Rabu, 24 September 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Tunjangan Finansial Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bank Sumut



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia
(SDM) merupakan elemen utama dalam organisasi atau perusahaan dibandingkan elemen - elemen
lainnya. Karena manusia itu sendiri yang
mengendalikan sumber daya yang lainnya. Manusialah yang mencari modal, yang memilih dan menggunakan teknologi,
serta manusia juga dapat menjadi suatu
keunggulan bersaing. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi sangat penting.
Suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil jika
perusahaan tersebut telah mencapai apa
yang telah di targetkannya selama ini. Salah satu pencapaian keberhasilan perusahaan adalah dengan
meningkatkan kinerja karyawan yang ada pada
perusahaan tersebut.
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai
oleh seseorang atau kelompok orang dalam
suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing – masing dalam upaya pencapaian tujuan
perusahaan secara legal, tidak melanggar
hukum dan tidak bertentangan dengan etika atau moral (Rivai dan Basri, 2005).
Kinerja merupakan suatu hal yang sangat
penting dalam usaha organisasi untuk
mencapai tujuannya, sehingga berbagai kegiatan harus dilakukan organisasi untuk meningkatkannya. Salah satu diantaranya
adalah melalui penilaian kinerja.
Penilaian kinerja merupakan suatu proses
organisasi dalam menilai kinerja pegawainya.
Tujuan dilakukannya penilaian kinerja secara umum adalah untuk memberikan feedback kepada pegawai dalam upaya memperbaiki
tampilan kerjanya dan upaya meningkatkan
produktivitas organisasi dan secara khusus dilakukan dalam kaitannya dengan berbagai kebijaksanaan
terhadap pegawai seperti untuk tujuan
promosi, kenaikan gaji, pendidikan dan latihan, dan lain – lain ( Marihot Tua Efendi Hariandja, 2002) .
Setiap perusahaan mengharapkan semua
karyawannya memberi kinerja yang tinggi
guna mencapai keuntungan perusahaan. Untuk
mendapatkan apa yang di harapkan
perusahaan, dibutuhkan strategi yang bisa memotivasi karyawan agar memberikan hasil yang optimal. Salah
satunya adalah memberikan kompensasi
yang adil dan layak.
Menurut Mathis dan Jackson (2001) faktor –
faktor yang mempengaruhi kinerja
individual tenaga kerja, yaitu; Kemampuan mereka, Motivasi, dukungan yang diterima, keberadaan pekerjaan yang
mereka lakukan, dan hubungan mereka dengan
organisasi. Pemberian kompensasi yang adil dan layak merupakan motivasi bagi karyawan dalam meningkatkan
kinerjanya dan memberikan kontribusi
yang baik bagi perusahaan.
Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima
oleh karyawan sebagai balas jasa atau
upaya – upaya yang telah diberikan kepada perusahaan ( Arep dan Tanjung, 2003). Sedangkan menurut Sofyandi,
kompensasi adalah suatu bentuk biaya
yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dengan harapan bahwa perusahaan akan
memperoleh imbalan dalam
bentuk prestasi kerja
dari karyawannya ( Sofyandi, 2008). Salah satu bentuk
kompensasi adalah dalam bentuk tunjangan.
Tunjangan
adalah pemberian bagian keuntungan atau manfaat lainnya bagi para pekerja diluar gaji atau upah tetap dapat
berupa uang atau barang ( Arep dan Tanjung,
2003). Tunjangan merupakan kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada seorang karyawan atau kelompok karyawan
sebagai bagian dari ke anggotaan
organisasional (Mathis dan Jackson, 2006).
Menurut Hariandja (2002), pemberian tunjangan
bertujuan untuk; (1) meningkatkan
produktivitas, (2) meningkatkan komitmen, (3) mengurangi perputaran kerja, dan (4) mengurangi gangguan
unjuk rasa sebagai faktor yang sangat
penting dalam usaha meningkatkan efektivitas organisai.
Sebagian besar perusahaan mengeluarkan banyak
uang untuk program tunjangan pekerja.
Pemberian tunjangan tentunya tidak diberikan dengan percuma. Dengan adanya pemberian tunjangan
diharapkan karyawan termotivasi untuk
memberikan kinerja yang tinggi sehingga tujuan – tujuan perusahaan dapat tercapai.
Pemberian tunjangan kerja yang cukup dan
dikelola dengan baik oleh perusahaan
tentu sangat berpengaruh terhadap kesetiaan dan kinerja karyawannya.
Meskipun tunjangan hanya merupakan gaji
pelengkap, namun perannya cukup membantu
perusahaan dalam memotivasi karyawan untuk lebih semangat bekerja.
Semakin besar jumlah tunjangan yang diberikan
akan mendorong kemauan karyawan untuk
memberikan kontribusi yang lebih tinggi ( Hariandja, 2002).
Tunjangan yang diterima oleh karyawan haruslah
dikelola secara adil dan layak, artinya
tunjangan tersebut harus disesuaikan dengan
apa yang telah diberikan oleh
karyawan kepada perusahaan. Tunjangan yang diberikan secara adil dan layak akan berpengaruh dalam
memotivasi karyawan untuk bekerja lebih optimal.
Menurut Sukoco (2006), meningkatnya tunjangan
ataupun penghargaan yang diberikan
kepada pegawai akan berpengaruh terhadap produktivitas mereka.
Karena biasanya penghargaan yang akan
diberikan dihubungkan dengan tingkat kinerja
yang dapat mereka hasilkan.
Untuk memotiasi karyawannya agar memberikan
kinerja yang baik Bank menerapkan sistem
tunjangan kepada karyawan. Salah satunya adalah tunjangan atau tambahan gaji diluar gaji pokok yang
diberikan dalam bentuk insentif.
Insentif akan diberikan kepada karyawan
apabila mampu mencapai target yang telah
ditentukan oleh perusahaan.
Insentif merupakan tambahan balas jasa yang
diberikan kepada karyawan tertentu yang
prestasinya di atas prestasi standar. Pemberian insentif berfungsi untuk memberi dorongan kepada karyawan dengan
tujuan utama adalah untuk mempertahankan
stabilitas karyawan, menurunkan turn over, dan meningkatkan loyalitas atau komitment karyawan terhadap
perusahaan ( Hasibuan, 2005 ).
Bank Sumut merupakan badan usaha yang bergerak
di bidang perbankan.
Seperti perusahaan perbankan pada umumnya Bank
Sumut juga menawarkan beberapa produk
yang merupakan output yang dihasilkan perusahaan diantaranya adalah; Giro, Tabungan, dan Deposito.
Pertumbuhan perusahaan perbankan sangat tergantung
pada besarnya dana pihak ketiga yang dihimpun dan disalurkan kembali kepada masyarakat. Jumlah dana yang berhasil dihimpun akan mempengaruhi besarnya jumlah pendapatan bunga
perusahaan. Pendapatan yang semakin
meningkat menunjukkan bahwa produktiitas perusahaan juga mengalami peningkatan. Dimana hal ini berarti bahwa
kinerja perusahaan dalam keadaan baik.
Dalam menjalankan usahanya Bank Sumut
menetapkan target – target yang harus
dicapai oleh perusahaan setiap tahunnya. Pencapaian target tersebut merupakan salah satu penentu berhasil atau
tidaknya suatu perusahaan. Jika realisasi
lebih besar dari jumlah yang ditargetkan dapat dikatakan perusahaan berkinerja baik. Sebaliknya jika realisasi
lebih kecil dari jumlah yang ditargetkan artinya kinerja perusahaan kurang baik.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Tunjangan Finansial Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bank Sumut

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.