Selasa, 16 September 2014

Skripsi Farmasi:Analisis Kadmium dan Timbal Dalam Air Bersih



        BAB I  PENDAHULUAN  
1.1 Latar Belakang  Air sangat dibutuhkan oleh manusia dalam
jumlah besar, kekurangan air  yang
disebabkan oleh perubahan iklim dapat mengakibatkan bahaya yang fatal  bagi makhluk hidup. Kebutuhan akan air bersih
meningkat sesuai dengan  pertambahan
penduduk. Di beberapa daerahdapat terjadi kasus-kasus penyakit  seperti kolera yang disebabkan oleh konsumsi
air yang terkontaminasi bakteri.
Kualitas air merupakan syarat
untuk kualitas kesehatan manusia, karena tingkat  kualitas air dapat digunakan sebagai indikator
tingkat kesehatan masyarakat  (Situmorang,
2007).
Pencemaran air bisa terjadi
semakin luas, tergantung dari kemampuan  badan
air penerima polutan untuk mengurangikadar polutan secara alami. Apabila  kemampuan badan air tersebut rendah dalam
mereduksi kadar polutan, maka akan  terjadi
akumulasi polutan dalam badan air sehingga badan air akan menjadi tropik  (Kodoatie, 2005).
Kontaminasi logam berat seperti
kadmium (Cd) dan timbal (Pb) dalam air  dengan
konsentrasi yang melebihi batas aman yang telah ditentukan dapat  menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan
konsumen. Toksisitas akut dari  logam-logam
tersebut umumnya menimbulkan gangguan saluran cerna, seperti  mual, muntah, dan diare terutama
padaanak-anak. Dalam jumlah yang banyak  logam
berat tersebut menyebabkan akumulasi di dalam tubuh. Paparan kronis   timbal pada orang dewasa dapat megakibatkan
hipertensi, nefropati, anemia,  neuropati
perifer, dan  enselopati. Sedangkan
toksisitas kronis kadmium  menimbulkan
penyakit paru obstruktif, emfisema, kerusakan tubular ginjal, dan  deformasi tulang (Darmono, 2001).
Pencemaran oleh logam berat Cd
pernah terjadi di Toyama Jepang.
Peristiwa ini
mengakibatkanpenduduk menderita penyakit Itai-itai (Ouch-ouch),  yakni tulang mengalami pelunakan
(osteomalacia), kemudian menjadi rapuh dan  otot mengalami kontraksi karena kehilangan
sejumlah kalsium, serta menderita  kelainan
ginjal (Soemirat, 2005). Peristiwa tersebut terjadi karena air irigasi yang  digunakan untuk mengairi tanaman padi di sawah
tercemar Cd. Hasil penelitian  menunjukkan
bahwa air irigasi tersebut mengandung Cd yang berasal dari  penambangan timah hitam dan bijih seng yang
ada di daerah hulu sungai Jint.
Akibatnya padi yang di panen
mengakumulasikan Cd. Penduduk mengkonsumsi  padi tersebut selama bertahun-tahun, sehingga
terjadi biomagnifikasi Cd pada  tubuh
manusia. Padi mengakumulasikan Cd sebanyak 1,6 ppm, namun melalui  rantai makanan kandungan Cd padatubuh manusia
menjadi 11,472 ppm  (Soemirat, 2005).
Dalam air bersih ditemukan
kandungan Cd dan Pbdalam kadar yang  berlebih.
Berdasarkan hal diatas maka penulis berminat menentukan ”Analisis  Kadmium dan Timbal Dalam Air Bersih”karena
analisistersebut sangat  penting untuk
menilai kualitas air bersih.
Masyarakat Medan mengkonsumsi air
bersih untuk keperluan mandi,  membersihkan
dan untuk di minum. Air bersih untuk di minum mempunyai   persyaratan salah satunya adalah kandungan
logam berat Cd dan Pb tidak  melewati
ambang batas sesuai Permenkes 416/MENKES/PER/IX/1990.
Dari hal-hal yang disebutkan di
atas penulis ingin memeriksa kadar Cd dan  Pb pada air bersih berupa air sumur gali yang
di konsumsi oleh masyarakat Medan  dan
sekitarnya.
  1.2
Tujuan  1.  Untuk mengetahui dan menetapkan kadar cemaran
logam kadmium (Cd)  dan timbal (Pb) dalam
air bersih.
2.  Untuk mengetahui apakah kandungan cemaran
kadmium (Cd) dan timbal  (Pb) dalam air
bersih masih dalam batas aman berdasarkan  PERMENKES 416/MENKES/PER/IX/1990.
  1.3 Manfaat  Analisis kadmium (Cd) dan timbal (Pb)
bermanfaat untuk menambah  wawasan dari
penulis agar dapat mengetahui cara menganalisis kadmium (Cd)  dan timbal (Pb) serta efek yang ditimbulkan
kadmium dan timbal dalam air bersih  bagi
kesehatan manusia.

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.