BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG Aluminium
(Al) adalah unsur kimia dengan nomor atom 13 dan massa atom 26, 9815. Unsur ini mempunyai isotop alam:
Al-27. Sebuah isomer dari Al-26 dapat meluruhkan
sinar dengan waktu paruh 1 tahun.
Aluminium berwarna putih keperakan,
mempunyai titik lebur 659,7 o C dan
titik didih 2.05 o C, serta berat jenisnya
2,699 gr.cm - (pada temperatur 20 o C).
Termasuk dalam kelompok Boron dalam
unsur kimia (Al-13) dengan massa jenis 2,7 gr.cm - . Jari-jari atomnya adalah 117,6 pikometer (1x1 -10 m). Alumunium adalah unsur terbanyak ketiga
yang ditemukan di bumi setelah Oksigen
dan Silikon. Jumlahnya sekitar 7,6% dari berat kerak bumi. Aluminium mudah dilengkungkan dan
dibuat mengkilat, serta larut dalam asam
klorida dan asam sulfat berkonsentrasi di atas 10%, tetapi tidak larut dalam asam
organik.
Aluminium ditemukan pada tahun 1825 oleh Hans
Christian Oersted. Baru diakui secara pasti oleh F. Wohler pada tahun 1827.
Sumber unsur ini tidak terdapat bebas,
bijih utamanya adalah Bauksit. Penggunaan Aluminium antara lain untuk pembuatan kabel, kerangka kapal terbang, mobil
dan berbagai produk peralatan rumah tangga.
Senyawanya dapat digunakan sebagai obat, penjernih air, fotografi serta sebagai ramuan cat, bahan pewarna, ampelas dan
permata sintesis (Sudira dan Sato.1992).
Terdapat beberapa sifat penting yang dimiliki
Aluminium sehingga banyak digunakan
sebagai Material Teknik, diantaranya: −
Penghantar listrik dan panas yang baik (konduktor).
− Mudah
difabrikasi − Ringan (besi ± 8,1 gr/cm ) − Tahan korosi dan tidak beracun − Kekuatannya rendah, tetapi paduan
(alloy) dari Aluminium bisa meningkatkan sifat mekanisnya .
Aluminium banyak digunakan sebagai peralatan
dapur, bahan konstruksi bangunan dan
ribuan aplikasi lainnya dimanan logam yang mudah dibuat dan kuat.
Jual skripsi Walau konduktivitas listriknya
hanya 60% dari tembaga, tetapi Aluminium bisa digunakan sebagai bahan transmisi karena
ringan. Aluminium murni sangat lunak dan tidak kuat, tetapi dapat dicampur dengan
Tembaga, Magnesium, Silikon, Mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk
sifat-sifat yang menguntungkan. Campuran logam ini penting kegunaannya dalam konstruksi
mesin, komponen pesawat modern dan
roket. Logam ini jika diuapkan di vakum membentuk lapisan yang memiliki reflektivitas tinggi untuk cahaya yang tampak
dan radiasi panas. Lapisan ini menjaga logam
dibawahnya dari proses oksidasi sehingga tidak menurunkan nilai logam yang dilapisi. Lapisan ini digunakan untuk
memproteksi kaca teleskop dan masih banya kegunaan lainnya.
Banyaknya penggunaan Aluminium dalam kehidupan
sehari-hari baik itu dalam rumah tangga
maupun industri akan membuat limbah Aluminium
semakin banyak. Jika hal ini tidak di tangani denga cepat maka limbah
ini akan memberikan dampak yang buruk
bagi lingkungan, limbah Aluminium dapat mencemari tanah dan juga air. Oleh karena itu perlu dilakukan daur
ulang (recycle) dari limbah Aluminium, hasilnya
dapat digunakan dalam keperluan rumah tangga maupun dalam pembuatan material teknik.
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan
suatu bahan bekas menjadi bahan baru
dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku
yang baru, mengurangi penggunaan energi,
mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan
dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah
padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan
pembuatan produk/material bekas pakai,
dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, dan
Recycle) (Sudira dan Sato.1992).
