Sabtu, 25 Oktober 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Sistem Rekrutmen Terhadap Penempatan Kerja Pada Kantor Direksi PT. Perkebunan



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat
penting dalam pencapaian tujuan
perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada sejauh mana perusahaan mampu memanfaatkan
peluang dan mengatasi ancaman dari
lingkungan eksternal dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya berkualitas yang tersedia
merupakan kekayaan (asset) yang
tidak ternilai bagi perusahaan. Perusahaan berusaha memperoleh dan menempatkan karyawan yang tepat sesuai dengan
bidang keahliannya masingmasing agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Sistem
rekrutmen dan penempatan kerja karyawan
lakukan sesuai dengan potensi sumber daya manusia.
Pelaksanaan rekrutmen terhadap
calon karyawan dimaksudkan agar perusahaan
dapat memperoleh karyawan yang berkualitas dan mampu merealisasikan tujuan perusahaan. Prinsip the
right man on the right place harus merupakan
pegangan bagi manajer personalia dalam menempatkan karyawan dalam perusahaan.
Kegagalan dalam melakukan rekrutmen
dan penempatan kerja akan mempengaruhi
kinerja karyawan yang selanjutnya menjadi penghambat bagi proses pencapaian tujuan perusahaan. Sistem
rekrutmen dan penempatan kerja yang
dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan bertujuan agar tercapainya tujuan perusahaan serta kesulitan
dalam mencari dan melatih karyawan dapat
dihindari.

Menurut Sastrohadiwiryo
(2002:162), penempatan (placement) merupakan salah satu aspek yang penting dalam proses
perencanaan sumber daya manusia, karena
mempunyai hubungan yang erat dengan efesiensi dan keadilan (setiap karyawan diberikan peluang yang sama untuk
berkembang).
Menurut Sastrohadiwiryo
(2002:162), penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan
yang lulus seleksi untuk dilaksanakan
sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggungjawabkan segala resiko dan
kemungkinan-kemungkinan yang terjadi
atas tugas dan pekerjaan, wewenang serta tanggung jawab. Penempatan ini harus didasarkan pada deskr ipsi pekerjaan dan sfesipikasi
pekerjaan yang telah ditentukan, serta
berpedoman kepada prinsip “Penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang yang
tepat untuk jabatan yang tepat”.
Penempatan yang tepat yang
terdiri dari kesesuaian kemampuan akademis, kesesuaian pengalaman, kesesuaian kesehatan
fisik dan mental, dan kesesuaian status
perkawinan juga merupakan suatu cara untuk mendapatkan orang-orang yang tepat, sehingga tujuan perusahaan yang
telah direncanakan akan berhasil.
Dengan penempatan yang tepat,
gairah kerja, mental kerja, dan kinerja karyawan akan mencapai hasil yang optimal bahkan
kreativitas karyawan dapat berkembang.
Perusahaan akan mengalami
kesulitan di masa yang akan datang apabila perusahaan
tersebut tidak menempatkan
karyawan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Salah satu dari kesulitan itu dapat berupa turunnya semangat kerja karyawan serta tingginya labour turn
over (tingkat keluar masuknya karyawan). Sistem rekrutmen yang efektif
mungkin agar memperoleh karyawan yang
sesuai dengan potensi sumber daya manusia dan sesuai pada tempatnya (the right man on the right place).
Menurut Mathis (2006:227),
perekrutan adalah sebagai proses penarikan sejumlah calon yang berpotensi untuk diseleksi
menjadi karyawan atau dapat juga diartikan,
penarikan (recruitment) adalah masalah penting dalam pengadaan tenaga kerja. Penarikan berhasil jika banyak pelamar yang memasukkan lamarannya ke perusahaan sehingga peluang
untuk mendapatkan karyawan yang baik
terbuka lebar dan perusahaan dapat
memilih terbaik dari yang baik.
Pelaksanaan sistem rekrutmen yang
efektif yang dilakukan sesuai dengan tujuan,
sesuai dengan peraturan dan dengan cara yang benar terhadap calon karyawan dimaksudkan agar perusahaan
memperoleh karyawan yang berkualitas dan
mampu merealisasikan tujuan perusahaan sehingga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan perusahaan.
Kegagalan dalam melakukan sistem
rekrutmen dapat mempengaruhi penempatan kerja
karyawan pada suatu perusahaan.
PT. Perkebunan Nusantara III merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang
perkebunan dan mempunyai komitmen untuk
mengembangkan usahanya dengan maksimal dan menciptakan lingku ngan yang mendorong karyawan
mengembangkan potensinya. Visi PT.
Perkebunan Nusantara III , yakni
menjadikan perusahaan agro-industri berbasis
perkebunan yang tangguh dan kompepetitif di pasar global dapat diwujudkan
dengan dilakukannya sistem rekrutmen dan
penempatan kerja karyawan yang sesuai dengan prinsip the right
man on the right place dan ditempatkan
sesuai diskr ipsi pekerjaan dan sfesipikasi pekerjaan melalui program program yang telah dirancang untuk
mendapatkan karyawan yang tepat dan berkualitas.
Sistem rekrutmen karyawan di PT. Perkebunan Nusantara III dilakukan
sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sumber rekrutmen yang dilakukan
pada PT. Perkebunan Nusantara III berasal dari dalam dan luar perusahan yang masing-masing memiliki
kelebihan dan kekurangan. Karyawan yang
direkrut dari dalam perusahaan merupakan karyawan yang sedang promosi jabatan dan transfer jabatan sedangkan
karyawan yang direkrut dari luar adalah karyawan
yang direkrut dari luar perusahaan karena alasan tertentu seperti ada posisi
yang kosong dikarenakan pensiun dan dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh pihak PT.
Perkebunan Nusantara III . Karyawan yang
direkrut dari luar perusahaan mengikuti on the job training yang tujuannya untuk menyesuaikan diri karyawan dengan pekerjaan.
Survey awal yang dilakukan oleh
peneliti, metode rekrutmen yang dilakukan
PT. Perkebunan Nusantara III menggunakan
metode terbuka dan tertutup. Metode
rekrutmen terbuka dipublikasikan ke masyarakat umum melalui media cetak dan eletronik, diharapkan
lamaran banyak masuk sehingga kesempatan
untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas lebih besar. PT.
Perkebunan Nusantara III juga menggunakan sistem rekrutmen yang tertutup yang hanya diketahui oleh orang-orang
yang tertentu saja. Sistem rekrutmen
tertutup sifatnya terlalu pribadi atau kekeluargaan. Metode tertutup hanya diinformasikan kepada para karyawan atau
orang-orang tertentu saja, akibatnya lamaran yang masuk relatif sedikit sehingga
kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang
sesuai dengan kebutuhan perusahaan sulit dan proses penempatan yang dilakukan tidak
sesuai dengan spesifikasi keahlian dalam melakukan pekerjaan pada perusahaan tersebut.
Tabel 1.1 menunjukan jumlah
karyawan pelaksana yang direkrut dan diterima
dari tahun 2007-2009 : Tabel 1.
Jumlah Pelamar Bagian SDM Dari Tahun 2007-2009 Jumlah Pelamar(Orang ) Jumlah pelamar yang diterima (Orang) 2007 179 2008
85 2009
134 Sumber: PT. Perkebunan Nusantara III (Desember 2009 ) Tabel 1.1 memperlihatkan
bahwa banyak pelamar yang memasukkan lamarannya sehingga peluang PT. Perkebunan Nusantara III untuk mendapatkan
karyawan yang baik terbuka lebar, karena perusahaan dapat memilih terbaik dari yang baik, berkualitas, dan dapat
ditempatkan pada jabatan yang tepat.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Sistem Rekrutmen Terhadap Penempatan Kerja Pada Kantor Direksi PT. Perkebunan

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.