Rabu, 17 September 2014

Skripsi Farmasi:Uji Efek Ekstrak Etanol Biji Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan





BAB I PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Perubahan  gaya 
hidup  dan sosial ekonomi akibat
urbanisasi dan  modernisasi terutama di
masyarakat kota-kota besar di Indonesia 
menjadi  penyebab
meningkatnya  prevalensi penyakit
degeneratif potensial terjadi dan  tidak
menutup kemungkinan akan menjadi penyebab utama kematian di  Indonesia. 
Beberapa jenis penyakit yang masuk dalam kelompok penyakit  degeneratif seperti diabetes mellitus, jantung
koroner, hipertensi, hiperlipidemia,  dan
sebagainya. Salah satu yang harus diwaspadai adalah diabetes mellitus (DM)  (Sudoyo, dkk., 2007).



Diabetes mellitus merupakan salah
satu penyakit yang prevalensinya  semakin
meningkat dari tahun ke tahun dan merupakan “the great imitator” (pemicu utama)
karena penyakit ini  jika tidak
ditangani  akan menjadi  hiperglikemia kronik pada diabetes yang
menyebabkan komplikasi paling banyak  dan
menimbulkan berbagai keluhan akibat adanya disfungsi atau kegagalan  beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal,
saraf, jantung, dan pembuluh darah  (Sudoyo,
dkk., 2007).



Menurut data WHO (World Health
Organization), Indonesia menempati  urutan
keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes mellitus di dunia setelah  Amerika Serikat, India, dan Cina. Jumlah
penderita diabetes mellitus di Indonesia   diperkirakan mengalami peningkatan dari 8,4
juta jiwa pada tahun 2000 menjadi  sekitar
21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang (Hans, 2008).



Diabetes mellitus (DM) adalah
suatu sindroma klinik yang ditandai adanya  poliuria, polidipsia, dan polifagia, disertai
peningkatan glukosa darah atau  hiperglikemia.
Pengobatan diabetes mellitus selama ini diterapi dengan pemberian  obat-obat oral antidiabetik (OAD), atau dengan
suntikan insulin serta melakukan  diet
karbohidrat serta olahraga teratur (Suherman, 
2007).  Penyakit ini  memerlukan pengobatan jangka waktu yang lama
dan membutuhkan biaya yang  mahal. Oleh
karena itu, banyak penderita yang berusaha mengendalikan kadar  glukosa darahnya dengan cara tradisional
menggunakan bahan alam (Widowati, dkk., 1997).



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
juga telah merekomendasi  penggunaan obat
tradisional termasuk obat herbal dalam pemeliharaan kesehatan  masyarakat, pencegahan,  dan pengobatan penyakit.  Obat herbal juga telah  diterima secara luas di negara berkembang dan
negara maju, 65 % dari penduduk  negara
maju dan 80 % penduduk dari negara berkembang telah menggunakan obat  herbal. Diantara 250.000 spesies tumbuhan
tingkat tinggi yang ada, hanya 6%  yang
telah diteliti aktivitas biologisnya dan 15% untuk konstituen kimianya  (Heinrich, dkk., 2004). Salah satu tumbuhan
yangdigunakan secara empiris oleh  masyarakat
untuk pengobatan diabetes yang belum dimanfaatkan secara optimal  dan belum diketahui manfaatnya secara
luas  yaitu tumbuhan  jengkol  (Pithecellobium lobatum Benth.) (Widowati,
dkk., 1997). Kandungan senyawa  kimia
pada biji, kulit batang, dan daun jengkol adalah saponin, flavonoid,  dan  tanin
(Hutapea, 1994). Biji jengkol, terutama yang sudah tua, merupakan bagian   tanaman yang paling banyak dimanfaatkan
sebagai bahan makanan. Selain itu,  tumbuhan
ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Jengkol  diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat
diuretik serta baik untuk  kesehatan
jantung (Roswaty, 2010). Secara tradisional ramuan buah jengkol tua  dan kulit buahnya digunakan dengan cara
dikeringkan dan dibuat seperti bubuk kopi kemudian diseduh air panas dan
diminum secara rutin untuk menurunkan  glukosa
darahnya. Pengujian khasiat tumbuhan jengkol dalam menurunkan kadar  glukosa darah ini secara ilmiah baru dilakukan
oleh Bambang Wispiyono (1991)  menggunakan
bagian kulit batang pohon jengkol (Widowati,dkk., 1997), dan oleh  Dr. Soetijoso Soemitro (1987) menggunakan
kulit halus biji jengkol (Jis, dkk.,  1990),
sedangkan terhadap biji jengkol belum dilakukan penelitian.



