Jumat, 24 Oktober 2014

Skripsi Psikologi:Perbedaan Penyesuaian Diri Terhadap Perubahan Fisik Wanita Dewasa Madya Bekerja Dengan Tidak Bekerja



BAB I PENDAHULUAN
I. A. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan dan
penyesuaian diri memiliki kaitan yang sangat erat. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan tidak akan
dapat berjalan tanpa adanya penyesuaian diri.
Penyesuaian diri merupakan usaha individu untuk mengubah tingkah laku, agar
terjadi hubungan yang baik antara
dirinya dan lingku ngan (Kristiyani, 2001) . Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang mencakup respon
mental dan tingkah laku individu, yaitu individu
berusaha keras agar mampu mengatasi konflik dan frustrasi karena terhambatnya kebutuhan dalam dirinya, sehingga tercapai
keselarasan dan keharmonisan antara diri sendiri dengan lingkungannya (Schneiders, 1964).
Menurut Mu’tadin (2002) pada
dasarnya penyesuaian diri memiliki dua aspek yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial.
Pertama adalah penyesuaian pribadi yaitu kemampuan individu untuk menerima dirinya
sendiri sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan
sekitarnya. Sementara itu aspek ke dua adalah penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial terjadi
dalam lingkup hubungan sosial tempat individu hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Hubungan-hubungan
tersebut mencakup hubungan dengan
masyarakat sekitar tempat tinggalnya, keluarga, sekolah, teman atau masyarakat
luas secara umum. Penyesuaian diri
pribadi mengandung elemen perubahan dan diri sendiri yang meliputi penyesuaian jenis kerja setiap hari /
minggunya, sedangkan penyesuaian diri sosial mengandung perubahan dan orang lain yang
meliputi penyesuaian dengan teman sekerja / pemimpin, penyesuaian dengan lingkungan tempat
dimana ia bekerja, serta penyesuaian dengan
peraturan serta batasan yang berlaku selama waktu kerja. Setiap manusia harus
dapat menyesuaikan diri mau itu
penyesuaian diri pribadi maupun sosial tidak terkecuali wanita dewasa (Qomariyah, 2006).
Masa dewasa merupakan periode
yang panjang dalam rentang kehidupan manusia.
Gallagher, Lachman, Lewkowictz,
& Peng (2001) (dalam Santrock, 1995), menyatakan bahwa masa dewasa ditandai dengan tanggung
jawab yang berat dan beragam, menurut perannya
yaitu tanggung jawab sebagai seorang yang menjalankan rumah tangga, perusahaan, membesarkan anak, dan mungkin
merawat orang tua mereka, serta mulai menata karir yang baru. Selain itu juga harus
menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis yang terjadi seperti perubahan dalam penampilan,
perubahan dalam kesehatan, dan perubahan dalam seksual (Hur lock, 1999).
Masa dewasa dialami oleh individu
saat berusia antara 40 sampai 60 tahun, masa ini terbagi kedalam dua subbagian, yaitu : usia
madya dini yang membentang antara usia 40 hingga 50 tahun dan usia madya lanjut yang
terbentang antara usia 50 hingga 60 tahun. Masa dewasa madya ditandai oleh adanya
perubahan-perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan
fisik, sering pula diikuti oleh penurunan daya ingat walaupun banyak yang mengalami
perubahan-perubahan tersebut lebih lambat sehingga terlihat lebih jelas daripada masa lalu
(Hurlock, 1999).
Menurut Papalia (2008) dimana pada masa ini
kemampuan fisik dan perubahan fisik psikologi
sangat jelas nampak. Sebagian besar orang dewasa madya cukup realitis untuk menerima perubahan penampilan, kinerja indra,
motor, dan sistemik, dan dalam kapasitas reproduktif / seksual dan sebagian dari mereka
mengalami sexual renaissance (puber kedua) (papalia, 2002).
Havinghurst (dalam Hurlock, 1996)
mengatakan bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat periode tertentu
dari kehidupan setiap individu. Jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke
arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas
berikutnya. Apabila gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.
Hurlock (1991) menyatakan salah satu bentukbentuk penyesuaian diri dewasa yaitu
penyesuaian diri terhadap perubahan fisik. Hal ini didukung oleh penelitian Dirgayunita (2006)
bahwa wanita dewasa madya menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dengan melakukan
beberapa usaha dalam menghadapi dengan menjaga
kesehatan (fitness, senam, berkerudung) agar tetap terlihat cantik, muda dan
