| Kebun Tambunan A merupakan salah satu asset Universitas Sumatera Utara yang berharga. Fungsi Kebun Tambunan A adalah sebagai Kebun Penelitian, kebun Produksi dan Kebun Percontohan / Penyuluhan. Metode sampel yang digunakan adalah secara Purposive, dimana penentuan daerah dan sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif, ROI, R/C Ratio dan B/C Ratio. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Masih banyak asset-asset yang belum digunakan secara optimal. Di Kebun Tambunan A juga terdapat 105, 50 Ha areal garapan masyarakat dan 152,82 Ha areal penggunaan lainnya yang terdapat juga bangunan diatasnya. 2. Jumlah produksi kelapa sawit tahun 2001 adalah sebesar 467.839 kg. Pada tahun 2002 produksi kelapa sawit sebesar 862.582 kg. Pada tahun 2003 produksi kelapa sawit sebesar 2.050.386 kg. 3. Penerimaan Kebun Tambunan A yang berasal dari usaha tani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 820.154.400,00. Penerimaan dari usaha tani pembibitan ikan adalah sebesar Rp. 3.559.000,00. 4. a. Biaya yang dikeluarkan pada usaha tani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 608.932.966,00. Biaya yang dikeluarkan nada usaha tani pembibitan ikan adalah sebesar Rp. 2.541.000,00. b. Pendapatan bersih dari usaha tani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 211.221.434,00. Pendapatan bersih dari usaha pembibitan ikan adalah sebesar Rp. 1.018.000,00. 5. Usaha tani kelapa sawit mempunyai nilai R/C Ratio sebesar 1,35 dari nilai ROI adalah sebesar 0,79 %. Usaha tani pembibitan ikan mempunyai nilai B/C Ratio sebesar 0,4 dan nilai ROI adalah sebesar 0,33 %. 6. Kebun Tambunan A yang merupakan kebun percontohan belum pernah melaksanakan fungsi-fungsinya sebagai kebun yang melakukan penelitian, pelatihan maupun penyuluhan kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat. 7. Masalah-masalah di Kebun Tambunan A adalah adanya penggarapan, adanya penjarahan hasil produksi, ketersediaan fasilitas keamanan yang sangat minim, tenaga kerja yang tidak berkwalitas, status karyawan yang tidak jelas, masalah manajemen. 8. Upaya-upaya yang telah dilakukan adalah memperbaiki sistem keamanan, melakukan pendekatan kepada penggarap, melakukan ganti rugi atas lahan yang digarap, menambah fasilitas keamanan, menambah tenaga keamanan. Upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah peningkatan sistem keamanan, perbaikan fasilitas, peningkatan SDM, penyelesaian masalah penggarapan, memperjelas status karyawan, melakukan fungsi-fungsi sebagai kebun percontohan, kebun penelitian dan kebun produksi, memperbaiki sistem manajemen. |
Download lengkap Versi Word

0 komentar:
Posting Komentar