Rabu, 24 September 2014

Skripsi Keperawatan:Pengaruh Konsep Diri Dan Strategi Belajar Mahasiswa Terhadap Kejadian Underachiever



BAB PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Remaja
merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan dewasa yaitu antara usia 12 sampai 21 tahun.
Mengingat pengertian remaja menunjukkan ke
masa peralihan sampai tercapainya masa dewasa, maka sulit menentukan batas umurnya. Pada umumnya remaja masih belajar di
Sekolah Menengah atau Perguruan Tinggi
(Shaffer, 2002).
Remaja yang menuntut ilmu di
perguruan tinggi disebut juga dengan mahasiswa.
Menurut Shaffer, (2002) mahasiswa adalah kalangan muda yang berumur antara 19-28 tahun yang memang dalam
usia tersebut mengalami suatu peralihan
dari tahap remaja ke tahap dewasa. Shaffer juga menyatakan bahwa sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa
kedinamisan dan sikap keilmuannya yang
dalam melihat sesuatu berdasarkan kenyataan objektif, sistematis dan rasional. Dunia mahasiswa berbeda dengan SMU,
terutama pada cara belajarnya yang lebih
menuntut keaktifan dan kemandirian.
Dalam setiap jurusan pada suatu
perguruan tinggi sering sekali mahasiswa yang diterima akan mengakhiri masa perkuliahan
pada waktu yang tidak bersamaan dengan
mahasiswa yang sama pada saat diterima di jurusan tersebut.
Banyak hal yang dapat menyebabkan
hal tersebut terjadi antar lain sebelum mengakhiri
masa perkuliahannya ada mahasiswa yang sudah meninggalkan bangku kuliahnya atau mengundurkan diri dan
ada yang mengalami DO (drop out).
Berdasarkan hasil penelitian McCormick & Carrol (2003) terhadap mahasiswa Universitas Saint Louis, menunjukkan
bahwa rata-rata 30% dari jumlah
mahasiswa tingkat pertama gagal untuk lulus ke tingkat berikutnya, selain itu 50% dari jumlah mahasiswa gagal
menyelesaikan masa studinya di perguruan tinggi dalam jangka waktu 5 tahun. Salah satu
penyebabnya adalah rendahnya motivasi
berprestasi pada mahasiswa tersebut.
Banyak dijumpai seseorang yang
memiliki inteligensi tinggi tetapi prestasi yang dicapainya rendah. Hal tersebut terjadi
dikarenakan berbagai gangguan seperti
motivasi yang rendah, sehingga dapat menghambat keberhasilan dalam merealisasikan prestasi yang diharapkan. Maka
muncullah istilah underachiever, yang
secara sederhana dipahami sebagai anak yang memiliki prestasi rendah dibandingkan tingkat kecerdasan yang
dimilikinya. Marland, dalam Munandar, (1999)
menyatakan bahwa angka tepat mungkin sulit dikumpulkan mengenai jumlah
underachiever, namun diperkirakan terdapat 15-25% anak berbakat berprestasi kurang di Amerika Serikat.
Sementara hasil studi studi Yaumil Achir, 1990; dalam Munandar, (1999) di dua SMA di
Jakarta menunjukkan bahwa sebanyak 39%
dari siswa berbakat yang diidentifikasi berdasarkan tes inteligensi dan tes kreativitas termasuk underachiever.
Masalah tercapainya prestasi jauh dari harapan itu dikenal
sebagai underachievement. Tidak ada
konsensus mengenai konsep keseluruhan dari underachievement. Walaupun demikian, beberapa ahli tetap
memiliki definisi mengenai
underachievement untuk dikemukakan.
Menurut Delisle, (1992) underachievement
dapat didefinisikan dalam arti ketidakcocokan IQ (inteligensia quotient) atau dengan kata lain adanya
ketidakcocokan antara komponen kemampuan
dan prestasi Banyak peneliti yang tertarik pada topik underachievement untuk menjelaskan
mengenai penyebabnya. Morando (2006) menyatakan bahwa faktor utama underachievement berasal dari tingkat
motivasi siswa. Pernyataan yang sama
juga diperoleh dari Siegle & McCoach (2005) yang menyatakan bahwa dari banyak faktor yang berperan dalam prestasi
seseorang, motivasi merupakan satu aspek
penting. Maka, motivasi juga memainkan peran penting pada seseorang yang kurang berprestasi.
Permasalahan
underachievement membawa seseorang pada
nilai yang rendah, tidak terkecuali pada
anak yang memiliki tingkat intelegensia yang cukup tinggi. Hal ini tentu patut disayangkan
mengingat banyaknya kegunaan besar yang seharusnya
dapat diwujudkan seorang anak tersebut. Permasalahan ini biasanya sudah dimulai sejak seorang siswa berada
ditingkat akhir sekolah dasar, akan tetapi
baru pada saat siswa menginjak sekolah menengah pertama gejalanya semakin terlihat dan cenderung menetap.
Bahkan underachievement sendiri dianggap memiliki efek snowballing yang
berarti gejalanya akan bertambah besar dari
hari ke hari jika tidak dilakukan intervensi tertentu untuk menguranginya (Azwar, 2008).
Demi mendapatkan pengetahuan
mengenai anak berbakat berprestasi kurang
dan agar mereka dapat kembali memperlihatkan prestasi sesuai dengan potensi yang dimiliki, maka perlu diketahui
mengenai permasalahan yang menyebabkan
underachievement. Menurut penelitian McClelland, Yewchuk dan Mulcahy (dalam oxfordbrooks.ac.uk, 2006) yang
menyatakan bahwa ada dua set utama yang
mempengaruhi performa underachiever, yaitu: a) faktor emosi dan motivasi, dan b) faktor yang berhubungan
dengan strategi belajar. McClelland dan rekannya percaya bahwa ketika faktor-faktor
pada kedua set tersebut berkombinasi dan
saling berinteraksi, bisa menjadi konsekuensi yang paling kuat untuk mencegah siswa menjadi underachiever.
2. Perumusan Masalah Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukan di atas maka yang menjadi rumusan masalah adalah : apakah konsep
diri dan strategi belajar mahasiswa
berpengaruh terhadap kejadian underachiever di Fakultas Keperawatan USU Medan.
3. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui konsep diri mahasiswa di Fakultas
Keperawatan USU Medan.
2. Mengetahui strategi belajar mahasiswa di
Fakultas Keperawatan USU Medan.
3. Mengidentifikasi mahasiswa underachiever dan
non underachiever berdasarkan IQ
dan IPK di Fakultas Keperawatan USU Medan.
4. Mengetahui pengaruh konsep diri dan strategi
belajar mahasiswa terhadap kejadian
underachiever di Fakultas Keperawatan USU Medan.
4. Manfaat Penelitian Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi Fakultas Keperawatan USU Medan mengenai pengaruh konsep
diri dan strategi belajar mahasiswa
terhadap kejadian underachiever, sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam membuat suatu
pendekatan yang paling komprehensif untuk
mengatasi mahasiswa yang underachiever.

Skripsi Keperawatan:Pengaruh Konsep Diri Dan Strategi Belajar Mahasiswa Terhadap Kejadian Underachiever

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.