Rabu, 24 September 2014

Skripsi Keperawatan:erbedaan Pola Asuh Anak oleh Ibu yang Bekerja dan Ibu yang Tidak Bekerja



BAB PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan
(Effendy, 1998). Pola asuh orang tua
dalam keluarga secara kuat sangat
mempengaruhi tingkat perkembangan individu
dalam pencapaian kesuksesan atau kegagalan dalam pergaulan dalam masyarakat (Friedman, 1998).
Pada umumnya, sebuah keluarga
terdiri dari ayah, ibu dan anak yang memiliki
perannya masing – masing. Seperti
peranan ayah sebagai pencari nafkah,
pendidik, pelindung, rasa aman, sebagai kepala keluarga, anggota masyarakat, kemudian peranan ibu mengurus
rumah tangga, pengasuh/ pendidik anak, anggota masyarakat dan peran anak yaitu
peran psikososial sesuai tingkat perkembangan,
baik mental, fisik, sosial dan spiritual (Santrock, 2007).
Saat ini, peran ibu sebagai ibu
rumah tangga telah berubah menjadi pencari
nafkah. Peran ibu awalnya adalah sebagai istri, ibu dari anak– anaknya, mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh,
pendidik anak– anaknya, dan sebagai salah
satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Akan tetapi, saat ini ibu telah
berperan sebagai pencari nafkah tambahan
bagi keluarganya (Effendy, 1998).
1 Banyak ibu yang menghabiskan sebagian besar
waktunya jauh dari anak, bahkan bayi
mereka. Lebih dari satu dari dua ribu ibu di Amerika Serikat yang memiliki anak berusia di bawah 5 tahun adalah
pekerja; lebih dari dua dari tiga ibu
yang memiliki anak 6 hingga 17 tahun. Ibu yang bekerja adalah bagian dari kehidupan modern, namun pengaruhnya masih
diperdebatkan. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik (BPS), partisipasi perempuan dalam lapangan kerja meningkat signifikan. Selama Agustus 2006 –
Agustus 2007 jumlah pekerja perempuan
bertambah 3,3 juta orang. Banyaknya
jumlah perempuan yang bekerja meningkatkan
secara signifikan jumlah pekerja. Kemungkinan penyebab terjadinya peningkatan jumlah pekerja
perempuan adalah adanya unsur keterpaksaaan
yang harus dijalani kaum perempuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Seperti yang telah
disebutkan diatas, peningkatan jumlah pekerja
perempuan sebagian berasal dari perempuan yang sebelumnya berstatus mengurus rumah tangga (bukan angkatan kerja)
(Santrock, 2007).
Perubahan peran ibu, dari ibu
yang tidak bekerja (ibu rumah tangga) menjadi
ibu pekerja, membuat peneliti tertarik melakukan penelitian ini, karena perubahan
peran ibu menjadi ibu pekerja merupakan bentuk terjadinya pergeseran nilai dan sedikit banyak, perubahan peran ini
sangat mempengaruhi pola asuh yang
diterapkan oleh ibu kepada anak.
Bentuk-bentuk pola asuh sangat
erat hubungannya dengan kepribadian anak
setelah ia menjadi dewasa. Hal ini dikarenakan ciri-ciri dan unsur – unsur watak
seorang individu dewasa sebenarnya sudah diletakkan benih– benihnya ke dalam jiwa seorang individu sejak awal, yaitu
pada masa ia masih kanak– kanak.
2 Watak juga ditentukan oleh cara – cara ia
waktu kecil diajar makan, diajar kebersihan, disiplin, diajar bermain dan
bergaul dengan anak lain dan sebagainya (Koentjaraningrat,1997).
Ibu merupakan individu yang
paling berperan dalam pembentukan anak sejak
anak dilahirkan. Bukan bermaksud mengenyampingkan peran seorang ayah, namun
penelitian ini memang difokuskan untuk peran seorang ibu dalam hal mengasuh anak terkait dengan perubahan peran
ibu dalam keluarga yang berubah menjadi
pencari nafkah, karena peran ibu lebih nyata dampaknya terhadap anak.
Misalnya saja betapa ibu lebih
peduli dengan kehidupan sehari– hari mulai dari soal gosok gigi, ganti baju, menaruh sepatu di
