BAB PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Salah satu
permasalahan kota adalah timbulnya genangan akibat beberapa faktor antara lain: letak geografis, kontur, dan
sosial budaya. Sebuah kota dengan padat penduduk dapat
menimbulkan permasalahan genangan
banjir. Kota Surakarta dengan
karakteristik yang dimilikinya
juga memiliki permasalahan
mengenai genangan banjir.
Banjir yang melanda
wilayah Surakarta pada tanggal 26 Desember
2007 terjadi akibat tingginya
curah hujan, selain itu juga diakibatkan adanya kondisi saluran drainase
yang tidak berfungsi
secara optimal. (Lihat pada
lampiran Peta Banjir Kota Surakarta halaman 1).
Tidak berfungsinya saluran
drainase secara teknis dipengaruhi oleh perkembangan iklim
dan cuaca. Perubahan
iklim dan cuaca
mempengaruhi hujan yang
terjadi diwilayah kota Surakarta.
Hujan yang
terjadi di wilayah
Kota Surakarta mengakibatkan
hampir semua saluran
drainase terlampaui kapasitasnya. Berdasarkan peta DAS Kota Surakata, Kota Surakarta dibagi menjadi delapan DAS
yaitu DAS Gajah Putih, DAS Pepe Hulu, DAS Kalianyar, DAS Pepe Hilir, DAS Kali
Boro, DAS Kali Jenes, DAS Kali Wingko,
dan DAS Premulung.
Kedelapan DAS tersebut
mengalir menuju Sungai Bengawan Solo. Pada DAS Premulung
sendiri meliputi wilayah sebagian Kecamatan Serengan,
sebagian Kecamatan Banjarsari,
dan sebagian Kecamatan Laweyan,
serta memiliki beberapa
saluran primer, salah
satunya adalah Saluran Primer Honggowongso. Saluran Primer
Honggowongso terletak disepanjang jalan Honggowongso Surakarta
dan mengalirkan air
limpasan hujan menuju
Sungai Premulung yang selanjutnya mengalir
ke Bengawan Solo.
(Lihat pada lampiran Peta DAS Kota Surakarta halaman 2). Beberapa
upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Surakarta yaitu dengan upaya
normalisasi saluran dan
penambahan kapasitas saluran
namun upaya tersebut belum mampu memberikan hasil yang
maksimal. Untuk itu perlu dikaji kembali kapasitas
Saluran Primer Honggowongso
secara keseluruhan sehingga dapat diketahui seberapa besar debit rencana
yang dapat ditampung oleh Saluran Primer Honggowongso
dan dapat mengetahui
kelayakan dari saluran
Primer tersebut.
1.2. Rumusan Masalah Masalah yang
dapat dirumuskan dari latar belakang masalah diatas adalah: Apakah kapasitas
saluran Honggowongso kondisi
saat ini masih
dapat menampung debit hujan
sampai kala ulang 100 tahun ? 1.3. Batasan Masalah Dalam penelitian ini agar
masalah tidak melebar dan menjauh maka antar batasan wilayah yaitu sebagai berikut: 1. Studi kasus
dilakukan di Kanal
Honggowongso, Kecamatan Serengan, Surakarta.
2. Data curah
hujan harian maksimum
didapat dari Balai
Besar Sungai Bengawan Solo dan DPU Surakarta, dianggap
cukup mewakili untuk daerah tersebut
yaitu Sta.Baki, Sta.Pabelan, dan Banjarsari.
3. Kala Ulang dipakai adalah
5,10,25,50 dan 100 tahun.
4. DAS yang dipakai berdasarkan
Peta RBI Surakarta.
1.4. Tujuan Penelitian Tujuan
dari penelitian ini adalah: Mengetahui
besarnya debit saluran Honggowongso dan
kelayakan saluran tersebut dalam
menampung debit hujan sampai kala ulang 100 tahun.
1.5. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan muncul dari penelitian
ini adalah: 1. Manfaat teoritis Mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang teknik
sipil sesuai dengan teori yang didapat
dibangku perkuliahan dan
dapat menambah pengetahuan
serta wawasan tentang
karakteristik sungai terutama pada saluran-saluran kota yang mengalir menuju sungai Premulung 2. Manfaat
praktis Memberikan tambahan informasi
pada warga yang
tinggal di daerah
aliran Kali Premulung dalam sistem jaringan drainase perkotaan untuk
perencanaan lebih lanjut oleh Pemda Kota
Surakarta terutama DPU.
0 komentar:
Posting Komentar