Senin, 15 September 2014

Skripsi Teknik:Penataan Benteng Vastenburg Surakarta Sebagai Taman Kota



   BAB I PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah Kita mempunyai begitu
banyak bangunan bersejarah. Berbagai ragam dan  corak 
bangunan  bersejarah  dapat kita temui  dihampir seluruh  kota 
di Indonesia,  mulai  dari 
rumah  tinggal,  fasilitas 
pemerintahan,  fasilitas  militer 
dan  fasilitas  umum yang lain, yang merupakan peninggalan
kolonial dan berumur lebih dari 50  tahun.
Namun sayangnya hanya sedikit bangunan bersejarah tersebut yang masih  bertahan 
sampai  sekarang,  itupun 
hanya  menjadi  bangunan 
kosong  yang  tak  berpenghuni
dan yang lain telah dirobohkan, diganti dengan bangunan baru yang  telah mengalami konservasi dan mempunyai
fungsi baru.
 Faktanya 
di  Indonesia,  konservasi 
bangunan  bersejarah  (di 
dalamnya  mencakup  renovasi, 
preservasi,  restorasi,  rehabilitasi, 
rekonstruksi  dan  revitalisasi) 
belum dilihat  sebagai  sebuah 
usaha  kolektif  dalam 
perencanaan dan  perancangan  kota. Hanya segelintir orang  yang 
sadar akan  pentingnya nilai-nilai
 sejarah 
yang  terkandung  dalam 
bangunan  bersejarah  tersebut 
terhadap  perkembangan  kota 
ke depan.  Sebagian  orang 
masih  menilai  bahwa 
bangunan  bersejarah telah menjadi
bagian dari cerita kelam masa kolonial yang tidak ingin  diingat 
kembali.  Mereka  sepertinya lupa  bahwa 
bagaimanapun pahitnya  sejarah,  keberadaannya bisa menjadi pembelajaran untuk
menuju ke arah yang lebih baik,  atau  setidaknya 
menjadi  pengingat  tentang 
dari  mana  kita 
berasal  dan peristiwa  apa yang telah terjadi sebelum kita ada.
 Permasalahan kota ke depan adalah semakin
sedikitnya lahan kosong yang  tersedia.
Sedangkan hasrat untuk membangun akan sangat sulit dibendung, seiring  semakin berkembangnya sebuah kota. Ledakan
penduduk dan aktivitas baru akan  terus  bermunculan. 
Membangun  kemudian  tidak 
harus  dengan  menggusur,  merobohkan, 
menghilangkan  arsitektur  yang 
telah  ada  (termasuk 
di dalamnya  bangunan  tua 
bersejarah)  tetapi  dengan 
menggunakannya  kembali  untuk  mewadahi  aktivitas-aktivitas  baru 
masyarakat  urban  yang 
terus  bermunculan.
    Benteng  Vastenburg 
menyimpan  sejarah  yang 
panjang  tentang  perjalanan 
kota  Surakarta. Jejak sejarah
benteng Vastenburg adalah jejak  sejarah
Kota Surakarta  juga.  Menghilangkannya  berarti 
menghapus  jejak  sejarah 
Kota  Surakarta.
 Keberadaan 
Benteng  Vastenburg  merupakan 
simbol  perlawanan  yang 
gigih  terhadap penguasaan
kolonial Belanda pada waktu itu.
 Salah  satu  upaya 
untuk  melestarikan  bangunan 
tua  bersejarah  adalah  dengan 
merencanakan  kawasan  tersebut 
menjadi Taman  Kota. RTH perkotaan
 adalah 
bagian  dari  ruang-ruang 
terbuka  (open  spaces) 
suatu  wilayah  perkotaan  yang 
diisi  oleh  tumbuhan, 
tanaman  dan  vegetasi 
(endemik  maupun  introduksi)  guna 
mendukung  manfaat  ekologis, 
sosial-budaya  dan  arsitektural 
yang  dapat  memberikan 
manfaat  ekonomi  (kesejahteraan)  bagi 
masyarakatnya  (Lokakarya  RTH, 
30  November  2005). Untuk 
mewujudkan  ruang  kota 
yang  nyaman,  produktif dan berkelanjutan, maka sudah
saatnya kita memberikan perhatian pada  keberadaan
RTH di  perkotaan. Untuk  kasus 
Benteng  Vastenburg  sendiri 
upaya  penataan  yang 
dilakukan  adalah  dengan 
memfungsikannya  kembali  sebagai  sebuah taman kota.
 1.2. 
Rumusan Masalah Berdasarkan   
latar    belakang  masalah 
di  atas  maka 
dapat  dirumuskan permasalahan
sebagai berikut : 1.  Bagaimana  penyusunan 
perencanaan site  plan  taman 
pada  Benteng  Vastenburg agar nyaman dan menarik untuk
dikunjungi masyarakat? 2.  Bagaimana  menganalisis Rencana  Anggaran 
Biaya  (RAB) pembuatan  kantor pengelola pada taman tersebut? 3.  Bagaimana 
menganalisis Rencana  Anggaran  Biaya 
(RAB) taman  pada  Benteng Vastenburg? 1.3.  Batasan Masalah Agar   pembahasan 
dalam  perencanaan  ini 
tidak  terlalu  melebar 
maka permasalahan yang dibahas dibatasi pada hal hal sebagai berikut: 1.
Studi kasus dilakukan di Benteng Vastenburg Surakarta 2. Perencanaan tidak
menganalisis infrastruktur dan struktur.
    3.
Perencanaan ini merupakan gagasan untuk Kota Surakarta.
 4. Harga satuan biaya berdasarkan harga
setempat yaitu Harga Satuan Pokok Kegiatan Kota Surakarta tahun 2013.
 1.4. 
Tujuan Perencanaan Berdasarkan perumusan 
masalah  di  atas, 
perencanaan  ini  mempunyai 
tujuan  sebagai berikut : 1.  Penataan 
Kawasan  Benteng  Vastenburg 
menjadi  taman  kota 
dan pusat rekreasi keluarga di kawasan perkotaan  yang 
menarik dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat; 2.  Menganalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB)
untuk revitalisasi Benteng Vastenburg Surakarta menjadi Taman Kota; 3.  Menganalisis Rencana Anggaran Biaya  (RAB) untuk pembuatan  Kantor  Pengelola beserta fasilitas pendukung yang ada
di dalamnya.
 1.5.  
Manfaat Perencanaan Penulisan 
Laporan  Tugas  Akhir 
ini  diharapkan  dapat 
memberikan  manfaat sebagai
berikut : 1.  Sebagai panduan praktis
dalam mewujudkan ruang kota yang nyaman dan berkelanjutan yang selaras; 2.  Mengetahui 
konsep  perencanaan RTH yang  nyaman 
dan  menarik  untuk  dikunjungi;
3.  Mengetahui  besarnya 
anggaran  biaya  yang 
dikeluarkan  untuk membuat taman
di Benteng Vastenburg Surakarta; 4. 
Masukan  pada Pemerintah Kota
Surakarta / Pihak Swasta tentang konsep  merencanakan  ruang terbuka hijau pada Benteng Vastenburg
Surakarta.
  

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.