Rabu, 05 November 2014

Skripsi Mechanical Engineering:Uji Eksperimental Optimasi Laju Perpindahan Kalor Dan Penurunan Tekanan Pengaruh Jarak Baffle Pada Alat Penukar Kalor Tabung Cangkang Dengan Susunan Tabung Segitiga



BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Salah satu
proses dalam sistem pembangkit tenaga adalah proses pendinginan untuk mendinginkan mesin-mesin
pada sistem. Proses pendinginan ini
memerlukan beberapa kebutuhan atau syarat temperatur tertentu dalam prosesnya, sehingga sistem dapat berjalan
dengan baik. Sementara, di sisi lain, mungkin,
terdapat medium yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai media pendingin. Jika kasusnya seperti ini, akan
diperlukan suatu alat yang dapat memanfaatkan
media pendingin yang berpotensi itu untuk kebutuhan proses pendinginan tersebut, yaitu Alat Penukar Kalor
(APK).
Ada banyak jenis-jenis Alat
Penukar Kalor, namun APK jenis cangkang dan
tabung (Shell and Tube Heat Exchanger) masih yang terbanyak digunakan di dunia industri dibandingkan dengan jenis
lainnya. Salah satu keuntungan APK ini adalah
konstruksinya dapat dipisah-pisah, tidak merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu APK jenis ini dapat untuk dikembangkan lagi. Salah satu penggunaannya terdapat pada proses pendinginan
pada sistem pembangkit tenaga PLTGU unit
I dan II PT. PLN (Persero) KITSU sektor Belawan, SicanangMedan. Alat yang
digunakan dinamakan Close Cooling Water Heat Exchanger (CCWHE), berupa APK
jenis cangkang dan tabung. APK ini digunakan untuk memanfaatkan air laut sebagai pendingin air
demineralisasi, air demineralisasi ini kemudian
dimanfaatkan untuk mendinginkan oli mesin,
dengan APK yang berbeda yang
dinamakan Oil Cooler, sehingga
sifat-sifat oli tetap terjaga.
Temperatur air demineralisasi
masuk CCWHE 42, o C dan temperatur
keluar yang diharapkan adalah o C. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan temperatur pada proses
pendinginan ini, diperlukan suatu APK
yang efektif yang dapat diperoleh melalui perancangan yang dilanjutkan dengan pengujian secara eksperimental pada
tingkat kemampuannya.
Dalam pemakaian APK ini, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk
memperoleh perpindahan panas yang optimum untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, yaitu jenis fluida, laju
aliran, suhu, penurunan tekanan, laju perpindahan
kalor, dimensi tabung dan cangkang, jarak baffle, baffle cut, snan tabung, jarak pitch, dan jenis material.
Baffle pada APK cangkang, tabung adalah sangat penting untuk dibahas dalam memperbaiki atau meningkatkan unjuk
kerja termal. Baffle juga diperlukan untuk
mendukung keberadaan tabung dan
membentuk pola aliran silang disepanjang tabung tersebut. Tunggul [1]
mengemukakan bahwa jarak maksimum antara
sekat (maximum spacing) adalah diameter dalam cangkang, dan minimum 1/5 dari diameter dalam cangkang. Apabila
jarak antara sekat itu dibuat terlalu jarang,
maka aliran fluida akan aksial sehingga tidak terdapat aliran yang melintang sebaliknya kalau jarak antara sekat
dibuat terlalu sempit menimbulkan bocoran
yang berlebihan antara sekat dan cangkang.
Perubahan pemasangan baffle dengan posisi tegak lurus dari beberapa variasi jarak dengan sendirinya memberi
implikasi terhadap bentuk zona aliran maupun
pola alirannya yang pada gilirannya akan dapat mempengaruhi unjuk kerja termal dan penurunan tekanan. Dalam
penggunaannya pada APK, baffle dengan type segmental yang dipasang tegak lurus
terhadap tabung atau arah aksial APK.
Sekat (baffle) yang terpasang tegak lurus tabung akan mengakibatkan arah aliran sebagian fluida dalam cangkang, melintas tegak lurus (transversal) terhadap bundle tabung dan kondisi demikian
akan meningkatkan efek turbulensi.
Aliran tersebut sangatlah
komplek, namun demikian dapat memberi dampak perpindahan kalor konveksi yang lebih baik
disatu sisi, tetapi kurang baik terhadap
penurunan tekanan di sisi lain.
Dengan kata lain proses aliran
dan perpindahan kalor di sisi tabung sangat bergantung kepada ukuran tabung itu sendiri,
jarak pitch, snan tabung, tipe baffle,
jarak baffle, baffle cut, dan celah antara baffle dan shell. Tunggul [2] mengemukakan bahwa besarnya pemotongan sekat
berkisar antara 15-45% diameter
sekatnya, sebab pada kondisi ini akan terjadi perpindahan panas yang baik serta penurunan tekanan (pressure drop)
tidak terlalu besar. Pertimbanganpertimbangan operasi menjadi hal yang sangat
penting di dalam memilih baffle cut mana
yang akan digunakan.
Dari segi operasi dan
pemeliharaan suatu APK cangkang tabung, snan tabung
adalah hal yang sangat prinsip karena dapat mempengaruhi besar penurunan tekanan pada aliran fluida. Penurunan
