Rabu, 24 September 2014

Skripsi Keperawatan:Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terhadap Kemampuan Pasien Perilaku Kekerasan dalam Mengendalikan Perilaku Kekerasan



BAB PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Perilaku kekerasan
adalah tingkah laku individu yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang
tidak menginginkan datangnya tingkah
laku tersebut (Purba dkk, 2008). Menurut Stuart dan Laraia (1998), perilaku kekerasan dapat dimanifestasikan secara
fisik (mencederai diri sendiri, peningkatan
mobilitas tubuh), psikologis (emosional, marah, mudah tersinggung, dan menentang), spiritual (merasa dirinya
sangat berkuasa, tidak bermoral).
Perilaku kekerasan merupakan
suatu tanda dan gejala dari gangguan skizofrenia akut yang tidak lebih dari satu persen
(Purbadkk, 2008).
Perilaku kekerasan merupakan
salah satu jenis gangguan jiwa. WHO (2001)
menyatakan, paling tidak ada satu dari empat orang di dunia mengalami masalah mental. WHO memperkirakan ada sekitar
450 juta orang di dunia mengalami gangguan kesehatan jiwa. Pada
masyarakat umum terdapat 0,2 – 0,8 %
penderita skizofrenia dan dari 120 juta penduduk di Negara Indonesia terdapat kira-kira 2.400.000 orang anak yang mengalami
gangguan jiwa (Maramis, dalam Carolina,
2008). Data WHO tahun 2006 mengungkapkan bahwa 26 juta penduduk Indonesia atau kira-kira 12-16 persen
mengalami gangguan jiwa.
Berdasarkan data Departemen
Kesehatan, jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia mencapai 2,5 juta orang (WHO, 2006).
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti
melalui survey awal penelitian di Rumah
Sakit Jiwa Provinsi Sumatera Utara bahwa jumlah pasien gangguan jiwa pada tahun 2008 tercatat sebanyak 1.814
pasien rawat inap yang keluar masuk
rumah sakit dan 23.532 pasien rawat jalan. Pada tahun 2009 tercatat sebanyak 1.929 pasien rawat inap yang keluar
masuk rumah sakit dan 12.377 pasien
rawat jalan di rumah sakit tersebut. Sedangkan untuk pasien rawat inap yang menderita skizofrenia paranoid sebanyak
1.581 yang keluar masuk rumah sakit dan
9.532 pasien rawat jalan. Pasien gangguan jiwa skizofrenia paranoid dan gangguan psikotik dengan gejala curiga
berlebihan, galak, dan bersikap bermhan.
Gejala ini merupakan tanda dari pasien yang mengalami perilaku kekerasan (Medikal Record, 2009).
Peran perawat dalam membantu
pasien perilaku kekerasan adalah dengan memberikan
asuhan keperawatan perilaku kekerasan. Pemberian asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang
melibatkan hubungan kerjasama antara
perawat dengan pasien, keluarga dan atau masyarakat untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal (Keliat dkk,
1999).
Berdasarkan standar yang
tersedia, asuhan keperawatan pada pasien perilaku kekerasan dilakukan dalam lima kali
pertemuan. Pada setiap pertemuan pasienmemasukkan
kegiatan yang telah dilatih untuk mengatasi masalah kedalam jadwal kegiatan. Diharapkan pasien akan
berlatih sesuai jadwal kegiatan yang telah
dibuat dan akan dievaluasi oleh perawat pada pertemuan berikutnya.
Berdasarkan evaluasi yang
dilakukan akan dinilai tingkat kemampuan pasien dalam mengatasi masalahnya yaitu mandiri,
bantuan, atau tergantung. Tingkat kemampuan
mandiri, jika pasien melaksanakan kegiatan tanpa dibimbing dan tanpa disuruh; bantuan, jika pasien sudah
melakukan kegiatan tetapi belum sempurna
dan dengan bantuan pasien dapat
melaksanakan dengan baik; tergantung,
jika pasien sama sekali belum melaksanakan dan tergantung pada bimbingan perawat (Keliat, 2001).
Sejauh ini peneliti belum
menemukan literatur mengenai adanya penelitian di Rumah
Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan yang terkait dengan pengaruh penerapan strategi pelaksanaan komunikasi
terhadap kemampuan pasien perilaku kekerasan
dalam mengendalikan perilaku kekerasan. Namun dari hasil penelitian yang dilakukan oleh carolina terhadap pasien
halusinasi menunjukkan bahwa dengan
penerapan asuhan keperawatan halusinasi yang sesuai standar dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien
mengontrol halusinasi (Carolina, 2008). Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan
penelitian terhadap hal tersebut.
2. Tujuan Penelitian 2.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui
pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi
terhadap kemampuan pasien
perilaku kekerasan dalam mengendalikan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provsu Medan.
2.2 Tujuan Khs 1. Mengetahui karakteristik pasien perilaku
kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah
Provsu Medan.
2.
Mengetahui kemampuan psikomotor
pasien mengendalikan perilaku kekerasan pada kelompok intervensi pre dan
post test di Rumah Sakit Jiwa Daerah
Provsu Medan.
3. Mengetahui kemampuan psikomotor
pasien mengendalikan perilaku kekerasan
pada kelompok kontrol pre dan post test di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan.
4. Mengetahui perbedaan kemampuan psikomotor
mengendalikan perilaku kekerasan pada pasien perilaku kekerasan kelompok intervensi
dan kelompok kontrol di Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provsu Medan.
3. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan latar
belakang di atas, penulis ingin
mengetahui "bagaimanakah pengaruh
strategi pelaksanaan komunikasi terhadap kemampuan pasien perilaku kekerasan dalam mengendalikan
perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provsu Medan.
4. Manfaat penelitian 4.1 Praktek keperawatan Hasil
penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi bagi perawat dalam menerapkan strategi pelaksanaan
komunikasi terapeutik pada pasien
perilaku kekerasan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
4.2 Pendidikan keperawatan Hasil penelitian
ini diharapkan dapat digunakan sebagai pengetahuan tentang penerapan standar asuhan keperawatan
jiwa khsnya pada pasien dengan perilaku
kekerasan.
4.3 Riset keperawatan Hasil penelitian ini dapat
digunakan sebagai data tambahan dan sebagai bahan referensi bagi penelitian berikutnya
yang terkait dengan perilaku kekerasan.

Skripsi Keperawatan:Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terhadap Kemampuan Pasien Perilaku Kekerasan dalam Mengendalikan Perilaku Kekerasan

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.