Rabu, 17 Desember 2014

Download Skripsi Kedokteran:Karakteristik Penderita Ottitis Media Supuratif Kronis

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Otitis media supuratif kronik adalah suatu radang kronis telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga (ottorhea) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah. (Soepardi, 2007). Jenis otitis media supuratif kronis dapat terbagi 2 jenis, yaitu OMSK tipe benigna dan OMSK tipe maligna. Otitis media merupakan masalah utama sebelum antibiotik ditemukan pada pertengahan 1930-an dan sampai sekarang masalah otitis media masih sering muncul di negara kita (Paparella MM, 1994). Para peneliti mendapat persentase yang berbeda mengenai jenis bakteri pada OMSK. Adenin Adenan (1973) mendapatkan Proteus sp sebagai kuman yang dominan (48%) dan perbandingan kuman gram negatif dan positif adalah 3 : 1. Brook (1979) dan Palca (1965) mengatakan bakteri aerob yang sering dijumpai pada OMSK adalah Pseudomonas aeruginosa, Proteus sp, Stafilokokus. Finegald (1981) menemukan kuman aerob yang dominan adalah Pseudomonas aeruginosa (36 dari 68 penderita) sedangkan Proteus sp hanya 7 dari 68 penderita (Nursiah, 2003). Beberapa faktor yang dapat menyebabkan otitis media akut menjadi otitis media kronis yaitu terapi yang terlambat diberikan, terapi tidak adekuat, virulensi kuman yang tinggi, daya tahan tubuh yang rendah (gizi buruk) atau hygiene buruk. (Djaafar ZA, 2007). Gejala otitis media supuratif kronis antara lain otorrhoe yang bersifat purulen atau mukoid, terjadi gangguan pendengaran, otalgia, tinitus, rasa penuh di telinga dan vertigo. OMSK dapat menyebabkan gangguan pendengaran sehingga menimbulkan dampak yang serius terutama bagi anak-anak, karena dapat menimbulkan pengaruh jangka panjang pada komunikasi anak, perkembangan bahasa, proses pendengaran, psikososial dan perkembangan kognitif serta kemajuan pendidikan. Komplikasi intra kranial yang serius lebih sering terlihat pada eksaserbasi akut dari OMSK berhubungan dengan kolesteatom seperti abses ekstradural, abses subdural, tromboflebitis, meningitis, abses otak dan hidrosefalus otitis (Djaafar ZA, 2007; Helmi, 2005) Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan penyakit infeksi telinga yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Di negara berkembang dan negara maju prevalensi OMSK berkisar antara 1-46%, dengan prevalensi tertinggi terjadi pada populasi di Eskimo (12-46%), sedangkan prevalensi terendah terdapat pada populasi di Amerika dan Inggris kurang dari 1%. Di Indonesia menurut Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran, Depkes tahun 1993-1996 prevalensi OMSK adalah 3,1% populasi. Usia terbanyak penderita infeksi telinga tengah adalah usia 7-18 tahun, dan penyakit telinga tengah terbanyak adalah OMSK.( Soetjipto D, 2007; Boesoirie S, 2007) Dari survei pada 7 propinsi di Indonesia pada tahun 1996 ditemukan insiden Otitis Media Supuratif Kronik (atau yang oleh orang awam dikenal sebagai "congek") sebesar 3% dari penduduk Indonesia. Dengan kata lain dari 220 juta penduduk Indonesia diperkirakan terdapat 6,6 juta penderita OMSK.( Abes T G, 2001) Sampai saat ini belum adan data mengenai otitis media supuratif kronik di RSUP H. Adam Malik selama kurun waktu 2 tahun terahir. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita otitis media supuratif kronik di RSUP H. Adam Malik dari periode 2008- 2009. 1.2. Ruman Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka diperlukan suatu penelitian tentang bagaimanakah karakteristik penderita otitis media supuratif kronik di RSUP H. Adam Malik.pada tahun 2008-2009. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran karekteristik otitis media supuratif kronik di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2008-2009. 1.3.2. Tujuan Khs Yang menjadi tujuan khs pada penelitia ini adalah: 1. Mengetahui jumlah penderita OMSK(otitis media supuratif kronik) yang berobat di RSUP H. Adam Malik selama 2008-2009 2. Melihat kecendrungan peningkatan atau penurunan angka kejadian otitis media supuratif kronik pada tahun 2008-2009.

Contoh Skripsi Kedokteran:Karakteristik Penderita Ottitis Media Supuratif Kronis

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini




Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.