Rabu, 08 Januari 2014

Skripsi Agrikultur teknologi produksi: Pengaruh pH dan Lama Hidrolisa Pada Pembuatan Sirup Glukosa dari Tapioka Secara Hidrolisa Asam

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pH dan lama hidrolisa pada pembuatan sirup glukosa secara hidrolisa asam. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial dengan dua ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar glukosa, Total Soluble Solid (TSS), kadar abu dan organoleptik warna. Perlakuan penelitian terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor pH (P) dan lamahidrolisa (T). Faktor pH terdiri dari 4 taraf yaitu pH=1.00, pH=1.50, pH-2.00 dan pH=2.50. Faktor lama hidrolisa terdiri dari 4 taraf yaitu 2 jam ; 2,5 jam ; 3 jam dan 3,5 jam. Hasil dianalisis secara statistik memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Kadar Glukosa (%) pH berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar glukosa. Kadar glukosa tertinggi diperoleh pada perlakuan P, yaitu 22.751% dan kadar glukosa terendah pada perlakuan P4 yaitu 14.858%. Lama hidrolisa berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar glukosa. Kadar glukosa tertinggi diperoleh pada perlakuan T4 yaitu 29.088% dan kadar glukosa .erendah pada perlakuan Tj yaitu 8.516%. Interaksi pH dan lama hidrolisa berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa. Kadar glukosa tertinggi diperoleh pada perlakuan P,T4 yaitu 34.72% dan terendah pada perlakuan P4T1 yaitu 6.71 %. 2. Total Soluble Solid / TSS (° Brix) pH berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap TSS . TSS tertinggi diperoleh'pada perlakuan P, yaitu 26,500(° Brix)dan TSS terendah pada perlakuan P4 yaitu 19.188 (°Brix). Lama hidrolisa berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap TSS. TSS tertinggi diperoleh pada perlakuan T4 yaitu 31.438 (° Brix) dan TSS terendah pada perlakuan Ti yaitu 14,563 (° Brix). Interaksi pH dan lama hidrolisa berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap TSS. TSS tertinggi diperoleh pada perlakua P1T4 yaitu 37.50 (° Bnx) dan TSS terendah pada perlakuan P1T1 yaitu 13.75 (° Brix). 3. Kadar Abu (%) pH berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar abu. Sehingga Uji LSR (Least Significan Range) tidak dilanjutkan. Lama hidrolisa berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar abu. Kadar abu tertinggi diperoleh pada perlakuan T4 yaitu 0.458 % dan kadar abu terendah pada perlakuan T1 yaitu 0.221 %. Interaksi pH dan lama hidrolisa berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar abu. Sehingga Uji LSR (Least Significan Range) tidak dilanjutkan. 4. Organoleptik Warna pH berpengaruh tidak nyata nyata (P>0.05) terhadap warna. Sehingga Uji LSR (Least Significan Range) tidak dilanjutkan. Lama hidrolisa berpengaruh sangat nyata (PO.01) terhadap warna. Warna tertinggi diperoleh pada perlakuan T, yaitu 3.313 (numerik) dan warna terendah pada perlakuan T4yaitu 2.625 numerik. warna. Interaksi pH dan lama hidrolisa berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap i. Sehingga uji LSR (Least Significan Range) tidak dilanjutkan.


Download lengkap Versi Word



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.