Rabu, 17 Juni 2015

Penerapan PSAK no.23 dan PSAK no.44 Dalam Pengakuan dan Pengukuran Pendapatan pada Perum Perumnas Regional I

Julita Sinamo
Perum Perumnas Regional 1 adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang didirikan berdasarkan PI' No.29 Tahun 1974. Perusahaan ini bertujuan untuk mewujudkan perumahan dan pemukiman yang layak dan terjangkau berdasarkan rencana tata ruang yang mendukung pengernbangan wilayah secara berkelanjutan, Perum Perumnas Regional I mengalami permasalahan dalam melaksanakan kegiatannya yaitu "Mengapa kebijakan akuntansi perusahaan dalam hal pengakuan dan pengukuran pendapatan belum sesuai secara keseluruhan dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) khususnya PSAK nomor 23 dan PSAK nomor 44 7" Berdasarkan analisis dan evaluasi terhadap data yang diperoleh maka diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Perusahaan telah menerapkan PSAK No.23 dan PSAK No.44 dalam pengakuan dan pengukuran pendapatannya namun belum sesuai secara keseluruhan. 2. Ketidaksesuaian itu yaitu dalam hal pendapatan sewa, penghitungan bunga yang digabungkan dalam penghitungan HPP, pendapatan penjualan inventaris kantor, pendapatan denda, ketidakkonsistenan dalam mcnggunakan nama perkiraan/ akun. Adapun kendala yang dihadapi Perum Perumnas Regional I sehingga terjadi ketidaksesuaian tersebut yaitu 1. Sistem akuntansi berbasis komputer pada perusahaan belum berjalan sempurna, 2. Karyawan perusahaan termasuk juga bagian akuntansi bekerja menurut ketentuan yang telah ada sejak dulu tanpa memperhatikan perkembangan ilmu akuntansi yang ada. 3. Variasi waktu penyewaan sehingga perusahaan menggunakan cash basis untuk mempermudah pencatatan pendapatan yang bervariasi tersebut, Sesuai dengan kesimpulan di atas maka penulis mencoba memberikan beberapa saran yang dapat berguna bagi Perum Perumnas Regional I yaitu : 1. Pendapatan sewa dicatat dengan menggunakan accrual basis sehingga laba yang disajikan tidak terlalu besar atau terlalu kecil. 2. Bunga seharusnya dihitung tersendiri dan dikenakan jika masa cicilan lebih dari satu tahun. 3. Pendapatan penjualan inventaris kantor dan pendapatan sewa dicatat sebagai keuntungan atau kerugian pada periode berjalan. 4. Konsisten dalam penggunaan nama perkiraan/akun dan menyajikan dengan jelas apa saja yang merupakan pendapatan non operasional dan juga perusahaan sebaiknya mencantumkan satuan mata uang yang digunakan dalam pelaporan Iaba ruginya.



Contoh Skripsi Akuntansi:Pengawasan Internal Atas Aktiva TetapDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini  Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi, contoh skripsi pendidikan agama islam, skripsi fakultas pendidikan.


Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.