rak, kemudian makan sepulang sekolah.
Jadi, ibulah yang lebih banyak peranannya dalam menanamkan segala tindakan yang nyata sehari– hari, termasuk
juga cuci tangan sebelum makan, cuci kaki
sebelum tidur, dan kebiasaan lain (Sunarti, 2004).
Pemilihan suku Jawa sebagai
sampel penelitian dikarenakan suku Jawa adalah
suku terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Jumlahnya sekitar 90 juta atau
setidaknya 41,7% penduduk Indonesia
merupakan etnis Jawa. Mereka berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur
dan Yogyakarta. Selain di ketiga propinsi
tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat
mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon (Gauthama et al, 2003).
Dari sudut pandang masyarakat
Jawa, sosok ibu merupakan fokus keluarga karena ibu
yang paling banyak berperan dalam rumah tangga.
3 Masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi
nilai-nilai budaya yang mereka anut.
Nilai budaya Jawa yang menjadi
pedoman masyarakat Jawa dalam proses pengasuhan
anak memiliki makna bahwa anak merupakan titipan Tuhan yang harus dididik dengan baik agar mengetahui
aturan – aturan budaya Jawa serta memiliki
kepribadian yang baik. Aspek – aspek yang menjadi perhatian dalam proses internalisasi budaya dalam proses
pengasuhan masyarakat Jawa meliputi pembinaan
nilai keagamaan, sopan santun, ketaatan kepada orang tua, disiplin dan tanggung jawab serta kemandirian (Gauthama et
al, 2003).
Penelitian mengenai perbedaan
pola asuh anak oleh ibu bekerja dan ibu yang
tidak bekerja ini telah dilakukan di Desa Kedai Damar Kecamatan Tebing Tinggi dengan alasan karena setelah dilakukan
penelran, terdapat masyarakat etnis Jawa
di desa tersebut. Sebagian besar dari masyarakat yang bermukim di daerah tersebut merupakan ibu rumah tangga
yang beralih peran sebagai ibu pekerja
(pencari nafkah). Sehingga memiliki kemungkinan besar untuk dapat dilakukan penelitian terkait dengan judul yang
diajukan oleh penulis. Maka dalam penynan
skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti “Perbedaan Pola Asuh Anak oleh Ibu yang Bekerja dan Ibu yang Tidak
Bekerja pada Suku Jawa di Desa Kedai Damar,
Kecamatan Tebing Tinggi.” 4 2. Tujuan
Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pola asuh anak antara ibu yang
bekerja dengan ibu yang tidak bekerja pada
suku Jawa di Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebing Tinggi.
3. Pertanyaan Penelitian 3.1
Bagaimana pola asuh anak oleh ibu yang bekerja pada suku Jawa? 3.2 Bagaimana
pola asuh anak oleh ibu yang tidak bekerja pada suku Jawa ? 3.3 Apa perbedaan
pola asuh anak ibu yang bekerja dengan ibu yang tidak bekerja pada suku Jawa? 4. Manfaat Penelitian Hasil
penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain ialah : 4.1 Bagi
Keluarga/ Masyarakat Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan
informasi kepada para orang tua khsnya
ibu dalam hal mengasuh anak agar dapat memilih dan menentukan pola asuh yang paling
tepat yang dapat diterapkan pada anak.
4.2 Pendidikan Keperawatan Hasil
penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai gambaran mengenai pola asuh anak yang diterapkan oleh
ibu, baik ibu bekerja maupun ibu tidak
bekerja, dan dapat memperkaya hasil penelitian yang telah ada.
5 4.3 Bagi Penelitian Keperawatan Penelitian ini diharapkan dapat digunakan
sebagai informasi tambahan dan sebagai
bahan referensi untuk penelitian keperawatan yang akan datang dalam ruang lingkup yang sama.

Skripsi Keperawatan:erbedaan Pola Asuh Anak oleh Ibu yang Bekerja dan Ibu yang Tidak Bekerja

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.