan Kimia
1. Bahan baku a. Asetaldehid Sifat fisik Asetaldehid: - Bentuk :Cairan tak
berwarna - Rumus molekul :C2H4O - Berat molekul :44,052gr/grmol - Titik leleh
:-123, o C - Titik didih :20, o C - Specifc gravity :0,8 (Othmer, 1999) Sifat
kimia Asetaldehid: - Asetaldehid akan 
bereaksi  menjadi paraldehid  pada 
suhu  50  o C  dan
 tekanan 3atm dalam suasana asam.
2. Bahan pembantu a. Duolite
C-20C(katalis) Sifat fisik - Bentuk :Amber beads - Temperatur operasi maksimal:
o C - Densitas :800 g/L   - Porositas :0,
(www.aquafilsep.com) 2. Produk Paraldehid Sifat fisik Paraldehid: - Bentuk :
Cair - Rumus molekul :C6H12O - Berat molekul, :132gr/grmol - Titik didih :124, o
C - Titikleleh :12, o C - Densitas pada suhu  o C : 0,99gr/ml Sifat kimia Paraldehid: -
Larut dalam air - Mudah bereaksi dengan plastik dan karet 1.4.4. Tinjauan
Proses Secara Umum Pembuatan 
paraldehid  dari  asetaldehid 
merupakan  proses  polimerisasi dengan  mengunakan katalis asam. Pada proses  ini 
katalis  yang  digunakan 
adalahDUOLITE  C  20C. 
Asetaldehid  dialirkan  menuju 
reaktor fixed  bed yang
berisi  DUOLITE  C  20C
beroperasi  pada suhu  o Cdan  tekanan
3 atm.  Reaksi  dalam 
reaktor  ini  berlangsung 
secara eksotermis  dalam fase
cair. (U.S. Patent 2.479.559, 1949)   Reaksi
yang terjadi dalam reaktor adalah sebagai berikut : 3 12 6 4 2 3 O H C O H C katalis
Asetaldehid Paraldehid Produk  dialirkan
menujumenara  distilasi  untuk 
dipisahkan  dan  dimurnikan. 
Hasil  bawah  menara 
distilasi  dialirkan  menuju reboiler untuk  menguapkan 
sebagian  hasilnya,  sebagian 
lagi  didinginkan  dan 
ditampung  sebagai produk.

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.