Beberapa
dekade terakhir, kebutuhan kayu mengalami peningkatan yang cukup signifikan,
sementara persediaan kayu terbatas. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan antara
persediaan kayu sebagai bahan baku dengan pemakaiannya dalam kehidupan
masyarakat baik untuk konstruksi, perabot rumah tangga, furniture dan
lain-lain. Seiring dengan perkembangannya, kini banyak masyarakat yang beralih
ke produk lain yang mempunyai ketersediaan lebih banyak dan berkesinambungan.
Kondisi
tersebut tentu menimbulkan permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Salah
satu solusinya adalah alternatif bahan baku yang dapat mensubstitusi kayu yang
persediaannya semakin berkurang dan terbatas. Tentunya dengan tetap
mengedepankan aspek ekonomis yang harganya terjangkau oleh masyarakat dan aspek
ekologis yang bersifat ramah lingkungan dengan cara mendaur ulang.
Salah
satu alternatif bahan baku pengganti kayu yang bersifat ekonomis dan ramah
lingkungan adalah limbah karton (kardus). Pada saat ini limbah kardus masih
jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku produk yang lebih
bersifat ekonomis. Tak jarang masyarakat pun hanya membuangnya atau
membakarnya. Pemanfaatan yang sudah dilakukan oleh sebagian industri kecil
adalah mendaur ulang kardus sebagai wadah/kemasan barang.
Pemanfaatan
limbah kardus menjadi produk yang lebih bersifat ekonomis dan menjadi
alternatif pengganti kayu perlu dilakukan. Salah satu caranya adalah pemanfaatan limbah kardus menjadi
bahan baku papan semen yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan.
Papan semen adalah papan tiruan yang menggunakan semen
sebagai perekatnya, sedangkan bahan bakunya berupa partikel kayu atau partikel
bahan berlignoselulosa lainnya (Maloney, 1977). Pembuatan papan semen dari
bahan-bahan berlignoselulosa memerlukan bahan tambahan/aditif untuk peningkatan
kualitasnya. Salah satu bahan aditif yang dapat digunakan adalah katalis untuk
mempercepat proses pengeringan dan pengerasan papan semen. Adapun katalis yang
dapat berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan dan pengerasan papan semen
berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diantaranya adalah alumunium
sulfat (Al2(SO4)3).
Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dilakukan penelitian
tentang pemanfaatan limbah kardus menjadi papan semen dengan penambahan katalis
alumunium sulfat. Penelitian diharapkan dapat memperoleh papan semen yang dapat
digunakan sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan kayu sebagai bahan
konstruksi bangunan.
Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisis dan
mekanis papan semen dari limbah kardus dengan penambahan katalis alumunium
sulfat pada variasi komposisi semen : fiber (kardus) : air serta sifat
ketahanannya terhadap serangan rayap (biodeteriorasi).
Penelitian berguna untuk memberikan alternatif pemanfaatan
limbah kardus menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis, ramah lingkungan dan
mempunyai nilai tambah serta dapat menjadi sumber informasi bagi pihak-pihak
yang membutuhkan.
Katalis alumunium sulfat dan variasi komposisi bahan (semen :
fiber : air) serta interaksi keduanya berpengaruh terhadap sifat fisis
(kerapatan, kadar air, daya serap air, pengembangan tebal), mekanis (MOE, MOR,
keteguhan rekat, kuat pegang sekrup), dan ketahanan terhadap serangan rayap
(uji kubur).
Download lengkap Versi Word
0 komentar:
Posting Komentar