BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Diabetes mellitus ( DM ) merupakan salah satu
penyakit yang menjadi masalah kesehatan
masyarakat, dimana pada kondisi ini terjadi gangguan metabolik tubuh yang dikarakteristikkan dengan
kondisi hiperglikemia dan abnormalitas
pada metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein (Well, et al, 2009). Diabetes mellitus disebabkan oleh
kekurangan hormon insulin yang berfungsi
memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi dan sintesa lemak.
Kekurangan hormon insulin
menyebabkan glukosa meningkat di dalam darah (hiperglikemia) dan akhirnya disekresikan
lewat kemih tanpa digunakan (glikosuria)
(Tjay dan Rahardja, 2007).
Kemudahan hidup akibat tersedianya
produk teknologi yang membantu manusia,
mengambil alih sebagian besar tenaga manusia, akibatnya manusia kurang bergerak atau kurang aktif. Perubahan perilaku hidup termasuk pola makan memberikan kontribusi besar pada
peningkatan prevalensi diabetes mellitus. Perubahan pola makan kearah makanan cepat
saji inilah yang dapat menimbulkan
tingginya kadar glukosa darah. Faktor lain yang menunjang seseorang terkena diabetes mellitus yaitu faktor
keturunan, stress, dan faktor usia. (Amma, 2009).
Sekitar 88% penderita diabetes
dilaporkan menggunakan obat antidiabetik dalam terapinya. Beberapa dasawarsa terakhir
di seluruh dunia ada kecenderungan meningkatnya
penggunaan sediaan herbal untuk berbagai keperluan pemeliharaan kesehatan meskipun efektivitas pemanfaatannya
masih perlu dibuktikan (Amma, 2009).
Rumput laut merupakan salah satu
sumber devisa negara dan sumber pendapatan
bagi masyarakat pesisir. Potensi produksi rumput laut di Indonesia cukup melimpah dan meningkat dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2002 produksi rumput
laut mencapai 223.080 ton dan pada tahun 2006 terus meningkat hingga mencapai 1.341.141 ton. Beberapa hasil olahan
rumput laut seperti agar-agar, alginat
dan karagenan merupakan senyawa yang cukup penting dalam industri (Bawa, dkk, 2007; Erungan, dkk, 2009).
Selama ini telah diketahui bahwa
penggunaan natrium alginat sudah cukup luas
dilakukan di berbagai bidang, seperti industri farmasi, makanan, kosmetik, tekstil, serta makanan dan minuman antara lain
sebagai bahan pengemulsi, pengental,
stabilisator, dan penghancur dalam pembuatan tablet (Rasyid, 2003).
Selain itu, natrium alginat hasil
ekstraksi dari rumput laut coklat jenis Sargassum sp. juga berguna bagi penderita penyakit
diabetes mellitus karena dapat memperlambat penyerapan glukosa pada saluran
cerna ke dalam aliran darah (Wikanta,
2005).
Oleh karena itulah, peneliti
melakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian
natrium alginat yang diekstraksi dari ampas rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh terhadap
penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan. Penelitian ini diharapkan juga
dapat digunakan sebagai dasar pengembangan
rumput laut sebagai alternatif obat alami bahari dalam menurunkan kadar glukosa darah pada penderita
diabetes mellitus.
1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada
latar belakang di atas, maka perumusan masalah penelitian adalah: a. apakah karakteristik simplisia rumput laut
Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh
dapat diidentifikasi? b. apakah natrium
alginat masih terdapat di dalam ampas rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh ? c. apakah natrium alginat hasil ekstraksi dari
rumput laut Sargassum ilicifolium
(Turner) C.Agardh dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan? d. apakah ada perbedaan nyata antara efek
penurun kadar glukosa darah dari natrium
alginat yang diekstraksi dari rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner)
C.Agardh dibandingkan dengan metformin? 1.3 Hipotesis Berdasarkan perumusan
masalah di atas, maka hipotesis penelitian adalah sebagai berikut: a. karakteristik simplisia rumput laut Sargassum
ilicifolium (Turner) C.
Agardh dapat didentifikasi.
b. natrium alginat masih terdapat di dalam ampas
rumput laut Sargassum ilicifolium
(Turner) C. Agardh.
c. natrium alginat hasil ekstraksi dari rumput
laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh
dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan.
d.
tidak ada perbedaan nyata dari pemberian natrium alginat yang
diekstraksi dari rumput laut (Sargassum
ilicifolium (Turner) C. Agardh)dibandingkan dengan metformin.
1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan
uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah: a. untuk mengetahui karakteristik simplisia rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh.
b. untuk memperoleh natrium alginat yang
diekstraksi dari ampas rumput laut
Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh.
c. untuk mengetahui pengaruh pemberian natrium
alginat hasil ekstraksi dari rumput
laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh terhadap
kadar glukosa darah tikus yang
dibuat diabetes.
d. untuk mengetahui perbandingan efek natrium
alginat yang diekstraksi dari rumput
laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh
sebagai penurun kadar glukosa
darah dibandingkan dengan metformin.
1.5 Manfaat Penelitian Penelitian
ini diharapkan dapat dijadikan sebagai: a. sumber karakteristik simplisia rumput laut
Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh.
b. sumber informasi ilmiah mengenai khasiat
natrium alginat sebagai penurun kadar glukosa darah.
sumber untuk mendapatkan dosis yang tepat dari
natrium alginat yang memberikan efek menurunkan
kadar glukosa darah optimal.
1.6 Kerangka Pikir Penelitian Variabel
Bebas Variabel Terikat Gambar 1.1
Skema Kerangka Pikir Penelitian Natrium Alginat Aloksan Tikus Wistar Metformin Tikus
Diabetes Kadar Glukosa Darah Tikus
(mg/dl) Simplisia Rumput Laut Karakteristik
Spektrum InframerahDownload lengkap Versi PDF
0 komentar:
Posting Komentar