Kayu
merupakan hasil hutan dari sumber kekayaan alam, merupakan bahan mentah yang
mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai kemajuan teknologi. Kayu memiliki
beberapa sifat sekaligus, yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pengertian
kayu disini adalah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pemungutan
pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah
diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dapat dimanfaatkan untuk
sesuatu tujuan penggunaan, baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industri
maupun kayu bakar (Dumanauw, 1990).
Beberapa
sifat kayu yang menguntungkan adalah tersedia hampir di seluruh bagian dunia,
mudah diperoleh dalam berbagai bentuk dan ukuran, relatif mudah pengerjaannya,
serta sangat dekoratif penampilannya. Akan tetapi kayu juga memiliki kelemahan
yaitu dapat dirusak oleh berbagai faktor baik biologis, fisik, mekanis maupun
kimia. Kenyataan menunjukkan dari keempat faktor tersebut ternyata yang paling
banyak menimbulkan kerusakan terhadap kayu adalah jamur, bakteri, serangga dan
binatang laut (marine borer). Jasad hidup tersebut merusak karena mereka
menjadikan kayu sebagai tempat tinggal (shelter) atau sebagai makanannya
(Haygreen and Bowyer, 1989).
Pembangunan
HTI (Hutan Tanaman Industri) merupakan salah satu program pembangunan kehutanan
Indonesia yang diprioritaskan dan bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar
kayu yang tidak mungkin lagi terpenuhi dengan hanya mengandalkan pasokan kayu
yang berasal dari hutan alam saja. Kayu Ekaliptus, Sengon, dan Pinus merupakan
jenis tanaman yang dikembangkan dalam program HTI, mengingat pertumbuhannya yang cepat dan
kegunaannya sebagai bahan baku industri pulp, kertas, dan rayon. Selain itu
kayu-kayu tersebut juga juga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan,
antara lain untuk bangunan dibawah atap, kusen pintu dan jendela, serta kayu
lapis. Jenis kayu lain yang dikembangkan dalam program Hutan Tanaman Industri
ialah Mahoni dan Karet. Kayu Mahoni dan Karet dapat dipergunakan sebagai bahan
bangunan rumah, kayu lapis, kayu api, arang, ataupun kayu gergajian untuk alat
rumah tangga (Sitepu, 2008).
Keawetan suatu jenis kayu ditentukan oleh berbagai hal antara
lain lokasi dimana kayu tersebut digunakan. Sebagai contoh, jenis kayu yang
sama apabila dipakai di dataran rendah dan dataran tinggi maka keawetannya
berbeda. Keawetan yang digunakan di bawah atap dan di luar sangat berbeda,
begitu pula kayu yang dipakai di darat dan di laut. Perbedaan ini terjadi karena
jenis organisme yang menyerangnya berlainan. Suatu jenis kayu yang awet
terhadap rayap belum tentu awet pula terhadap organisme laut penggerek kayu.
Sebagai contoh Jati (Tectona grandis L.f) yang diuji secara kubur (graveyard)
dan secara laboratorium termasuk kelas awet II yang dapat tahan sampai 7 tahun.
Akan tetapi apabila diuji di laut, dalam waktu 3 bulan sudah tampak adanya
serangan organisme perusak kayu, perbedaan tersebut terjadi akibat adanya zat
ekstraktif dalam kayu Jati yang dapat menolak rayap (Muslich dan Sumarni,
1989).
Kota Medan yang memiliki pelabuhan laut di daerah Belawan
otomatis banyak juga menggunakan kayu-kayu di pelabuhan untuk konstruksi
pelabuhan dan kapal. Kayu-kayu yang digunakan juga kayu-kayu yang digunakan
dalam perindustrian seperti untuk konstruksi dan perkakas, sehingga dirasa
perlu untuk melakukan penelitian tentang keawetan lima jenis kayu yang banyak
ditanam di HTI terhadap Marine borer (penggerek kayu di laut).
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui jenis-jenis penggerek
kayu di laut yang menyerang lima jenis kayu HTI yang tumbuh di Sumatera Utara.
2. Mengetahui keawetan alami lima jenis kayu HTI yang tumbuh
di Sumatera Utara terhadap serangan Marine borer.
Manfaat dari penelitian adalah :
1. Tersedianya data keawetan alami
lima jenis kayu dari Hutan Tanaman Industri (HTI) terhadap serangan Marine
borer.
2. Data jenis-jenis perusak kayu atau
penggerek kayu di laut, khususnya yang terdapat di Pelabuhan Belawan.
3. Sebagai informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan atau
bagi para pengguna kayu, terutama dalam memilih jenis kayu yang akan dipakai
untuk bangunan di sekitar pelabuhan.
Download lengkap Versi Word
0 komentar:
Posting Komentar