BAB PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Banyak ahli
yang mendefenisikan tentang nyeri, diantaranya adalah Brunner & Suddarth (2002) mengatakan nyeri
adalah pengalaman sensori dan emosional
yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial. Hal yang sama tertulis dalam kamus
saku keperawatan, nyeri merupakan
distress, penderitaan atau kesakitan akibat stimulasi ujung-ujung saraf khs.
Nyeri bertindak sebagai tanda
peringatan terjadinya kerusakan jaringan dan bersifat subjektif. Nyeri sangat
mengganggu dan menyulitkan lebih banyak orang
dibanding suatu penyakit manapun. Nyeri merupakan alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan
kesehatan (Brunner & Suddarth, 2002).
Nyeri bisa terjadi bersama proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau
pengobatan, demikian juga dengan proses persalinan.
Menurut Prawirohardjo (2008), ibu
bersalin akan merasakan nyeri sepanjang
proses persalinan berlangsung. Nyeri yang timbul merupakan suatu tanda awal proses persalinan dan akan
berlanjut sampai dengan kala IV persalinan.
Pada kala I, nyeri timbul karena adanya rangsangan viseral, berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi serviks.
Pada kala II, nyeri disebabkan oleh pembukaan
serviks dan peregangan segmen bawah uterus dan hambatan jaringan lunak seperti serviks dan perineum. Nyeri yang
timbul akan semakin mengganggu apabila
terjadi robekan struktur jalan lahir selama kontraksi. Nyeri yang timbul pada kala III disebabkan oleh pelepasan uri
dari dinding endometrium. Pada kala IV,
nyeri timbul disebabkan oleh adanya luka robek pada jalan lahir dan karena proses penyesuaian kembali organ reproduksi
kekeadaan seperti sebelum hamil (Bobak,
2004).
Selain variasi dari penyebab
nyeri yang berubah, ada hal lain yang berubah.
Intensitas nyeri yang dialami ibu semakin lama akan semakin meningkat akibat kontraksi yang semakin lama semakin
meningkat; amplitudo meningkat, frekuensi
semakin sering, dan durasi semakin lama (Prawirohardjo, 2008).
Meningkatnya intensitas nyeri
tersebut mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa bagi para ibu. Kebanyakan ibu meminta agar
persalinannya dipercepat dan ingin diberikan
obat penghilang rasa sakit dan sebahagian lagi ingin agar dilakukan operasi (Hutajulu, 2003). Intensitas nyeri ini
lebih bersifat subjektif, hanya seberapa
lama, sering, dan hebatnya intensitas nyeri itu berbeda pada setiap ibu.
Ada ibu yang nampaknya lebih bisa
menahan nyeri, tetapi ada ibu yang berteriakteriak sampai seakan-akan
meledakkan rumah sakit (Musbikin, 2005).
Sebagian besar ibu menganggap dan
membayangkan nyeri persalinan sebagai
hal atau pengalaman yang menakutkan. Bayangan tersebut terutama muncul pada masa kehamilan trimester III terkhs
bagi ibu primigravida.
Banyak ibu yang belum siap
memiliki anak karena membayangkan rasa sakit yang akan dialami saat melahirkan (Bobak, 2004).
Hasil penelitian oleh Niven dan Gijsbern
didapatkan bahwa intensitas nyeri persalinan jauh melebihi intensitas nyeri penyakit lain (Ivana, 2007) dan menurut
Prawirohardjo (2002) sekitar 90% wanita
mengalami nyeri persalinan yang cukup berat sehingga menyebabkan rasa takut bahkan trauma untuk melahirkan lagi.
