Rabu, 17 September 2014

Skripsi Farmasi:Karakterisasi Simplisia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Etanol Daun Muda Dari Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Dengan Metode DPPH





     BAB I PENDAHULUAN



1.1.  Latar Belakang Radikal bebas merupakan suatu
molekul atau atom yang memiliki satu  atau
lebih  elektron yang tidak
berpasangan.  Adanya elektron yang tidak  berpasangan menyebabkan molekul tersebut
menjadi sangat reaktif untuk mencari  pasangannya
dengan menarik atau menyerang elektron dari senyawa lain sehingga  menyebabkan senyawa tersebut akan menjadi
radikal juga (Kosasih, 2004).



Tubuh kita secara terus-menerus
membentuk radikal bebas melalui  peristiwa
metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan adanya  respons terhadap pengaruh dari luar tubuh
seperti polusi lingkungan, sinar  ultraviolet
dan asap rokok. Akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar,  kesalahan pola makan dan gaya hidup, justru
merangsang tumbuhnya radikal  bebas yang
dapat merusak tubuh kita, proses penuaan berdasarkan timbulnya  kerusakan jaringan disebabkan oleh radikal
bebas (Parwata, 2010).



Penelitian baru di bidang gizi
pada tingkat sel membuktikan bahwa  antioksidan
mampu melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas (Bruce,2005).
Senyawa antioksidan diantaranya adalah asam fenolat, flavonoid,  β-karoten, vitamin E, vitamin C dan asam
organik. Zat-zat gizi mineral seperti  mangan,
seng, tembaga dan selenium. Selain 
antioksidan  alami  terdapat antioksidan sintetik antara
lain  Butylated Hydroxyanisole (BHA),
Butylated  Hydroxytoluen (BHT), propil
galat  (Kumalaningsih, 2006). Selain
dalam  makanan zat-zat tersebut juga
terdapat dalam madu (Anonim, 2010).



 Madu adalah 
makanan yang mengandung aneka zat gizi seperti  karbohidrat , protein, asam amino, vitamin,
mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan  dan
komponen aromatik. Asam fenolat dalam madu memiliki daya aktif tinggi  serta dapat meningkatkan perlawanan tubuh
terhadap tekanan oksidasi. Disamping  kandungan
gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %)  madu juga mengandung komponen lain seperti
tepung sari dan berbagai enzim  pencernaan
serta mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, C, E,  mineral seperti kalsium, natrium, kalium,
magnesium, besi, dan garam iodine.



Madu juga mengandung  berbagai asam organik seperti asam malat,
tartrat, sitrat,  laklat, dan oksalat.
Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya (Anonim a,  2009).



Madu merupakan  bahan konsumsi yang sangat baik untuk  mempertahankan kesehatan dan stamina jasmani
(Anonim, 2010). Kandungan  nutrisi dalam
madu yang berfungsi sebagai antioksidan adalah vitamin C, asam  organik, enzim, asam fenolat, flavonoid dan
beta karoten yang bermanfaat sebagai  antioksidan
tinggi serta Vitamin A, Vitamin E yang juga merupakan salah satu  vitamin antioksidan esensial yang utama
(Parwata, 2010).



Berdasarkan hasil penelitian
tentang aktivitas antioksidan yang telah  diteliti pada madu Randu dan madu Kelengkeng
menunjukkan bahwa madu dari  jenis bunga
yang berbeda memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda (Parwata,  2010). Penelitian lain tentang aktivitas
antioksidan telah dilakukan terhadap madu  floral Australia dari jenis bunga berbeda yang
memiliki aktivitas antioksidan  berbeda
pula (Bruce, 2005).



 Madu hutan merupakan salah satu jenis madu
yang diperoleh lebah liar  yang hidup di
hutan belantara yang menghisap bakal kuncup bunga bunga yang  bermekaran di alam hutan belantara, tidak ada
rekayasa atau campur tangan  manusia
(Anonim, 2010). Hutan Lhoknga, Montasik dan Sare merupakan hutan  penghasil madu di kabupaten Aceh Besar, yang
telah di ketahui mempunyai  khasiat
sangat baik bagi kesehatan.



Mengingat belum adanya publikasi
yang menyebutkan tentang aktivitas  antioksidan
madu hutan, terutama madu hutan Lhoknga, Montasik dan Sare maka  perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui
besarnya aktivitas antioksidan secara  spektrofotometri
visible pada madu hutan Lhoknga, Montasik dan Sare yang  banyak digunakan oleh masyarakat dikabupaten
Aceh Besar.



1.2`Perumusan Masalah  a. 
Apakah karakteristik madu  hutan
Lhoknga, montasik dan Sare sesuai  berdasarkan
Standar Nasional Indonesia.



b.  Seberapa besar aktivitas antioksidan madu
hutan Lhoknga, Montasik dan  Sare
dibandingkan dengan BHT.



1.3`Hipotesis a.  Karakteristik madu hutan Lhoknga, Montasik
dan Sare dapat diperoleh  dengan
menggunakan prosedur dari Standar Nasional Indonesia.



b.  Aktivitas antioksidan madu hutan Lhoknga,
Montasik dan Sare setara  dengan
aktivitas antioksidan BHT.



1.4 Tujuan Penelitian a.  Untuk mengetahui karakteristik madu hutan
Lhoknga, Montasik dan Sare  yang diteliti.



 Karakterisasi Skrining Uji Aktivitas  Antioksidan b. 
Untuk mengetahui besarnya aktivitas antioksidan madu hutan Lhoknga,  Montasik dan Sare dibandingkan dengan BHT.



1.5 Manfaat Penelitian Hasil
penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tentang aktivitas  antioksidan pada madu hutan Lhoknga, Montasik
dan Sare yang berada  di  Kabupaten Aceh Besar.



1.6 Kerangka Pikir Penelitian Variabel
Bebas     Variabel Terikat      Parameter Gambar. 1.1 Skema Kerangka
Pikir Penelitian Madu Lhoknga (3000, 4000,  5000 µg/ml ) Madu Sare (3000, 4000,  5000 µg/ml ) Madu Montasik (3000, 4000,  5000 µg/ml ) - Makroskopik - Mikroskopik  - Kadar air - Kadar abu total - Kadar abu
tidak  larut dalam asam - Fruktosa -
Glukosa  - Fruktosa  - Flavonoid 
  


Download lengkap Versi PDF








Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.