Kamis, 09 Januari 2014

Skripsi Agrikultur Teknologi Produksi: Instan Saga Milk (Adenanthera pavonina) With Protein Based on Roasting Temperature








Pohon
saga (Adhenantera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai
(termasuk golongan polong-polongan), dengan biji kecil berwarna merah. Saga
umumnya dipakai sebagai pohon peneduh di pingir jalan-jalan besar. Pohon saga
memiliki banyak fungsi jika dimanfaatkan bagian tubuh dari pohon tersebut
misalnya kayunya yang keras sehingga banyak dipakai sebagai bahan bangunan
serta mebel dan rantingnya untuk bahan kayu bakar. Daunnya dapat digunakan
sebagai obat-obatan sebagai anti oksidan sedangkan bijinya dapat diolah menjadi
sumber protein bagi kehidupan manusia dan dapat digunakan sebagai pakan ternak
(Hau, 2006). Bijinya mengandung asam lemak sehingga dapat menjadi sumber energi
alternatif (biodiesel). Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena
beratnya yang selalu konstan.



Biji
saga mengandung saponin pada kulit bijinya yang berwarna merah. Saponin adalah
jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Sumber utama saponin
adalah biji-bijian selain pada biji saga juga terdapat pada kedelai. Saponin
memiliki karakteristik berupa buih. Sehingga ketika direaksikan dengan air dan
dikocok maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama. Saponin mudah larut
dalam air dan tidak larut dalam eter. Saponin memiliki rasa pahit menusuk dan
menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir. Saponin merupakan racun
yang dapat menghancurkan butir darah atau hemolisis pada darah. Saponin
bersifat racun bagi hewan berdarah dingin dan banyak diantaranya digunakan
sebagai racun ikan. Saponin yang bersifat keras atau racun biasa disebut
sebagai Sapotoksin. Saponin dapat menghambat pertumbuhan kanker kolon
dan membantu kadar kolesterol menjadi normal. Tergantung pada jenis bahan
makanan yang dikonsumsi, seharinya dapat mengkonsumsi saponin sebesar 10-200
mg. Karena saponin dapat larut dalam
air dalam penelitian ini dilakukan perlakuan pendahuluan untuk menghilangkan
saponin dengan cara biji direbus sampai berbusa dan warna merah yang terdapat
pada biji terkelupas, adanya saponin ditandai dengan busa jika dilarutkan dalam
air.



Selain ASI, dikenal berbagai ragam susu hewani dan kini juga
telah banyak dikembangkan pembuatan susu nabati, salah satu di antaranya adalah
susu kedelai. Pada dasarnya semua biji-bijian yang berasal dari tanaman polong
/ kacang-kacangan dapat diproses menjadi susu. Pengolahan biji-bijian tersebut
menjadi susu akan membuat proteinnya semakin mudah dicerna. Susu apapun asalkan
bersih dan dibuat dari bahan yang mengandung gizi tinggi merupakan sumber nutrisi
yang sangat berarti bagi tubuh kita, termasuk susu dari bahan baku biji buah
Saga. Biji Saga dipilih sebagai salah satu alternatif karena dipandang memiliki
kandungan gizi yang cukup tinggi.



Di daerah Sumatera Utara, biji pohon saga belum diolah, dan
banyak terbuang percuma. Pada biji pohon saga terkandung sejumlah protein (2,44
g/100g), lemak (17,99/100gr), dan mineral, diambil dari perbandingan kebiasaan
masyarakat mengkonsumsi makanan pokok, mengandung gula rendah (8,2g/100g),
tajin (41,95g/100g), dan zat penyusun lainnya adalah karbohidrat. Kandungan
anti nutrisi yaitu methionin dan cystine yang merupakan jenis
asam amino yang terdapat dalam tingkat yang rendah. Sedangkan tingkat total
asam yang mengandung lemak, yaitu asam linoceic dan oleic mengandung
70,7 %. Berdasarkan pemikiran tersebut diharapkan saga dapat dijadikan bahan
alternatif pengganti protein dalam bentuk susu yang dapat di konsumsi oleh
masyarakat (Anggraini, 2009).



Pembuatan susu saga instan dilakukan dengan perlakuan
pengovenan untuk melihat suhu yang tepat yang baik digunakan untuk pengolahan
biji saga. Salah satu cara untuk mengawetkan bahan pangan adalah dengan
perlakuan pengovenan.




Menganalisis pengaruh suhu pengovenan biji saga terhadap
kandungan protein dan kimia yang lainnya dalam biji saga.




Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah tersedianya
data dan informasi dalam pengolahan biji saga serta meningkatkan nilai mutu
pohon saga (Adhenantera pavonina). Tersedianya alternatif penganti susu
nabati yang berprotein tinggi.




Perbedaan tinggi suhu pengovenan pada perlakuan awal memberi
pengaruh terhadap kandungan protein, lemak, kadar abu, kadar air dan daya larut
susu saga.




Download lengkap Versi Word













Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.