BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Alam
menyediakan begitu banyak
energi. Potensi sumber
daya alam dapat digunakan untuk
kebutuhan dan kepentingan
manusia. Menurut proses pembentukannya, sumber daya alam dapat dibagi
menjadi dua yaitu sumber daya yang dapat
diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam
yang tidak dapat
diperbaharui seperti minyak
bumi, batu bara,
dan gas alam.
Sedangkan
sumber daya alam
yang dapat diperbaharui
yaitu energi angin,
energi panas matahari,
dan air. Energi
terbaharui mendapat energi
dari aliran energi
yang berasal dari proses alam
yang berkelanjutan. Oleh sebab itu pemanfaatan energi alam yang berkelanjutan kini banyak diteliti dan
dikembangkan.
Banyak
sumber daya alam
terbarukan yang ada
di Indonesia yang
belum dimanfaatkan secara optimal
seperti energi angin,
energi air, energi surya dan lainnya.
Pemanfaatan
energi terbarukan dapat
mencegah terjadinya kenaikan
jumlah karbon dioksida atau CO2 pada lapisan atmosfer yang menyebabkan
pemanasan global. Pada sebuah surat
kabar The Atjeh
Post pada Rabu
1 Juni 2011,
”International Energy Agency (IEA)
mengungkapkan bahwa kenaikan emisi karbondioksida CO2 pada tahun 2010 sebesar 1.6 gigaton (Gt), saat
diakumulasikan kenaikan karbondioksida di tahun 2010
menjadi 30.6 Gt,
Nicholas Stern dari
London School of
Economics bahkan mengklaim,
jika hal ini terus berlangsung pada 2100, suhu Bumi akan naik 4 derajat Celcius”.
Salah
satu energi terbarukan
yang saat ini
mendapatkan perhatian yang
besar di dunia tentang pemanfaatannya adalah energi
angin dikarenakan karena sifatnya yang terbarukan, berkelanjutan
dan ramah lingkungan.
Banyak negara yang
telah terlebih dahulu
mengembangkan pembangkit listrik
tenaga angin. Jerman
mempunyai turbin angin sebanyak 11.000 buah, Belanda telah
memproduksi 2000 MW pada tahun 2007 dan
Spanyol memproduksi 10.000 MW pada tahun 2010 (Edelstein,William A.2003).
Jual skripsi Tabel 1.1 Produksi Listrik Di
Beberapa Negara Sampai Tahun 2002 (sumber:
Edelstein,William A.2003) Penelitian ini
juga diharapkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi krisis energi yang terjadi di Indonesia khjual
skripsisnya di daerah Sumatera Utara.
Dalam sebuah siaran pers
PLN pada tanggal
8 Maret 2011,
saat ini pasokan
daya untuk sistim Sumatera
Utara sebesar 1.447
MW, sedangkan kebutuhan
pasokan disaat beban puncak (peak
load) 1.339 MW.
Sekarang ini sistim
kelistrikan untuk wilayah Sumatera Bagian Utara, dipasok dari sejumlah
pembangkit yang telah tersedia dengan realisasi daya
mampu rata-rata sekitar
1.517 MW. Sementara
itu, kondisi beban puncak (peak
load) pada sistim
kelistrikan yang sama
sebesar 1.365 MW.
Dengan cadangan daya
yang sangat terbatas
ini, diperkirakan tak
akan mampu menghindari terjadinya
pemadaman jika salah
satu pembangkit utama
menjalani pemeliharaan, sehingga
dibutuhkan upaya untuk
lebih memperbesar cadangan
daya dengan menambah
pembangkit listrik baru.
Untuk memenuhi peningkatan
kebutuhan energi listrik
tentunya membangun pembangkitan
energi listrik yang
me mbutuhkan perencaan yang
matang dan daerah operasi yang luas serta biaya yang cukup besar.
Namun angin di kawasan wilayah Indonesia
mempunyai kecepatan dan arah yang selalu berubah-ubah.
Menurut Karwono (2008),
pada turbin angin
poros horisontal pemanfaatannya
harus diarahkan sesuai
dengan arah angin
yang paling tinggi kecepatannya.
Konstruksi turbin angin
Vertikal Axis Savonius
yang dapat memanfaatkan
potensi angin dari
segala arah, konstruksi
sederhana, dan tidak Jual
skripsi memerlukan tempat pemasangan
yang begitu luas
serta menghasilkan momen
yang besar merupakan
suatu pertimbangan penulis
dalam memilih jenis
turbin angin ini.
Hal
inilah yang membuat
penulis ingin melakukan
analisa pada turbin
angin yang dapat
digunakan pada kondisi
tersebut yaitu dengan
mengembangka n turbin angin vertikal
axis Savonius.
1.2
TUJUAN PENELITIAN Tujuan
penelitian pengaruh jumlah sudu dan kecepatan angin terhadap daya dan putaran turbin angin Vertikal Axis Savonius
adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh jumlah sudu terhadap besarnya daya dan putaran yang dihasilkan turbin angin.
2.
Untuk mengetahui pengaruh kecepatan angin terhadap daya dan putaran yang dihasilkan
turbin angin 3. Mencari nilai koefisien
daya dari turbin angin Savonius yang telah dirancang.
1.3
RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH 1.3.1 Rumusan Masalah Dalam
penelitian turbin angin
Vertikal Axis Savonius
yang terkonsentrasi pada pengaruh
jumlah dan profil sudu terhadap daya dan putaran yang dapat dibangkitkan turbin ini yang kemudian dikonversikan dalam
bentuk energi listrik.
Daya
dan putaran yang
dihasilkan turbin angin
tentu bervariasi terhadap penggunaan jumlah dan profil sudu yang digunakan
serta kecepatan angin yang akan melalui
turbin ini. Berdasarkan data klimatologi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika (BMKG) Sumatera
Utara tanggal 22
Mei 2010, kecepatan
angin berkisar 1
– 6,5 m/s
untuk daerah Sumatera
utara, maka penulis
akan melakukan pengujian
pada kecepatan angin
pada interval 3
– 6 m/s.
Sebagai perbandingan, digunakan
data kecepatan angin
dari pengukuran Laboratorium
Teknik Pendingin selama
seminggu mulai dari
tanggal 28 Juni
2011 sampai 4
Juli 2011 yang
diukur diatas gedung Pasca
Sarjana Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera
Utara. Dari data
yang diperoleh pada
akhir bulan Juni
2011 kecepatan nominal angin antara 1 sampai 5 m/s, sedangkan
pada awal bulan Juli 2011 menurun menjadi
1 sampai 3 m/s.
Jual skripsi Adapun jumlah sudu yang digunakan
yaitu 3, 4 dan 6. Tujuan penggunaan sudu 3, 4 dan 6 adalah untuk mengetahui pengaruh
penambahan jumlah sudu dan jumlah sudu yang
optimal dalam mengekstrak energi angin serta
memberi kemudahan bagi penulis dalam pemasangan
sudu turbin terhadap
sudut 3 o . Sedangkan
profil sudu turbin yang
digunakan yaitu profil
sudu lengkung dengan
jari-jari r 198
mm (seperti pada gambar
lampiran).
0 komentar:
Posting Komentar