Nyeri saat melahirkan oleh
sebagian kalangan masyarakat diangggap sebagai
suratan takdir bagi setiap ibu, tetapi kini mulai dianggap sebagai suatu hal yang tidak selamanya harus diterima apa
adanya. Hasil penelitian Dahniar (2009) pada
masyarakat mengenai pengaruh nilai budaya masyarakat terhadap perawatan ibu hamil, bersalin, dan nifas membuktikan
anggapan masyarakat tersebut di atas bahwa
seorang perempuan, serta hal-hal yang terjadi selama proses tersebut sudah merupakan takdir yang harus dijalani.
Kebanyakan para calon ibu
menganggap nyeri persalinan adalah suratan takdir dari Yang Maha Kuasa atau menganggapnya
sebagai hal yang wajar saja, namun nyeri
pada saat persalinan harus tetap dipantau dan diatasi baik oleh petugas kesehatan yang bersangkutan maupun ibu
secara mandiri atau dibantu petugas
kesehatan (Walsh, 2007). Peran perawat dalam mengatasi masalah yang terkait dengan nyeri persalinan adalah mampu
membantu ibu dalam mengatasi nyerinya
sehingga membuat pasien merasa nyaman menjalani tiap tahap persalinannya.
Tanggung jawab ibu adalah
melahirkan bayinya dan melewati masa-masa kesakitan menjelang kelahiran bayinya dan
tanggung jawab perawat pula membantu
mengatasi masalah nyeri yang pasti akan dihadapi ibu. Jadi, diperlukan kerja sama perawat dan ibu dalam melakukan
manajemen nyeri persalinan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan perawat dalam melakukan manajemen
nyeri tersebut adalah pengetahuan ibu tentang nyeri persalinan, bagaimana ibu memaknai nyeri persalinan, dan
tentunya sejauh mana keterampilan
perawat dalam melakukan manajemen nyeri persalinan.
Hal-hal yang perlu dilakukan
seorang perawat ialah melakukan asuhan keperawatan
kepada ibu sebelum dimulainya proses persalinan. Mulai dari mengkaji terlebih dahulu sejauh mana
pengetahuan ibu tentang nyeri persalinan dan kesiapannya dalam menghadapi proses
persalinan. Setelah mengkaji pengetahuan
ibu, perawat bertanggung jawab untuk melakukan intervensi, mengajarkan kepada ibu teknik manajemen nyeri
yang dapat dilakukan ibu saat nyeri
mulai timbul, sehingga ibu dapat melewati masa persalinan dengan rasa nyeri yang tidak berlebihan atau dapat
dioleransi ibu, ibu merasa lebih nyaman, dan persalinan berjalan lancar. Oleh karena
masalah di ataslah peneliti melakukan penelitian
ini pada ibu hamil untuk mengetahui tingkat pengetahuannya tentang nyeri dan manajemen nyeri persalinan.
2. Rumusan masalah Berdasarkan
uraian dari latar belakang di atas maka didapatkan rumusan masalah yaitu sejauh mana pengetahuan ibu
hamil tentang nyeri dan manajemen nyeri
persalinan.
3. Tujuan Penelitian 3.1.
Mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan ibu hamil tentang nyeri yang akan dihadapi pada saat persalinan berlangsung.
3.2. Mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan
ibu hamil tentang manajemen nyeri
persalinan yang akan diterapkan pada saat proses persalinan.
4. Manfaat Penelitian 4.1.
Pendidikan keperawatan Hasil penelitian ini diharapkan akan menambah
perbendaharaan wawasan bahasan tentang
nyeri dan manajemen nyeri persalinan sebab topik ini masih sangat penting dan sangat sering dijumpai di
masyarakat.
4.2. Praktek Keperawatan Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang pengetahuan ibu hamil tentang nyeri dan
manajemen nyeri persalinan sehingga dapat
dijadikan pertimbangan dalam memberikan asuhan keperawatan.
4.3. Penelitian keperawatan Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber data bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian
yang terkait dengan nyeri persalinan atau
manajemen nyeri persalinan pada ibu yang akan melalui tahap-tahap kelahiran bayinya.
0 komentar:
Posting Komentar