Selasa, 16 September 2014

Skripsi Farmasi:Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Coklat (Sargassum polycystum C.A. Agardh) Menggunakan Metode Betakaroten Asam Linoleat



 BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Indonesia  sebagai 
negara  kepulauan  di 
perairan  tropis  diketahui  memiliki 
keanekaragaman  jenis  biota 
yang  tinggi,  termasuk 
keanekaragaman  jenis  alganya 
(Atmadja,  1992).  Rumput 
laut  atau  alga 
yang  juga  dikenal  dengan 
nama  seaweed  merupakan bagian terbesar dari tanaman  laut. Rumput  laut 
telah  digunakan  sebagai 
makanan  dan  obat-obatan 
(Winarno,  1990;  Anggadiredja, dkk., 2010).
Sebagai  sumber 
gizi,  rumput  laut 
memiliki  kandungan  karbohidrat  (gula 
atau  vegetable-gum),  protein, 
sedikit  lemak,  polisakarida 
sulfat.  Selain  itu, rumput laut juga mengandung
vitamin-vitamin, seperti vitamin A, B1, 
B2,  B6,  B12, 
dan  C,  betakaroten, 
serta  mineral,  seperti 
kalium,  kalsium,  fosfor,  natrium, 
zat  besi,  dan 
iodium.  Beberapa  jenis 
rumput  laut  juga 
mengandung  protein yang cukup
tinggi (Anggadiredja, dkk., 2011).
Rumput  laut 
(Sargassum  polycystum  C.A. 
Agardh)  digunakan  secara  komersil di 
Indonesia sebagai  sumber
penghasil  alginat, pemanis agar, bahan  obat penyakit kantung kemih, bahan obat
penyakit gondok, sayuran, dan juga  kosmetik
(Anggadiredja, dkk., 2011).
Dewasa ini dunia kesehatan banyak
membahas tentang radikal bebas (free  radical)  dan 
antioksidan.  Hal  ini 
terjadi  karena  sebagian 
besar  penyakit  diawali  oleh karena oksidasi yang berlebihan dalam
tubuh. Radikal bebas dikenal sebagai   penyebab
terbesar terjadinya penuaan dan penyakit degeneratif, misalnya, penyakit  jantung koroner, stroke, diabetes melitus dan
kanker (Ko, et al., 2009).
Antioksidan  adalah 
zat  yang  dapat 
menetralisir  radikal  bebas 
dengan  memberikan  elektronnya 
kepada  molekul  radikal 
bebas  sehingga  tidak 
lagi  menjadi radikal bebas.  Radikal bebas merupakan senyawa yang memiliki
satu  atau lebih elektron  yang tidak berpasangan dan bersifat  sangat reaktif. Selain  terdapat 
di  luar  tubuh, 
radikal  bebas  juga 
secara  normal  dibentuk 
di  dalam  tubuh. Radikal bebas terbentuk di dalam tubuh
akibat produk sampingan proses  metabolisme  ataupun 
karena  tubuh  terpapar radikal  bebas 
melalui  pernafasan  (Praptiwi, dkk., 2006).
Radikal  bebas 
dalam  jumlah  kecil 
masih  dapat  ditoleransi, 
namun  berbahaya  dalam 
jumlah  yang  berlebih. 
Radikal  bebas  akan 
merusak  DNA,  protein 
dan  lipid,  perubahan 
ini  dapat  mempercepat 
proses  penuaan  bahkan  menyebabkan berbagai penyakit (Kosasih, dkk.,
2004; Silalahi, 2006).
Tubuh  kita 
terdapat  sistem  enzim 
(misalnya  enzim  superoksida  dismutase) 
yang  dapat berperan sebagai  antioksidan. Enzim ini  dapat berperan  aktif 
dalam  menanggulangi  masalah 
radikal  bebas.  Di 
dalam  tubuh  jumlah  radikal bebas lebih banyak dari enzim  yang terdapat di dalam tubuh, saat itulah  tubuh 
memerlukan  tambahan  antioksidan 
dari  luar  tubuh 
(Kumalaningsih,  2006; Kosasih,
dkk., 2004).
Kebanyakan  senyawa 
antioksidan  yang  diisolasi 
dari  sumber  alami  adalah  berasal 
dari  bahan  tumbuhan 
yang  dapat berupa  senyawa 
fenolik  atau  polifenolik 
seperti  rempah-rempah,  dedaunan, 
teh,  buah-buahan,  sayur sayuran,  dan 
rumput  laut.  Antioksidan 
sintetik  yang  dibuat dari bahan-bahan  kimia 
yaitu  butylated  hydroxy 
toluena  (BHT),  butylated 
hydroxyanisole  (BHA),  TBHQ, 
