Selasa, 16 September 2014

Skripsi Farmasi:Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Bangun-Bangun (Plectranthus Amboinicus, (Lour.) Spreng) Terhadap Penghambatan Degranulasi Mastosit Yang Tersensititasi Aktif Pada Mencit Jantan Secara In Vitro



             BAB
I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang  Imunitas 
merupakan  suatu  mekanisme 
untuk  mengenal  suatu 
zat  atau  bahan yang dianggap sebagai benda asing
terhadap dirinya, selanjutnya tubuh  akan  mengadakan 
tanggapan  (respon  imun) 
dengan  berbagai  cara, 
seperti  netralisasi atau
melenyapkan, dengan akibat tidak selalu menguntungkan bagi  tubuh yaitu terjadinya kerusakan jaringan
tubuh sendiri (Subowo, 2009).
 Respon 
imun  adalah  respon 
tubuh  berupa  satu 
urutan  kejadian  yang  kompleks  terhadap 
antigen,  untuk  mengeliminasi 
antigen  tersebut.  Respon  imun 
ini  dapat  melibatkan 
berbagai  macam  sel 
dan  protein,  terutama 
sel  makrofag, sel limfosit,
komplemen, dan sitokin yang saling berinteraksi secara  kompleks. 
Mekanisme  pertahanan  tubuh 
terdiri  atas  mekanisme 
pertahanan  non spesifik dan
mekanisme pertahanan spesifik (Akip, dkk., 2010).
 Respon 
imun  non  spesifik 
(innate  immunity)  merupakan 
imunitas  alamiah  yang 
telah  ada  sejak 
lahir.  Imunitas  ini 
tidak  ditujukan  hanya 
untuk  satu jenis antigen, tetapi
untuk berbagai macam antigen, jadi bukan merupakan  pertahanan 
khs  untuk  antigen 
tertentu.  Respon  imun 
spesifik  merupakan  mekanisme 
pertahanan  yang  ditujukan 
khs  terhadap  satu 
jenis  antigen,  karena 
itu  tidak  dapat 
berperan  terhadap  antigen 
jenis  lain.  Imun 
spesifik  mampu  mengenali 
kembali  antigen  yang 
pernah  dijumpainya  (memiliki  memory), 
sehingga  paparan  berikutnya 
akan  meningkatkan  efektifitas  mekanisme pertahanan tubuh (Kresno, 2003).
 Pada 
beberapa  kondisi,  salah 
satu  efek  samping 
imunitas  yang  penting  adalah timbulnya alergi atau hipersensitivitas
imun lainnya. Ada beberapa tipe  alergi  dan 
hipersensitivitas  lainnya,  beberapa 
diantaranya  hanya  terjadi 
pada  orang yang mempunyai
kecenderungan alergi yang spesifik (Hall, 2007).
Bila  suatu 
alergen  spesifik  disuntikkan 
secara  langsung  ke 
dalam  sirkulasi, maka alergen tersebut
dapat bereaksi dengan basofil dalam darah dan  mastosit pada jaringan yang terletak di luar
pembuluh darah kecil, jika basofil  dan
mastosit tersebut telah disensititasi oleh pelekatan reagin IgE. Oleh karena  itu 
terjadilah  reaksi  alergi 
yang  luas  di 
seluruh  pembuluh  darah 
dan  jaringan  yang 
berkaitan  erat.  Hal 
ini  disebut  anafilaksis. 
Basofil  dan  mastosit 
yang  teraktivasi  juga 
melepaskan  suatu  campuran 
leukotrien  substansi  anafilaksis  bereaksi-lambat. Leukotrien-leukotrien dapat
menyebabkan spasme otot polos  bronkiolus,
sehingga menimbulkan serangan seperti asma dan kadang-kadang  menimbulkan kematian akibat mati lemas (Hall,
2007).
Mastosit  berisi 
simpanan  histamin  tubuh 
dan  terdapat  pada 
hampir  seluruh  jaringan. 
Dalam  mastosit,  histamin 
berikatan  dengan  heparin 
pada  granula sitoplasma. Secara
normal pelepasan histamin melibatkan influks ion  Ca 2+ , 
permebilitas  membran  sel 
terhadap  ion  Ca 2+  berkurang  ketika 
kadar  adenosin  monofosfat 
siklik  (cAMP)  intraseluler 
meningkat,  obat-obat  yang  menstimulasi  sintesis 
cAMP  (agonis  adrenoseptor 
β )  mengurangi  pelepasan  histamin (Neal, 2006).
Menurut Kaliappan dan Viswanathan
(2008) dan Mangathayaru (2008),  daun
bangun-bangun merupakan tanaman daerah tropis yang daunnya memiliki  aroma 
tertentu  sehingga  dikenal 