Salah satu cara daur ulang adalah dengan
proses peleburan. Unsur Silikon termasuk
dalam salah satu campuran yang paling baik untuk Aluminium, diamana hasil paduan dari kedua unsur ini lebih ringan
dibandingkan dengan besi atau baja, ketahanan
korosi yang baik, dan mampu mesin yang baik.
Proses peleburan adalah salah satu cara
mendaur ulang limbah Aluminium atau Aluminium
sekrap, Silikon merupakan salah satu unsur pencampur yang baik karena Jual skripsi dapat memperbaiki sifat mekanis
Aluminium. Beberapa jenis penggunan hasil paduan ini pada pembuatan material teknik seperti
roda gigi, head cylinder, dan piston memiliki standar dalam kekuatan dan kekuatan
tarik tertentu agar dapat digunakan dengan
aman. Oleh karena itu penting kiranya dilakukan penelitian sifat kekerasan dan ketangguhan dari Aluminium daur ulang
(recycle) ini.
Dari penelitian sebelumnya di Departemen
Teknik Mesin yang dilakukan oleh saudara
M. Wirza didapat bahwa unsur Silikon mempengaruhi nilai kekerasan dan kekuatan tarik Aluminium coran dengan kadar
optimum Silikon 5,14%. Dari grafik kekerasan
pada penelitian tersebut peningkatan kadar Silikon akan meningkatkan kekerasan, namun meningkatnya kekrasan
tersebut disebabkan oleh bertambahnya kadar
Fe didalam coran Aluminium. Pada hasil uji tarik penelitian tersebut didapat juga kadar optimum Silikon 5,14% dengan
tegangan maksimum 94,31 MPa.
1.2. PERUMUSAN MASALAH Perubahan temperatur
penuangan pada proses pengecoran Aluminium akan mempengaruhi laju pembekuan dan menyebabkan
tejadinya cacat porositas, sehingga akan
mempengaruhi sifat mekanis yaitu ketangguhan impak (impact
toughness) dan kekerasan
(hardness) coran Aluminium sekrap. Semakin meningkatnya temperatur penuangan akan menghasilkan bentuk struktur
mikro dan sifat mekanis yang berbeda, sebab
semakin tinggi temperatur penuangan akan menyebabkan banyak gas Hidrogen yang terjebak.
1.3. HIPOTESA Riset ini akan mengkaji
bagaimana pengaruh penuangan terhadap nilai ketangguhan
impak (impact toughness) dan
kekerasan (hardness) coran Aluminium sekrap. Dengan memvariasikan temperatur
penuangan Aluminium coran diduga nilai ketangguhan
impak (impact toughness) dan kekerasan
(hardness) akan menurun.
1.4. TUJUAN 1.
Untuk mengetahui pengaruh temperatur penuangan terhadap ketangguhan impak(impact
toughness) dan kekerasan (hardness) Aluminium coran.
2.
Melihat struktur mikro dari coran Aluminium sekrap dengan variasi
temperatur penuangan.
Jual skripsi 3. Sebagai data awal yang dapat digunakan untuk
pemanfaatan bahan Aluminium sekrap yang
ditambah Silikon (Al-Si) sebagai material teknik.
1.5. BATASAN MASALAH Dalam penelitian ini,
bahan yang digunakan adalah Aluminium sekrap dari bekas minuman kaleng, masalah yang dibahas
hanya ketangguhan dan kekerasan Aluminium sekrap ditambah 5% Silikon dengan
variasi temperatur tuang yaitu : 680°C, 700°C, 720°C, 740°C, dan 760°C.
1.6. MANFAAT 1. Bidang Akademis a.
Dengan penelitian ini penyjual skripsin dapat menerapkan ilmu dari teori
yang dipelajari dengan praktek langsung
dalam pengecoran Alumunium.
b. Penyjual
skripsin dapat memberi pengetahuan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan guna referensi penelitian
selanjutnya.
0 komentar:
Posting Komentar