BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Semakin meningkatnya perindustrian di era
globalisasi dan kemajuan teknologi yang
terus berkembang. Hal ini mengakibatkan munculnya benda-benda tak habis pakai ( limbah ) menumpuk karena
tidak semuanya limbah dapat di daur ulang
menjadi hal yang bermanfaat, sehingga keberadaannya yang terus meningkat menjadi masalah di setiap negara khsnya
di Indonesia.
Dalam mengurangi dampak kerusakan
lingkungan para peneliti berusaha mencari
solusi untuk menangani pencemaran lingkungan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung kampanye dunia “Going Green”
yang belakangan ini menjadi isu utama
dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih. Banyak upaya yang dilakukan dimulai dari penerapan teknologi
ramah lingkungan (Green Technology),
bangunan ramah lingkungan (Green Building) yang mengadopsi triple zero yaitu zero energy, zero emission
dan zero waste untuk bangunan yang ramah
lingkungan.
Bersamaan dengan meningkatnya
skala pembangunan menunjukkan juga semakin
banyak kebutuhan beton di masa yang akan datang. Beton merupakan campuran antara semen, agregat kasar, agregat
halus, air dan dengan atau tanpa bahan
tambahan lainnya dengan perbandingan tertentu. Banyak segi keuntungan yang diperoleh dari beton, seperti memiliki
kekuatan yang besar terhadap tekan, mutu
dapat direncanakan sesuai kebutuhan dan mudah dirawat serta memerlukan biaya yang murah dalam pengangkutan,
pencetakan, dan perawatannya.
Melihat fenomena di atas, banyak orang mencoba
memanfaatkan limbah untuk digunakan
dalam campuran beton. Namun tidak menghilangkan sifat beton asli pada normalnya. Salah satunya adalah
molase (limbah tetes tebu).
Molase atau yang sering disebut
tetes tebu adalah sisa dari kristalisasi gula yang berulang-ulang sehinggal tidak
memungkinkan lagi untuk diproses menjadi gula. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan
molase sebagai campuran ternak.
Molase sangat memungkinkan untuk meningkatkan kuat
tekan beton. Seperti halnya pada zaman
Belanda banyak bangunan air seperti saluran maupun bendungan memakai tetes tebu untuk menambah
kekuatan lekat dan kekedapan air.
Misalnya limbah tetes tebu yang dulunya
hanya dijual begitu saja, kemungkinan
jika diolah sedikit saja akan menghasilkan zat yang bernilai ekonomi. Jika limbah tetes tebu ini bisa
dijadikan zat peningkat kuat beton pasti nilai ekonominya akan lebih tinggi. Hal ini
mendasari saya untuk menggunakan limbah
tetes tebu sebagai bahan tambah dalam pembuatan beton.
1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian Adapun
tujuan penulis dalam penelitian untuk tugas akhir ini sebagai berikut: 1.
Mengetahui workability beton
segar yang menggunakan bahan limbah pabrik
gula (tetes tebu) sebagai bahan tambah dalam campuran beton.
2. Mengetahui perilaku mekanik beton yang
menggunakan limbah tetes tebu sebagai
penambahan pada semen dalam campuran beton dan membandingkannya dengan beton normal. Perilaku
mekanik yang diteliti meliputi: kuat
tekan dankuat tarik belah.
3. Untuk mengetahui waktu ikat pasta semen
dengan penambahan tetes tebu.
4.
Sebagai informasi awal kepada masyarakat umum bahwa limbah pabrik gula (tetes tebu) dapat dimanfaatkan pada
campuran beton.
1.3 Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi
cakupan / ruang lingkupnya agar tidak
terlalu luas. Pembatasan masalah meliputi : 1.
Mutu beton yang direncanakan adalah f’c 20 Mpa.
2. Menggunakan bahan campuran limbah pabrik gula
(tetes tebu).
3. Penambahan kadar tetes tebu yang digunakan sebanyak 0.25%, 0.5%, 0.75% dan 1% dari penggunaan semen.
4. Benda uji yang digunakan adalah silinder
dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, 5.
Perawatan beton dengan cara perendaman di air.
6. Pengujian waktu ikat semen untuk semua
variasi.
7. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 14
dan 28 hari untuk semua variasi.
8. Pengujian kuat tarik belah dilakukan pada
umur 14 dan 28 hari untuk semua variasi.
Gambar 1.1Benda uji silinder 1.4 Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian tugas
akhir ini adalah kajian eksperimental di
Laboratorium Bahan Rekayasa Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik . Adapun tahap-tahap
pelaksanaan penelitian sebagai berikut :
1.
Penyediaan bahan penyn beton : batu pecah, pasir, semen dan bahan tambahan(tetes tebu).
2. Pemeriksaan bahan penyn beton.
•
Analisa ayakan agregat halus dan agregat kasar • Pemeriksaan berat jenis dan absorbsi agregat
halus dan agregat kasar.
•
Pemeriksaan berat isi pada agregat halus dan agregat kasar.
•
Pemeriksaan kadar Lumpur (pencucian agregat kasar dan halus lewat ayakan no.200).
•
Pemeriksaan kandungan organik (colorimetric test) pada agregat halus.
3. Mix design (perancangan campuran) Penimbangan/penakaran bahan penyn beton
berdasarkan uji karakteristik f’c 20 Mpa.
4. Pengujian kuat tekan beton dan kuat tarik
belah menggunakan benda uji silinder,
serta pengujian waktu ikat semen dengan alat vicat apparatus.
Tabel 1.1 Distribusi pengujian benda uji
silinder Variasi Tetes Tebu Kuat Tekan Beton Kuat Tarik Belah Umur Jumlah Benda Uji Beton Normal Umur 14 Hari Umur 28 Hari 3
3 12 Tetes Tebu 0.25% Umur 14 Hari Umur 28 hari 3 3 12 Tetes
Tebu 0.5% Umur 14 Hari Umur 28 Hari 3 3 12 Tetes
Tebu 0.75% Umur 14 Hari Umur 28 hari 3 3 12 Tetes
Tebu 1% Umur 14 Hari Umur 28 hari 3 3 12 Total 60 Total
jumlah benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tekansebanyak 15 silinder untuk umur 14 hari dan 15 silinder
untuk umur 28 hari.Untuk pengujian kuat
tarik belah sebanyak 15 silinder untuk umur 14 hari dan 15 silinder untuk umur 28 hari.
1.5 Manfaat Penelitian Dari penelitian yang dilakukan diharapkan
dapat memberikan beberapa manfaat bagi
perkembangan teknologi beton, antara lain sebagai berikut : 1. Dari
hasil penelitian ini kiranya dapat kita jadikan suatu acuan bahwa penggunaan limbah tetes tebu sebagai tambahan
komponen pembentuk beton merupakan suatu pilihan (choice) yang patut
dipertimbangkan untuk mendapatkan/merubah
sifat beton tertentu sesuai yang diinginkan.
0 komentar:
Posting Komentar