Selasa, 16 Desember 2014

Download Skripsi Kedokteran:Hubungan Pelurusan Rambut (Rebonding) Dengan Kejadian Rambut Rontok

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara biologis sebenarnya rambut kepala tidak mempunyai fungsi penting bagi manusia. Rambut kepala mencerminkan gambaran sosial yang merupakan mahkota keindahan bagi wanita serta lambang kejantanan bagi pria. (Supardiman, Lily. 2002) Rambut adalah struktur solid yang terdiri atas sel yang mengalami keratinisasi padat, berasal dari folikel epidermal yang berbentuk seperti kantong yang tumbuh ke dalam dermis. Rambut normal dan sehat, tampak berkilat, elastis, tidak mudah patah, serta dapat menyerap air. Komposisi rambut terdiri atas karbon 50,60%, hidrogen 6,36%, nitrogen 17,14%, sulfur 5,0%, dan oksigen 20,80% (Pusponegoro, Erdina H.D. 2002). Rambut juga merupakan salah satu adneksa kulit yang terdapat pada seluruh tubuh kecuali telapak tangan, telapak kaki, kuku, dan bibir (Soepardiman, Lily. 2010). Jenis rambut pada manusia pada garis besarnya dapat digolongkan 2 jenis, yaitu; rambut terminal, rambut kasar yang mengandung banyak pigmen, terdapat di kepala, alis, bulu mata, ketiak, dan genitalia eksterna, serta rambut velus, rambut halus sedikit mengandung pigmen, terdapat hampir di seluruh tubuh. (Soepardiman, Lily. 2010) Berkurangnya rambut kepala dapat menimbulkan stres psikis terutama pada wanita. Mekanisme pertumbuhan dan kerontokan rambut kepala dapat berlangsung secara fisiologik maupun patologik oleh faktor-faktor luar dan dalam tubuh, antara lain status gizi, hormonal, pemakaian obat, strespsikologik dan lain sebagainya. (Supardiman, Lily. 2002) Kerontokan rambut adalah kehilangan rambut terminal dalam bentuk apapun dan dimanapun asal mula terjadinya yang berkisar lebih dari 100 helai per hari. (Brown, Robin Graham dan Tony Burns; Pusponegoro, Erdina H.D. 2002) Siklus aktivitas folikel rambut terdiri dari; fase katagen/regresi, merupakan fase transisi antara anagen dan telogen. Fase katagen berlangsung selama beberapa minggu (+/- 2 minggu) dan jumlah rambut normal pada fase ini adalah < 1%. Selanjutnya fase telogen/istirahat, Fase ini belangsung selama 2-4 bulan (90-100 hari). Rambut normal pada fase ini adalah 5-10%. Selanjutnya adalah fase anagen/pertumbuhan yang merupakan fase aktif. Pada keadaan normal 90-95% rambut kepala berada dalam fase ini. Lamanya fase anagen ditentukan secara 13drener, dapat berlangsung selama 2-10 tahun dengan rata-rata sekitar 1000 hari. Lama fase anagen menetukan panjang rambut. (Pusponegoro, Erdina H.D. 2002) Kerontokan rambut dapat dibagi menjadi telogen effluvium, anagen effluvium, kerontokan rambut kongenital, kerontokan rambut akibat kelainan batang rambut, kerontokan rambut akibat trauma, kerontokan rambut akibat obat, dan kerontokan rambut akibat gangguan hormonal. (Supardiman, Lily. 2002) Dalam teorinya, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan rambut rontok, diantaranya karena penyakit akut, penyakit kronis, kelainan endokrin, dan obat-obatan (Pusponegoro, Erdina H.D. 2002). Selain itu, rambut rontok juga 14dre disebabkan karena aktivitas penataan rambut yang berlebihan, termasuk aktivitas pelurusan rambut. Pelurusan rambut akan mengakibatkan folikel rambut menjadi lemah, dan akan menyebabkan kerusakan pada struktur rambut, sehingga akan meningkatkan resiko kerontokan rambut. (Lana, Clara.2011) Melihat kondisi mahasiswi FK yang sangat marak menjadikan rebonding (pelurusan rambut) sebagai bentuk perawatan dan estetika rambut mereka, maka penulis ingin meneliti apa sebenarnya efek atau akibat yang ditimbulkan dari rebonding (pelurusan rambut) terhadap terjadinya kerontokan rambut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, terdapat beberapa masalah atau pertanyaan, yaitu: 1. Bagaimana pengaruh rebonding (pelurusan rambut) terhadap kesehatan rambut seseorang? 2. Berapa besar aktivitas rebonding (pelurusan rambut) terhadap terjadinya rambut rontok? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan umum Mengetahui pengaruh rebonding (pelurusan rambut) terhadap terjadinya rambut rontok. Tujuan Khs Yang menjadi tujuan khs dalam penelitian ini adalah: 1. Melihat jumlah mahasiswi FK stambuk 2008 sampai 2010 yang melakukan rebonding (pelurusan rambut). 2. Melihat jumlah mahasiswi FK stambuk 2008 sampai 2010 yang mengalami kerontokan rambut akibat rebonding (pelurusan rambut).

Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan Pelurusan Rambut (Rebonding) Dengan Kejadian Rambut Rontok

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini




Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.