PG,  dan  NDGA 
yang  ditambahkan  pada 
makanan  untuk  mencegah kerusakan lemak (Kumalaningsih,
2006).     Metode 
yang  digunakan  untuk 
uji  aktivitas  antioksidan 
adalah  β  karoten-asam 
linoleat.  Metode  βkaroten 
asam  linoleat  merupakan 
metode  spektrofotometri  yang 
didasarkan  pada  kemampuan 
antioksidan  untuk  mencegah pemucatan warna jingga karoten akibat
oksidasi dalam sistim emulsi  asam  linoleat 
dan  β-karoten.  Pemucatan 
warna  jingga  karoten 
ditunjukkan  dengan  penurunan 
absorbansi  dan  aktivitas 
antioksidan.  (Prakash,  2001;  Rosidah,
et al., 2008; Ko , et al., 2009).
Berdasarkan hal di atas,
penulis  melakukan uji  karakterisasi simplisia,  skrining 
fitokimia  serta  uji 
aktivitas  antioksidan  dengan 
metode  pemucatan  (bleaching) 
β-karoten-asam  linoleat  dari 
ekstrak  n-heksana,  etil 
asetat,  dan  etanol rumput laut coklat (Sargassum
polycystum C.A. Agardh).
1.2 Perumusan Masalah  Perumusan masalah dari penelitian ini adalah:  1. 
Apakah  karakteristik  simplisia 
rumput  laut  coklat 
(Sargassum  polycystum  C.A. 
Agardh)  hasil  penelitian 
ini  dapat  dijadikan 
sebagai  pembanding pada
penelitian selanjutnya?  2. Apakah
golongan senyawa kimia  yang terkandung
dari simplisia rumput  laut coklat
(Sargassum polycystum C.A. Agardh) dapat diketahui?   3. 
Apakah  senyawa  kimia 
ekstrak  rumput  laut 
coklat  (Sargassum  polycystum 
C.A.  Agardh)  mempunyai 
aktivitas  antioksidan  menggunakan metode β-karoten-asam linoleat?  1.3 Hipotesis  1. Karakteristik simplisia rumput laut coklat
(Sargassum polycystum  C.A.
Agardh)  dari 
hasil  penelitian  ini 
dapat  dijadikan  sebagai 
pembanding  pada penelitian
selanjutnya.
2.  Golongan 
senyawa  kimia  yang 
terkandung  dari  simplisia 
rumput  laut  coklat (Sargassum polycystum  C.A. Agardh) dapat diketahui.
3.  Senyawa 
kimia  yang  terkandung 
dalam  ekstrak  rumput 
laut  coklat  (Sargassum polycystum  C.A. Agardh)  
mempunyai aktivitas antioksidan  dengan
menggunakan metode β-karoten-asam linoleat.
1.4 Tujuan Penelitian  1. 
Untuk  memperoleh  karakteristik 
simplisia  rumput  laut 
coklat  (Sargassum  polycystum 
C.A.  Agardh)  yang 
dapat  dijadikan  sebagai  pembanding pada penelitian selanjutnya.
2.    Untuk 
mengetahui  senyawa  kimia 
yang  terkandung  dari 
simplisia  rumput laut coklat
(Sargassum polycystum C.A. Agardh).
3.  Untuk 
mengetahui  aktivitas  antioksidan 
dari  masing-masing  ekstrak  rumput 
laut  coklat  (Sargassum 
polycystum  C.A.  Agardh) 
dengan  metode β-karoten-asam
linoleat.
 1.5 Manfaat Penelitian  Hasil 
dari  penelitian  ini 
diharapkan  dapat  memberikan 
informasi  tentang  karakteristik 
simplisia,  senyawa  kimia, 
dan  aktivitas  antioksidan 
dari  ekstrak rumput laut coklat
(Sargassum polycystum C.A. Agardh) secara in vitro  dengan menggunakan metode β-karoten-asam
linoleat.
1.6  Kerangka Pikir Penelitian Variabel Bebas    Variabel Terikat    Parameter Gambar 1.1 Skema kerangka pikir
penelitian Simplisia  rumput  laut Karakterisasi 1. Makroskopik 2.
Mikroskopik 3. Pk air 4. Pk sari larut air 5. Pk sari larut etanol 6. Pk abu
total 7. Pk abu tidak larut asam  Skrining
fitokimia 1. Alkaloid 2. Saponin 3. Tanin 4. Steroid/ Triterpenoid 5. Flavonoid
6. Glikosida 7. Glikosida Antrakinon Ekstrak nheksan,  etilasetat dan  etanol rumput  laut coklat Uji  aktivitas 
antioksidan  metode  β-karoten-asam  linoleat  % 
Aktivitas  antioksidan  dari berbagai konsentrasi       

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.