Selasa, 31 Desember 2013

Skripsi Manajemen: Analisis Hubungan Motivasi Kerja Terhadapkepuasan Kerja Karyawan












Manajemen Sumber Daya Manusia
adalah proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi agar
potensi psikis dan fisik yang dimilikinya berfungsi maksimal bagi pencapaian
tujuan perusahaan (Nawawi, 2005:35). Manusia sebagai tenaga kerja haruslah
dikelola dengan baik dan benar agar menjadi sumber daya mnusia yang
berkualitas. Memasuki era globalisasi manusia yang berkualitas dalam bekerja
merupakan prasayarat yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan agar mampu
bersaing di pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa hari demi hari, perusahaan
terus-menerus menginginkan karyawannya memiliki kualitas yang lebih baik. Jadi
keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat ditentukan oleh sumber
daya manusia yang berkualitas.



Salah satu usaha untuk
mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai motivasi yang
tinggi adalah dengan memberikan keinginan dan kebutuhan para karyawan yang
nantinya akan menimbulkan kepuasan kerja. Dengan demikian perusahaan harus
mengetahui kebutuhan karyawan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tersebut agar tercipta kepuasan kerja yang akhirnya dapat mendukung perusahaan
dalam mencapai tujuannnya.



Kepuasan kerja
adalah sikap seseorang terhadap pekerjaannya. Seseorang yang tingkat kepuasan
kerjanya tinggi akan memiliki sikap positif terhadap pekerjaannya. Sebaliknya,
jika seseorang tidak puas terhadap pekerjaannya akan memiliki sikap negatif
terhadap pekerjaannya (Robbins, 2003 :77)



Kepuasan kerja
merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam suatu organisasi. Menurut
mutiara (2004 :128) “orang yang paling merasa tidak puas adalah mereka yang
mempunyai keinginan paling banyak, namun dapat yang paling sedikit. Sedangkan
yang paling merasa puas adalah orang yang menginginkan banyak dan mendapatkan
semua keinginannya”.



Menurut
Martoyo (2007:44) kepuasan kerja dimaksudkan keadaan emosional karyawan dimana
terjadi atau tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan
dari perusahaan atau organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang
diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan.



Hermansah
(2010:36) menyatakan seorang pegawai akan mendapatkan kepuasan kerja jika
mempersepsikan bahwa imbalan yang diterimanya baik berupa gaji, insentif,
tunjangan dan penghargaan lainnya yang tidak berbentuk materi atas pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukannya nilainya lebih tinggi dari pada pengorbanannya
berupa tenaga dan ongkos yang telah dikeluarkannya untuk melaksanakan pekerjaan
itu. Pegawai memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya telah
memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Bentuk penghargaan yang paling baik adalah membuat pegawai mengetahui kalau
dirinya dihargai oleh perusahaan, bukan hanya oleh sekelompok kecil orang.
Perusahaan harus memberikan penghargaan kepada pegawai karena






pegawai sebagai bagian dari modal, dan sangat disayangkan
kalau modal yang paling berharga dilepas hanya karena personal tersebut tidak
dihargai.



Menurut
Robbins (2002 :77 ) motivasi adalah kegiatan untuk melakukan sebagai kesediaan
untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan organisasi,
yang dikoordinasikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan
individual.



Motivasi
adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan
rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian dan keterampilan, tenaga
dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya dan menunaikan kewajibannya,dalam rangka pencapaian tujuan dan
berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya (Siagian, 2002:
102). Tingkah laku seseorang dipengaruhi serta dirangsang oleh keinginan,
kebutuhan, tujuan, dan kepuasannya. Rangsangan tersebut dapat berupa materil
dan non materil yang akan menciptakan “motif dan motivasi” yang mendorong orang
bekerja (beraktifitas) untuk memperoleh kebutuhan dan kepuasan hasil kerja.
Motivasi kerja sangat penting bagi karyawan yaitu untuk mendorong gairah semangat
kerja karyawan , meningkatkan kedisiplianan , menurunkan tingkat absensi
karyawan dan dapat mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap
tugas-tugasnya.



Hasibuan
(2005:39) mengemukakan bahwa motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan
daya dan potens bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil
mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Perusahaan bukan saja
mengharapkan karyawan mampu, cakap, dan terampil, tetapi yang terpenting mereka
mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.
Kemampuan dan kecakapan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan jika mereka
tidak mau bekerja giat.



Mawar Bakery
& Cake Shop Setia Budi Medan adalah suatu jenis usaha yang bergerak di
bidang makanan berupa roti dan kue dimana toko tersebut memproduksi sendiri dan
menjualnya secara langsung kepada konsumen. Toko ini memproduksi dan menjual
beragam jenis roti dan kue yang telah mendapat sertifikat halal dari MUI. Roti
dan kue yang dijual merupakan produk yang bercita rasa tinggi dan dapat
dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam proses produksinya
produk-produk roti dan kue tidak mempergunakan bahan pengawet sehingga produk
tersebut memiliki kualitas yang tinggi sehingga usaha ini yang dulunya
merupakan usaha kecil berkembang menjadi usaha besar.



Adanya jenjang karir yang
kurang jelas yang dirasakan oleh para karyawan Mawar Bakery & Cake Shop
Setia Budi Medan, artinya kesempatan promosi yang diterapkan oleh perusahaan
mereka anggap kurang adil. Sedangkan permasalahan yang timbul dari motivasi
kerja yakni masih rendahnya keinginan pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan, gaji yang belum sesuai dengan standar UMP
atau UMK, kondisi kerja yang kurang nyaman seperti kurangnya sirkulasi udara,
kurangnya perhatian yang diberikan perusahaan bagi karyawan yang memiliki
prestasi yang baik, penghargaan yang dimaksud bukan sekedar pemberian insentif
namun penghargaan yang lebih ke arah tanggung jawab dan pengakuan atas prestasi
masing-masing. Dari pernyataan tersebut terlihat adanya indikasi bahwa
perusahaan kurang memberikan motivasi yang baik terhadap para karyawannya
sehingga hal ini mengakibatkan karyawan menjadi kurang bersemangat dan
kurang termotivasi dalam bekerja yang
akhirnya berdampak pada ketidakpuasan kerja.



Dapat
dikatakan bahwa kepuasan kerja karyawan sangat mempengaruhi dalam mencapai
tujuan perusahaan yang tentunya harus memperhatikan motivasi kerja yang
terkait. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “Analisis Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
pada Mawar Bakery & Cake Shop Setia Budi Medan




Berdasarkan
latar belakang masalah yang ada maka perumusan masalah dalam penelitian ini
yaitu : “Apakah ada hubungan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan
pada Mawar Bakery & Cake Shop Setia Budi Medan”?.







Sesuai dengan
pokok permasalahan yang telah diuraikan, tujuan penelitian ini adalah: “Untuk
mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada Mawar
Bakery & Cake Shop Setia Budi Medan”.








Sebagai sarana
dan bahan masukan yang diperlukan oleh perusahaan untuk memberikan tambahan
informasi tentang hubungan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan
sehingga pelaksanaan dan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.







Sebagai bahan
perbandingan dan referensi dalam melakukan penelitian dengan objek atau masalah
yang sama di masa yang akan datang, maupun oleh penelitian lanjutan.







Memperluas
wawasan dan pengetahuan penulis dalam memahami seberapa besar hubungan
faktor-faktor motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.






Download
lengkap Versi Word
















Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.