tekanan dalam sisi cangkang, sangat
dipengaruhioleh faktor gesekan dan laju
aliran masa fluida. Besarnya faktor
gesekan dalam sisi cangkang, yang
berkorelasi langsung dengan bilangan Reynold.
Oleh karena itu dalam sebuah
tahap memperkirakan kinerja atau APK, bahwa
begitu diketahui konfigurasinya maka akan tampaklah perbedaannya, namun sayangnya tidak selalu mengetahui banyak
hal dari sistim tersebut sebelum perencanaannya
lengkap. Setiap APK didesain sedemikian rupa agar dapat melakukan pertukaran energi kalor dari suatu
media ke media lain atau perpindahan
kalor antara dua atau lebih fluida yang berbeda suhunya, dengan luas permukaan yang minimum dan kondisi operasi
yang efektip serta konstruksi yang kokoh, maka pada penelitian ini jenis APK yang
direncanakan adalah jenis cangkang,
tabung yang terdiri satu cangkang, atau dengan satu laluan tabung serta dilengkapi dengan beberapa baffle.
Pada penelitian ini yang akan
diamati dan dianalisa unjuk kerja termal dan penurunan tekanan suatu APK jenis
cangkang, tabung snan segitiga
yang dipengaruhi oleh pemasangan
baffle dalam berbagai variasi posisi jarak, dimana pada sisi tabung dialiri fluida dingin yaitu
air laut dan pada sisi cangkang, dialiri fluida panas yaitu air demineralisasi. Dalam
hal ini unjuk kerja termal dinyatakan dalam
angka koefisien perpindahan kalor menyeluruh dan penurunan tekanan.
1.2. Perumusan dan Batasan
Masalah 1.2.1. Perumusan masalah Dalam penelitian ini, penulis membatasi
masalah pada analisa koefisien perpindahan
kalor menyeluruh dan penurunan tekanan pada APK jenis cangkang, dan tabung dengan snan tabung segitiga dengan variasi nilai jarak baffle, dimana pada tabung dialiri fluida dingin
berupa air laut dan pada cangkang, dialiri
fluida panas berupa air demineralisasi. Dalam penelitian ini dirumuskan masalah yang ditinjau yaitu berapa jarak
baffle optimal dan angka koefisien perpindahan panas menyeluruh (overall heat
transfer coefficient) dan penurunan tekanan.
1.2.2. Batasan masalah Batasan
masalah dalam penelitian ini yaitu pengujian dilakukan dengan rencana awal data yang ditetapkan sebagai
berikut : 1. Dengan 6 (enam) variasi
jarak baffle yaitu pada 40 mm, 44 mm,49 mm, mm, 63 mm dan 73 mm. Laju aliran massa air demineralisasi
(fluida panas) adalah 0,2 kg/det dengan
rencana suhu masuk 42, C dan fluida
dingin adalah air laut dengan laju
aliran massa 0,2kg/det.
2. APK ini merupakan hasil rancang bangun yang
didasarkan atas perhitungan teoritis
dengan metode trial and error dan sebagai data hasil pengujian yang diamati dan diperoleh berupa suhu air keluar
yang diukur dengan menggunakan alat ukur
Termo Resistance PT-100 ohm dan perbedaan tekanan pada sisi cangkang, diukur
menggunakan manometer air pipa U serta variabel lain yang dibutuhkan juga diukur dengan
alat-alat ukur standar lainnya.
1.3. Tujuan penelitian Adapun
tujuan penelitian pada skripsi ini, adalah: a.
Menganalisa APK cangkang, dan tabung secara eksperimental dengan variasi jarak baffle untuk mendapatkan data
laju perpindahan kalor dan penurunan
tekanan.
b. Untuk mendapatkan nilai jarak baffle yang
optimal pada APK cangkang, dan tabung snan
segitiga.
1.4. Manfaat Penelitian Adapun
manfaat penelitian pada skripsi ini, adalah: a.
Menghasilkan informasi nilai jarak baffle yang optimal untuk APK cangkang, dan tabung snan tabung segitiga yang
dapat digunakan untuk perancangan APK.
b. Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi bidang APK cangkang, dan
tabung snan tabung segitiga.
c. Sebagai pengembangan wawasan penelitian
secara eksperimental pada laboratorium
Departemen Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara.
1.5. Metode Pengumpulan Data Adapun
metode pengumpulan data dalam skripsi ini, dilakukan dengan cara: a.
Study Lapangan, dimana penulis melakukan eksperimen pada APK di Laboratorium
Perpindahan Panas Departemen Teknik Mesin .
b. Study Literatur, dimana penulis melakukan
penelaahan dari buku-buku yang
berhubungan dengan permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini.




cer� [ e ' ��E xmG n>Study Lapangan, dimana penulis melakukan
pengamatan langsung dari APK pada
Laboratorium Perpindahan Panas
Departemen Teknik Mesin .b.
Study Literatur, dimana penulis melakukan penelaahan dari buku-buku yang berhubungan dengan permasalahan yang
dibahas dalam tugas akhir ini.

Skripsi Mechanical Engineering:Uji Eksperimental Optimasi Laju Perpindahan Kalor Dan Penurunan Tekanan Pengaruh Jarak Baffle Pada Alat Penukar Kalor Tabung Cangkang Dengan Susunan Tabung Segitiga

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.