sebagai  tanaman  aromatik. 
Tanaman  ini   banyak 
ditemukan  di  India 
dan  Ceylon  dan 
Afrika  Selatan,  memiliki 
bunga  yang  bentuknya 
tajam  dan  mengandung 
minyak  atsiri  sehingga 
disebut  juga  Coleus 
aromaticus.  Daun  tanaman 
ini  juga  telah 
dibuktikan  sebagai  antiinflamasi karena bekerja menghambat respon
inflamasi yang diinduksi oleh  siklooksigenase,  juga 
terbukti  sebagai  anti 
kanker  dan  anti 
tumor  (Anonim a ,  2013). Manfaat lain dari tumbuhan
bangun-bangun adalah sebagai obat asthma  dan bronchitis, dan khasiat lainnya yang perlu
diteliti lebih lanjut (Dalimartha,  2008).
Berdasarkan  penelitian 
yang  dilakukan  oleh 
Santosa  dan  Hartiani  (2005), 
yang  menguji  ekstrak 
air  daun  bangun -bangun  terhadap 
sel  netrofil  tikus putih, menyatakan daun bangun-bangun
mengandung senyawa polifenol,  saponin,
glikosida, flavonol dan minyak atsiri. Daun bangun-bangun memiliki  efek anti alergi dengan cara pemberian ekstrak
daun bangun-bangun terhadap  tikus  dengan 
dosis  sebesar  19,0 
g/kg  BB  dan 
13,5  g/kg  BB, 
mampu  memberikan efek fagositosis
sel netrofil sebesar 80% pada pengamatan hari ke-60. Selanjutnya  dijelaskan 
oleh  Choudhary   (2010) 
bahwa  tumbuhan  yang  mengandung  flavonoid 
telah  dilaporkan  mempunyai 
efek  antihistamin  dan  berperan
dalam proses penghambatan degranulasi mastosit.
Berdasarkan  uraian 
di  samping,  peneliti 
tertarik  untuk  melakukan 
uji  aktivitas penghambatan
degranulasi mastosit yang tersensitisasi 
aktif secara  in  vitro 
terhadap  ekstrak  etanol 
daun  bangun-bangun  sehingga 
dapat  digunakan  sebagai anti alergi.
 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan  latar 
belakang,  maka  perumusan 
masalah  pada  penelitian  ini 
adalah  apakah  ekstrak 
etanol  daun  bangun-bangun 
dapat  menghambat  degranulasi mastosit yang tersensitisasi aktif
secara in vitro pada mencit jantan.
1.3 Hipotesis Hipotesis  pada penelitian ini  yaitu ekstrak 
etanol  daun bangun-bangun  dapat menghambat degranulasi mastosit  yang tersensitisasi aktif secara  in vitro  pada mencit jantan.
1.4  Tujuan Penelitian  Tujuan 
dari  penelitian  ini 
adalah  untuk  mengetahui 
efek  anti  alergi  ekstrak 
etanol  daun bangun-bangun melalui
penghambat degranulasi mastosit  yang
tersensitisasi aktif secara in vitro pada mencit jantan.
1.5 Manfaat Penelitian Manfaat
dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. 
Mengembangkan  daun  bangun-bangun 
menjadi  suatu  sediaan 
herbal  terstandar dengan efek
anti alergi.
b.  Menambah inventaris tanaman obat yang
berkhasiat sebagai anti alergi.
 1.6 
Kerangka Pikir Penelitian  Adapun
kerangka pikir penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.1 berikut:  Variabel Bebas   Variabel Terikat  Parameter Variabel terikat Parameter  Gambar 1.1 Diagram kerangka pikir penelitian Daun
bangunbangun Ekstrak etanol daun bangu-bangun  (EEDBB) Dosis 2, 3, 4, 5, dan  6µg/mL ditambah antigen 50%  ditambah larutan biru toluidin  Karakteristik  simplisia 1. kadar air 2. kadar abu total 3.
kadar abu tidak larut asam 4. kadar sari yang larut dalam air 5. kadar sari
yang larut dalam etanol Jumlah sel mastosit yang  terdegranulasi Persen penurunan  jumlah degranulasi  mastosit  Skrining fitokimia  simplisia 1. 
Alkaloid 2.  Flavonoida 3.  Tanin 4. 
Saponin 5.  Triterpen/Steroida 6.
Glikosida Karakteristik  ekstrak Larutan
aminofilin 100µg/mL Larutan DMSO 1% Pembuatan  ekstrak 1. kadar air Skrining fitokimia  ekstrak 1. 
Alkaloid 2.  Flavonoida 3.  Tanin 4. 
Saponin 5.  Triterpen/Steroida 6.
Glikosida       

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.