Kamis, 09 Januari 2014

Skripsi Agrikultur Teknologi Produksi: Pengaruh Konsetrasi Zeolit Aktif dan Suhu Pencampuran Terhadap Mutu Pemurnian Minyak Jelantah








Minyak
goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang
dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanya digunakan untuk
menggoreng makanan. Minyak goreng dari tumbuhan (nabati) biasanya dihasilkan
dari tanaman seperti kelapa, kelapa sawit, kacang-kacangan, jagung dan kedelai.
Minyak goreng bisa digunakan hingga 3-4 kali penggorengan. Jika digunakan
berulang kali maka minyak akan berubah warna.



Minyak
goreng sangat diperlukan dalam proses pengolahan bahan pangan sebagai medium
penghantar panas juga untuk menambah rasa gurih, nilai gizi dan kalori dalam
bahan pangan tersebut. Penggunaan kembali minyak goreng bekas secara
berulang-ulang akan menurunkan mutu bahan pangan yang digoreng akibat



terjadinya
kerusakan pada minyak yang digunakan. Pada minyak goreng bekas yang telah rusak
akan terbentuk senyawa-senyawa yang tidak diinginkan seperti asam lemak bebas,
peroksida dan kotoran-kotoran lain yang tersuspensi ke dalam minyak.



Minyak
jelantah adalah minyak makan hasil penggorengan yang telah digunakan
berulang-ulang kali, akibat penggunaan yang berulang-ulang, otomatis minyak akan
menerima banyak panas selama pemakaian sehingga memutus ikatan rangkap dan
membuat minyak jelantah memiliki kandungan asam lemak bebas yang tinggi.



Minyak
jelantah dapat menimbulkan karsinogenik seperti kanker dan penyempitan pembuluh
darah apabila pengkonsumsiannya dalam jumlah yang
banyak dan berulang-ulang, karena
jumlah ALB pada minyak jelantah amat tinggi.



Salah satu alternatif pemecahan masalah untuk mengurangi
kandungan kontaminan dalam minyak goreng bekas adalah pemurnian melalui proses
adsorpsi. Proses ini dapat menyerap zat-zat yang tidak diinginkan dalam minyak
goreng bekas dengan menggunakan suatu zat yang disebut dengan adsorben. Ada
beberapa alternatif adsorben yang dapat digunakan dalam adsorpsi yaitu silica gel,
karbon aktif dan zeolit.



Unsur-unsur kimia dalam minyak goreng (misalnya trigliserida)
memiliki diameter kinetik yang terlalu besar dan akan membuat unsur-unsur ini
tidak dapat melewati pori-pori zeolit sehingga secara efektif unsur-unsur kimia
ini akan tersaring. Dengan demikian, secara teori maka separasi unsur-unsur
kimia dari minyak goreng bekas dapat dilakukan oleh zeolit.



Zeolit merupakan kelompok senyawa berbagai jenis mineral
alumino silikat hidrat dengan logam alkali. Zeolit cocok digunakan sebagai
adsorben untuk substansi yang bersifat polar (misalnya : air dan larutan cair
lainnya). Zeolit terdiri dari dua jenis yaitu zeolit alam dan zeolit sintetis.



Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang patut
dikembangkan lebih lanjut seperti zeolit alam yang cukup melimpah dengan
tingkat kemurnian lebih dari 84 %. Selama ini, zeolit alam tersebut hanya
digunakan secara langsung sebagai penyubur tanah dan pencampur makanan ternak.
Zeolit alam tersebut terdapat di Jawa tepatnya di Malang, dan di Sumatera yaitu
di Lampung dan di Medan.



  Beberapa keuntungan pemakaian zeolit
alam sebagai adsorben pada adsorbsi minyak goreng bekas antara lain yaitu
zeolit alam mempunyai efesiensi yang tinggi dalam menghilangkan VOC (volatile
organic compound
), mudah pemeliharaannya, mudah ditempatkan di dalam wadah,
menggunakan teknologi yang sederhana, dan bernilai ekonomis.



Penelitian mengenai minyak goreng bekas melalui proses
adsorbsi dengan adsorben zeolit telah dilakukan sebelumnya oleh Widayat dan
Haryani (2005). Pada penelitian ini digunakan zeolit alam yang berasal dari
Jawa, dan hasil penelitian yang diperoleh yaitu bilangan peroksida sebesar
12,84 dan kadar air sebesar 1,91 %, bilangan asam optimum sebesar 1,71 dicapai
pada berat zeolit 19,07 gram dengan diameter zeolit 1,69 mm. Dengan diameter
zeolit 1,69 mm maka mesh yang digunakan berukuran 10. Dengan prinsip yang sama
maka penelitian ini dilakukan, dengan menggunakan zeolit alam yang berasal dari
Sumatera Utara. Akan tetapi, mesh yang digunakan adalah mesh ukuran 70, dengan
tujuan yaitu dengan semakin kecilnya ukuran partikel zeolit maka luas permukaan
untuk penyerapannya akan semakin besar.



Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik meneliti
tentang proses pemurnian minyak jelantah menggunakan zeolit aktif dengan judul
penelitian “Pengaruh Konsetrasi Zeolit Aktif dan Suhu Pencampuran Terhadap
Mutu Pemurnian Minyak Jelantah
”.
  




Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan
zeolit aktif dan suhu pencampuran terhadap mutu pemurnian minyak jelantah.




- Sebagai sumber informasi pada pemurnian minyak
jelantah menggunakan zeolit aktif.



- Sebagai
sumber data dalam penyusunan skripsi di Departemen Teknologi Pertanian, Program
Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian,  , Medan.







- Ada pengaruh konsentrasi zeolit
aktif terhadap mutu pemurnian minyak jelantah.



- Ada pengaruh suhu pencampuran
zeolit aktif dengan minyak jelantah terhadap mutu pemurnian minyak jelantah.



- Ada pengaruh interaksi antara konsentrasi zeolit aktif
dengan suhu pencampuran terhadap mutu pemurnian minyak jelantah.







Download lengkap Versi Word













Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.