Berdasarkan informasi  di atas, 
maka dilakukan pemeriksaan 
skrining  fitokimia, karakterisasi
simplisia biji jengkol, dan penelitian efek ekstrak etanol biji jengkol
terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih galur Wistar yang  diinduksi aloksan.



1.2 Perumusan Masalah  Perumusan masalah dari uraian di atas adalah: a.
Apakah kandungan golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak  etanol biji jengkol dari hasil skrining
fitokimia?  b. Apakah dengan
melakukan  karakterisasi simplisia biji
jengkol  dapat  diperoleh karakteristik simplisia biji
jengkol?   c. Apakah ekstrak etanol biji
jengkol mempunyai efek terhadap penurunan  kadar glukosa darah  tikus putih jantan galur Wistar yang
diinduksi  aloksan?  d. Apakah ada perbedaan yang nyata antara
ekstrak etanol biji jengkol  dengan
Metformindalam memberikan efek penurunan kadar glukosa darah  tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi
aloksan? 1.3 Hipotesis Hipotesis dari perumusan masalah di atas adalah: a.
Kandungan golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak etanol  biji jengkol dari hasil skrining fitokimia
adalah saponin, flavonoid, dan  tanin.



b. Karakteristik simplisia biji
jengkol dapat diperoleh dengan melakukan  karakterisasi simplisia biji jengkol.



c. Ekstrak etanol biji jengkol
mempunyai efek terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan galur
Wistar yang diinduksi aloksan.



d. Tidak ada perbedaan yang nyata
antara ekstrak etanol biji jengkol dengan  Metforminterhadap efek penurunan kadar glukosa
darah tikus putih jantan  galur Wistar
yang diinduksi aloksan.



1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari
penelitian di atas adalah: a.  Untuk
mengetahui golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak  etanol biji jengkol dari hasil skrining
fitokimia.



 b. 
Untuk memperoleh hasil karakteristik simplisia biji jengkol.



c.  Untuk mengetahui efek ekstrak etanol biji
jengkol secara ilmiah terhadap penurunan kadar glukosa darah.



d.  Untuk membandingkan efektivitas penurunan
glukosa darah dari ekstrak  etanol biji
jengkol dengan Metformin.



1.5 Manfaat Penelitian Manfaat
dari penelitian ini diharapkan : a. 
Dapat digunakan sebagai sumber informasi golongan senyawa kimia yang terdapat
dalam biji jengkol.



b.  Karakteristik simplisia biji jengkol dapat
digunakan sebagai pembanding  dalam
pembuatan simplisia.



c.  Meningkatkan obat tradisional menjadi obat
herbal terstandar.



d.  Untuk menambah daftar inventaris tanaman  obat 
yang telah diuji  khasiatnya
secara ilmiah dalam menurunkan kadar glukosa darah.


1.6 Kerangka Konsep Penelitian Variabel
Bebas        Variabel Terikat Ekstrak
Etanol  Biji Jengkol Aloksan Tikus Normal
Tikus Diabetes Kadar  Glukosa  Darah  Tikus
 (mg/dl) Uji Pendahuluan (Karakterisasi
dan Skrining Fitokimia)  Gambar 1.1 Skema
Kerangka Konsep Penelitian Metformin 
Download lengkap Versi PDF








Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.