Rabu, 17 September 2014

Skripsi Farmasi:Penetapan Kadar Pirazinamida Dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet





      BAB I PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Tuberkulosis
atau TB adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri tahan asam (BTA,
Mikobakterium tuberkulosa) yang ditularkan melalui udara.



Penyakit tuberkulosis masih
merupakan penyebab utama kematian di negaranegara berkembang, berkisar 10-25%
dari populasi di negara tersebut. Indonesia  merupakan negara pertama diantara
negara-negara dengan beban TB yang tinggi  di wilayah Asia Tenggara. Saat ini Indonesia
urutan ke lima diantara negara  dengan
beban TB tertinggi di dunia. Penemuan kasus TB menurut provinsi yang  tertinggi adalah provinsi Sulawesi utara yakni
89,6% dan diikuti oleh DKI  Jakarta yakni
85,5% dan Banten 78,6%. Obat yang digunakan untuk penyakit ini  dibagi atas 2 golongan besar, yaitu: 1.  Golongan I: 
isoniazid (INH), rifampisin, etambutol, streptomisin,  pirazinamida  2. 
Golongan II:  para amino salisilat
(PAS), etionamid, kanamisin,  sikloserin,
kapreomisin dan amikasin (Agoes. dkk. 1994; Dirjen PP&PL,  Kemenkes RI. 2011).



Gejala TB antara lain batuk
kronis, demam, berkeringat waktu malam, keluhan  pernapasan, 
rasa kurang enak badan(malaise), hilang nafsu makan, turunnya  berat badan, 
dan rasa nyeri di bagian dada (Tjay dan Rahardja.2007).



Pirazinamida adalah suatu obat
antituberkulosis yang dibuat secara sintetik  dan efektif digunakan peroral dan bersifat
bakterisidal yang digunakan bersamasama dengan isoniazid dan rifampisin.  Pirazinamida bersifat bakterisidal   terhadap organisme yang aktif membelah diri.
Pirazinamida harus dihidrolisis  secara
enzimatik menjadi asam pirazinoat yang merupakan bentuk aktif dari  pirazinamida (Mycek, dkk. 2001).



Pada pembuatan obat, kadar zat
aktif merupakan persyaratan yang harus  dipenuhi
untuk menjamin kualitas sediaan obat. Sediaan obat yang berkualitas  baik akan menunjang tercapainya efek
terapeutik yang diharapkan. Salah satu  persyaratan
mutu adalah kadar yang dikandung harus memenuhi persyaratan  kadar seperti yang tercantum dalam Farmakope
Indonesia atau buku standar  lainnya
(Depkes RI, 2009).



Menurut Moffat. dkk. (2004),
berdasarkan struktur kimia dari pirazinamida  memiliki nilai Pka:0,5 dan.Dalam Farmakope
Indonesia Edisi IV, 1995.



aPenetapan kadar dalam sediaan
tablet pirazinamida dapat dilakukan secara  volumetri dengan titrasi semi bebas air
sebagai asam dan basa. Dalam USP 30,  2007
penetapan kadar dalam sediaan  tablet
dapat dilakukan secara  Kromatografi,
yaitu kromatografi lapis tipis, kromatografi gas maupun  kromatografi cair  kinerja 
tinggi. Menurut Moffat. dkk. (2004). pirazinamida mempunyai serapan
maksimum dalam HCl 0,1 N pada panjang gelombang 269  nm  (  1 A= 659a) 
sehingga dapat dilakukan penetapan kadar secara  spektrofotometri ultraviolet.  Berdasarkan hal maka peneliti melakukan  Penetapan kadar pirazinamida secara
spektrofotometri ultraviolet Untuk menguji validitas dari metode ini dilakukan
pengujian antara lain uji  akurasi dengan
parameter % recovery, uji presisi dengan parameter koefisien  variasi (RSD), uji sensitifitas dengan
parameter limit deteksi (LOD) dan limit  kuantitasi
(LOQ) (WHO, 1989).



 1.2 Perumusan Masalah 1.  Apakah kadar pirazinamida dalam sediaan
tablet dapat ditentukan dengan  metode
spektrofotometri ultraviolet dalam pelarut HCl 0,1N dan  memenuhi persyaratan validasi ?  2. 
Apakah kadar pirazinamida dalam sediaan tablet yang beredar di pasaran  memenuhi persyaratanFarmakope edisi IV tahun
1995? 1.3 Hipotesis 1.  Diduga kadar pirazinamida
dalam sediaan tablet dapat ditentukan dengan  metode spektrofotometri ultraviolet  dengan pelarut HCl 0,1 N dan  memenuhi persyaratan validasi.



2.  Kadar pirazinamida dalam sediaan tablet yang
beredar di pasaran  memenuhi persyaratan
Farmakope Indonesia edisi IV tahun 1995 .



1.4 Tujuan Penelitian 1.  Untuk menentukan kadar pirazinamida dalam
sediaan tablet secara dapat  ditentukan
dengan metode spektrofotometri ultraviolet dalam pelarut HCl  0,1 N dan menguji persyaratan validasi.



2.  Untuk mengetahui kadar pirazinamida dalam
sediaan tablet yang beredar  di pasaran
memenuhi persyaratan yang ditetapkan Farmakope Indonesia  edisi IV tahun 1995.


Download lengkap Versi PDF








Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.