percaya diri.
Pada saat dewasa madya perubahan
fisik organ tubuh mereka mengalami penurunan secara fungsi. Lapisan lemak jadi tebal dan
kulit menjadi keriput. Tak hanya fisik, kemunduran
secara psikis juga berlangsung secara bersamaan. Kualitas feminin seperti kecantikan, daya tarik, vitalitas, daya ingat,
daya dengar, daya fikir, dan fungsi-fungsi psikis lainnya, mengalami proses kemunduran yang
nyata. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan berbagai penyesuaian dan konflik secara
psikis. Stres dan depresi sangat mungkin terjadi.
Diperparah dengan perasaan
melankolis yang rentan mendominasi. Merasa sudah tua dan tidak menarik lagi (Monks, 1998).
Merill & Verbrugge (dalam
Papalia, 2008) mengatakan beberapa perubahan fisiologis merupakan akibat dari usia dan genetik, faktor
perilaku dan gaya hidup yang dimulai dari masa muda dapat mempengaruhi kecenderungan,
penentuan waktu, dan luas perubahan fisik.
Untuk alasan yang sama, kebiasaan
kesehatan dan gaya hidup pada masa paruh baya mempengaruhi apa yang terjadi pada tahun-tahun
berikutnya. Sejumlah perubahan fisik menandai masa dewasa, beberapa perubahan mulai
tampak lebih awal di usia 30 tahun, tetapi pada beberapa titik/bagian di usia 40 tahun,
menurunnya perkembangan fisik menunjukkan bahwa masa dewasa madya telah datang. Ada
beberapa perubahan fisik pada dewasa yang mulai tampak dari awal usia 30 tahun, seperti
timbulnya uban, kulit mulai keriput, gigi yang menguning, tubuh semakin lama semakin pendek,
sulit melihat objek-objek yang jauh, penurunan
pada sensitivitas pendengaran, menopause, penurunan kebugaran fisik (Santrock, 1995).
Tugas-tugas perkembangan pada
masa dewasa madya salah satunya ialah menerima dan penyesuaian diri dengan
perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini.
Dalam hal ini perubahan-perubahan
seperti perubahan dalam penampilan, perubahan dalam kemampuan indra, perubahan pada keberfungsian
psikologis (Hurlock, 1996).
Ketika dewasa madya mengalami
perubahan fisik seperti yang halnya tugas-tugas perkembangan dewasa madya dimana dewasa madya
dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan
fisik tersebut, dimana penyesuaian diri (adjustment) dapat didefinisikan
sebagai interaksi individu yang
berkelanjutan dengan diri individu itu sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia individu. Ketiga faktor ini
secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balik,
mengingat individu secara konstan juga mempengaruhinya.
Penilaian tentang baik buruknya penyesuaian diri tergantung dari nilainilai
yang dianut oleh individu tersebut dan situasi dimana perilaku berperan.
Perilaku yang mungkin tampak normal
dalam suatu situasi bisa menjadi tidak normal dan suatu situasi bisa menjadi tidak normal dalam situasi yang
berbeda. Apa yang kelihatannya seperti penyesuaian diri baik menurut suatu perangkat nilai dapat
dilihat buruk menurut perangkat nilai lain (Calhoun & Acocella, 1995) Semua wanita
dewasa madya dapat menerima dan penyesuaikan diri terhadap perubahan fisiknya ini tergantung pada
kemampuan dirinya didalam menerima perubahan yang terjadi apakah dia sudah menerima dan
mengatasi masalahnya atau tidak, juga tergantung
dari bagaimana cara berfikir mereka terhadap perubahan tersebut, "cara
berfikir yang positif atau yang
negatif" penyesuaian diri terhadap perubahan fisik adalah sesuatu yang sulit bagi wanita dewasa madya karena mereka
harus dapat berubah penampilannya. Bila seseorang mempunyai cara berfikir yang
positif maka ia akan dapat menyesuaikan diri pada perubahan fisik yang dialaminya tetapi jika ia
berfikir secara negatif mengenai perubahan fisik yang dialaminya maka ia akan bersikap
kurang menyesuaikan diri, Cash (dalam Calhoun
& Accocella, 1995). Sejalan dengan hal tersebut Dirgayunita (2006) dalam penelitiannya menyatakan penyesuaian diri
terhadap perubahan fisik yaitu wanita dewasa madya melakukan beberapa usaha dalam
menghadapi dengan menjaga kesehatan (fitness, senam, diet, minum vitamin dan jamu), merubah
penampilan (berdandan, menyemir rambut, berkerudung)
agar tetap terlihat cantik, muda dan percaya diri.

Skripsi Psikologi:Perbedaan Penyesuaian Diri Terhadap Perubahan Fisik Wanita Dewasa Madya Bekerja Dengan Tidak Bekerja

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.