BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Stres dapat diartikan sebagai suatu reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan dan ketegangan emosi (Sunaryo, 2004). Timbulnya stres pada seseorang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor pemicu. Menurut Girdano berdasarakan faktor pemicunya stres secara umum dapat dibagi menjadi empat jenis stres yaitu: stres kepribadian (personality stress), stres psikososial (psychosocial stress), stres bioekologi (bio-ecological stress) dan stres kerja (job stress) (Hilda, 2008). Antara keempat jenis stres di atas stres kerja merupakan salah satu jenis stres yang banyak ditemui, terutama di negara-negara maju. Beehr dan Franz mendefinisikan stres kerja sebagai suatu proses yang menyebabkan orang merasa sakit, tidak nyaman atau tegang karena pekerjaan, tempat kerja atau situasi kerja yang tertentu (Atok, 2010). Penelitian yang dilakukan The National Institute Occupational Safety and Health (NIOSH) menunjukkan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan rumah sakit atau kesehatan memiliki kecenderungan tinggi untuk terkena stres kerja atau depresi (Rahman 2010), sedangkan American National Association for Occupational Health (ANAOH) menempatkan kejadian stres kerja pada perawat berada diurutan paling atas pada empat puluh pertama kasus stres kerja pada pekerja. Hal ini bisa disebabkan oleh tugas-tugas perawat yang sering monoton dan kondisi ruangan yang sempit, biasa dirasakan oleh perawat yang bertugas di bagian bangsal. Tuntutan untuk bertindak cepat dan tepat dalam menangani pasien biasanya dihadapi oleh perawat diruang gawat darurat atau bagian kecelakaan. Disamping itu, menurut Sari perawat yang bertugas di rumah sakit jiwa menemukan kesulitan untuk berkomunikasi baik dengan pasiennya, disamping itu ia harus tetap waspada akan tingkah pasien yang terkadang bisa saja dapat membahayakan bagi keselamatan jiwa si perawat (Rahman, 2010). Pada penelitian yang dilakukan pada perawat-perawat yang bekerja di rumah sakit jiwa, Dawkins dkk tahun1998 melacak enam kategori stresor pada perawat jiwa, yaitu karakteristik pasien yang negatif, masalah pengorganisasian administrasi, keterbatasan sumber daya, penampilan staf, konflik staf dan masalah penjadwalan (Rahman, 2010). Pada penelitian yang dilakukan Azhar (2010) tentang gambaran stres perawat di rumah sakit jiwa, dari 54 perawat yang diberikan kuesioner tentang pengukuran tingkat stres, didapati 13 perawat mengalami stres. Penelitian yang dilakukan Kmawati (2008) tentang Stres Perawat di Instalasi Rawat Inap RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang didapati bahwa gejala yang timbul pada stres perawat pada penanganan pasien dengan perilaku kekerasan yang dijumpai di rumah sakit jiwa meliputi sedih, menghindar, emosi, marah, kelelahan, lebih waspada, intonasi suara jadi tinggi, berpikir tidak realistis, dan khawatir. Atas pertimbangan data-data tersebut di atas yang mendorong penulis untuk meneliti lebih lanjut mengenai tingkat stres kerja pada perawat, dan penelitian tingkat stres ini ditujukan bagi perawat psikiatri yang bekerja di unit rawat inap Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2011. 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Jiwa tahun 2011. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara Tahun 2011. 1.3.2. Tujuan Khs 1. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Jiwa berdasarkan jenis kelamin. 2. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap di Rumah Sakit Jiwa berdasarkan usia perawat. 3. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap di Rumah Sakit Jiwa berdasarkan masa kerja. 4. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap di Rumah Sakit Jiwa berdasarkan beban kerja. 5. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap di Rumah Sakit Jiwa berdasarkan jumlah pasien yang dirawat per minggu. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi pihak Rumah Sakit Jiwa Bahan masukan bagi pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara mengenai tingkat stres kerja pada perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Jiwa 2. Bagi perawat di Rumah Sakit Jiwa Menambah wawasan dan pengetahuan perawat rumah sakit jiwa seputar tingkat stres yang mungkin dialaminya dan memberikan upaya yang dilakukan mengatasi stres yang mungkin dialami.
Rabu, 17 Desember 2014
Download Skripsi Kedokteran:Tingkat Stres Kerja Pada Perawat Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar