Sabtu, 25 Oktober 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Hambatan Berpindah (Switching Barrier) Terhadap Loyalitas Pelanggan Kartu Simpati






A. Latar Belakang
Perusahaan sebagai suatu organisasi pada umumnya mempunyai tujuan
tertentu yang hendak dicapai. Dalam usaha
untuk mencapai tujuan-tujuan
tersebut,
perusahaan mempunyai cara ataupun metode tersendiri untuk
mengembangkan usahanya, Menarik minat
calon pembeli dan mempertahankan
para pelangganya. Persaingan perusahaan saat ini bukan hanya
sebatas menarik
konsumen untuk
mengkonsumsi produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
melainkan menerapkan berbagai cara untuk
mempertahankan para pelangganya,
karena pada dasarnya Menciptakan pelanggan yang loyal adalah
hal penting bagi
sebuah perusahaan,
karena biaya untuk menarik pelanggan yang baru ternyata
lebih besar daripada biaya untuk
mempertahankan pelanggan yang ada.


Loyalitas pelanggan
merupakan dorongan perilaku untuk melakukan
pembelian secara berulang-ulang dan untuk membangun
kesetiaan pelanggan
terhadap suatu
produk atau jasa yang
dihasilkan oleh
perusahaan tersebut
membutuhkan waktu
yang lama melalui suatu proses pembelian yang berulangulang tersebut (Olson
dalam Trisno Musanto,2004).


Banyak pakar pemasaran
berpendapat loyalitas pelanggan adalah muara
yang sebenarnya dari rangkaian aktivitas pemasaran, bukan
kepuasan pelanggan.


Kesimpulan ini dikuatkan
oleh kenyataan bahwa pelanggan yang puas tak
menjamin akan melakukan pembelian berulang (repeat
purchase). Pelanggan
loyal yang
melakukannya.
Akan tetapi, selain dari
kepuasan pelanggan, ada
batasan-batasan
yang juga menentukan loyalitas
pelanggan. Batasan-batasan tersebut disebut dengan Hambatan
Berpindah
atau Switching
Barrier.


Switching barrieradalah faktor-faktor yang mempersulit ataumembebankan biaya bagi konsumen jika
beralih ke penyedia produk atau jasa lain
(Jones et. al dalam Claes 2003:4). Switching barrier juga
dapat didefinisikan
sebagai kesulitan
untuk berpindah ke penyedia produk atau jasa lain yang
dirasakan oleh konsumen yang tidak puas
dengan layanan yang ada saat ini, atau
beban keuangan/finansial, beban sosial dan beban psikologis
yang dirasakan
pelanggan ketika
beralih ke penyedia produk atau jasa lain (Fornell dalam Kim et.


al 2004:149), dengan
kata lain, switching barrier memaksa para konsumen untuk
tetap menggunakan produk atau jasa
perusahaanya saat ini.


switching barrierterdiri atas tiga jenis, yaituswitching cost (biayaberpindah), attractiveness of
alternatives
(hal yang menarik dari
beberapa
alternatif) dan
interpersonal relationship (hubungan antar perorangan) (Jones et.


al dalam Claes 2003:4).
Sementara itu menurut Budi Suharjo (Palupi, 2003),
switching barrier tidak hanya berdasarkan
pertimbangan ekonomis, melainkan
juga berkaitan dengan faktor psikologis, sosial, fungsional
dan ritual. Faktorfaktor inilah yang menyulitkan pelanggan untuk beralih ke
produk atau jasa lain
sehingga pelanggan
tetap menggunakan produk atau jasa yang dipilihnya.


Perkembangan Teknologi
Komunikasi di Indonesia selalu berjalan dari
masa ke masa. Sebagai negara yang sedang berkembang, selalu
mengadaptasi
berbagai teknologi
Informasi hingga akhirnya tiba di suatu masa dimana
Teknologi dan Komunikasi menjadi suatu
kebutuhan. Perkembangan Teknologi
komunikasi ditandai dengan Pertumbuhan bisnis seluler GSM
(Global System for
Mobile
Communication) berkembang sangat pesat. Meningkatnya minat dan
kebutuhan akan telepon seluler (ponsel)
mengakibatkan permintaan simcard yang
cukup tinggi dan ikut mendorong pertumbuhan populasi ponsel
di Indonesia.


Telkomsel yang bergerak
dalam bidang Telekomunikasi dan Multimedia
Indonesia memberikan kemudahan kepada para pelangganya dalammenyelesaikan pertanyaan seputar
Telekomunikasi, Telkomsel merupakan
perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar di
Indonesia untuk jasa
seluler, hal ini
dapat ditunjukkan pada table 1.1 dibawah ini Tabel 1.


Tiga Besar Pangsa Pasar
Kartu GSM (Global System for Mobile
Communication) di Indonesia Jenis Kartu ProviderJumlah Pengguna (dalam Juta) Telkomsel 1.simPATI 2.AS 3.HALO Total 59212Indosat ( IM3)Excelcomindo (XL)Sumber : www.kompas.co.id,www.jps.co.id,
www.telko m.co.id
( November2009)Salah satu produk Telkomsel yang menjadi Leader saat ini
adalah
simPATI, seperti
yang ditunjukkan pada Tabel 1.1 dimana hingga saat ini
digunakan oleh 59 juta pelanggan pada
akhir tahun 2009( www.telkom.co.id,
November 2009). Sebagai kartu prabayar GSM isi ulang pertama yangdiluncurkan Telkomsel tahun 1997, kartu
prabayar simPATI ( Sistem ko munikasi
cepat dan pasti ) terus dikembangkan dalam upaya memenuhi
keinnginan dan
kebutuhan
pelangganya .


Pada persaingan
yang sangat ketat, kartu simPATI tetap mampu bertahan
dari para pesainggnya seperti Indosat (
Mentari, IM3, StarOne), XL, Axis, dan 3
yang mencoba menawarkan tarif yang lebih murah, hal ini
dikarenakan simPATI
memiliki jumlah
pelanggan yang banyak dengan
tarif Rp 0,5/detik yangmenghubungkan 82 juta orang, selain itu yang membuat Kartu
simPATI tetap
bertahan adalah
karena simPATI didukung jaringan luas dengan jumlah BTS
(Base Transceiver Station) terbanyak, hal
ini dapat ditunjukkan pada Tabel 1.2
dibawah ini Tabel 1.


Jumlah BTS (Base
Transceiver Station) Kartu GSM (Global System for Mobile Communication) di
Indonesia Jenis Kartu Provider
Jumlah BTS (dalam Unit)Telkomsel31.




Sumber : www.okezone.com
( November 2009) Kartu simPATI membuktikan keunggulanya dengan Penghargaan yang
diperoleh Kartu simPATI Telkomsel sebagai
Kartu prabayar pilihan utama selama
10 tahun berturut-turut diajang Indonesian Customer
Satisfaction Award(ICSA)(
www.swa.co.id)Pada wawancara prasurvey terhadap 50 orang
mahasiswa Fakultas Hukum
, diperoleh data
44 atau 88% mahasiswa merupakan
pengguna kartu
prabayar simPATI . Beberapa mahasiswa ini menyatakan
beberapa hambatan yang mereka rasakan yang
membuat mereka loyal terhadap
kartu simPATI .
Pada faktor ekonomis misalnya, ada pemakai kartu simPATI
yang menyatakan bahwa tarif pulsa
relatif murah , walaupun banyak kartu
prabayar lain yang memberikan tarif yang lebih murah para
mahasiswa enggan
untuk mengganti
kartu simPATI karena menurut mereka apa yang mereka
dapatkan sesuai dengan biaya yang mereka
keluarkan. Selain itu, pada faktor
Psiko logis, Sosial dan Fungsional para mahasiswa
beranggapan bahwa mereka
sudah nyaman
karena jaringan Kartu simPATI yang luas apalagi Kartu simPATI
merupakan Kartu Gsm terkenal dengan
Kualitas yang bagus.

Penelitian akan
dilakukan pada mahasiswa Fakultas Hukum karena fenomenanya saat ini mahasiswa sudah
terikat dengan
sarana
telekomunikasi yang sudah ada serta mahasiswa merupakan segmen pasar
dari kartu simPATI dan dianggap sudah
cukup mengerti secara teknis maupun
ekonomis mengenai produk kartu prabayar simPATI yang
ditunjukan Pada
penelitian pra
survey terhadap 50 orang mahasiswa Fakultas Hukum , diperoleh 44 atau 88% mahasiswa merupakan
pengguna
kartu prabayar
sinPATI.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Hambatan Berpindah (Switching Barrier) Terhadap Loyalitas Pelanggan Kartu Simpati

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.