Minggu, 05 Oktober 2014

Skripsi Arsitektur:Revitalisasi Stasiun Kereta Api Pematangsiantar Arsitektur High-Tech



BAB I PENDAHULUAN BAB PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Peningkatan dan pertumbuhan
jumlah penduduk, industri dan perdagangan merupakan unsur utama dalam perkembangan kota
Pematangsiantar. Keadaan ini juga
diikuti dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Masalah transportasi yang terjadi
di perkotaan seperti di kota Pematangsiantar merupakan hal yang cukup kompleks, yang
diakibatkan oleh: - Pertumbuhan
kepadatan dan pergerakan - Pertumbuhan sarana transportasi yang tidak
memadai - Keterbatasan lahan Hal-hal ini
mengakibatkan terjadinya penambahan beban lalulintas pada ruas-ruas jalan di kota Pematangsiantar yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna, seperti: - Kemacetan lalulintas - Pemborosan waktu dan BBM - Kerusakan lingkungan (polusi udara dan suara)
Salah satu alternatif pemecahannya adalah pengangkutan umum massal yang dipadukan dengan sistem angkutan umum yang
sudah ada di Pematangsiantar, dengan
kriteria: - Kapasitas daya angkut yang
besar - Kecepatan dan tingkat keamanan
yang tinggi - Efisien dan Ekonomis - Berwawasan lingkungan Alternatif sarana
transportasi yang ideal adalah mengembangkan sarana angkutan kereta api yang ada. Pengembangan ini
direncanakan untuk kawasan perkotaan meliputi
– Tebing– Pematangsiantar– Kisaran – Rantauprapat– TanjungBalai.
Direncanakan juga untuk Bandara
Kuala Namu– Pematangsiantar diamana nantinya kota Pematangsiantar sebagai area transit
menuju daerah wisata Danau Toba Parapat sehingga wisatawan tidak perlu harus ke
stasiun dahulu. Diharapkan pengembangan ini mampu menghubungkan
pusat-pusat kegiatan di kota Pematangsiantar
dan sekitarnya dalam bentuk komuter yang mengurangi kepadatan kendaraan bermotor di jalan raya. Angkutan ini
juga digunakan untuk mengangkut barang-barang
hasil perindustrian perkebunan dan perdagangan lainnya untuk dikirim ke kota-kota lain.
Diperkirakan pada masa 10-15
tahun yang akan datang ruas jalan yang ada di kota Pematangsiantar semakin padat dalam menampung
arus kendaraan disebabkan semakin
bertambah jumlah kendaraan, serta tingginya pertumbuhan penduduk dan semakin banyaknya aktifitas perdagangan.
Kondisi stasiun kereta api saat
ini kurang baik dan fasilitasnya kurang memadai. Oleh karena itu keberadaan sistem kereta api di
Pematangsiantar akan ditingkatkan lagi fungsinya,
selain angkutan barang juga dimanfaatkan untuk angkutan penumpang.
Dan melihat peruntukan lahan
stasiun dalam RUTRK kota Pematangsiantar yaitu kawasan perdagangan, maka stasiun ini
dilengkapi dengan fungsi-fungsi komersil untuk menghidupkan fungsi stasiun.
Maksud perencanaan ini adalah
supaya stasiun dapat menampung segala aktifitas yang dibutuhkan dan memberi pelayanan
semaksimal mungkin, sehingga para pemakai
jasa merasa terlayani dengan baik.
1.2 Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dan manfaat
perencanaan dan perancangan fasilitas daur ulang sampah ini adalah: 1. Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas
untuk menunjang sektor-sektor kegiatan
perkotaan 2. Meningkatkan sistem
angkutan umum agar dapat mengakomodasi kebutuhan semua sektor 3. Menyediakan sistem transportasi yang terpadu
antar jenis model angkutan 4. Mendorong
pemakaian kendaraan umum dengan menekan kecenderungan pemakaian kendaraan pribadi 5. Menyediakan sistem angkutan yang aman dengan
mengurangi konflik pejalan kaki dengan
pemakai kendaraan 6. Meningkatkan
fasilitas angkutan barang dan orang dari dan ke kota Pematangsiantar.
1.3
Perumusan Masalah Merencanakan sebuah stasiun kereta api pada umumnya
mempunyai standar-standar perencanaan
yang perlu diperhatikan dan perlu studi banding. Dari rumusan-rumusan yang ada masalah yang akan dihadapi adalah: 1. Minimnya armada kereta api di Pematangsiantar
2. Terbelakangnya teknologi kereta api
di Pematangsiantar 3. Kurangnya fasilias
pendukung keberadaan stasiun kereta api Pematangsiantar 4. Rawannya kecelakaan di sepanjang lintasan
kereta api, polusi udara dan suara, dan
yang lainnya 5. Tidak jelasnya data
pendukung tentang pengembangan stasiun kereta api di Pematangsiantar.
6. Dalam merencanakan bentuk arsitektur yang
berbeda dengan bangunan yang ada di
sekitarnya, yang diwujudkan dalam bentuk disain terpadu pada kawasan tersebut.
1.4 Metoda Pendekatan Untuk menyelesaikan
berbagai permasalahan yang akan dihadapi dalam proses perencanaan dan perancangan stasiun kereta
api dilakukan berbagai pendekatan desain yaitu: − Penambahan jumlah armada kereta api − Penggantian sistem dan teknologi kereta api − Pengembangan jaringan dalam kota (kommuter) − Perubahan sistem jalur secara struktur dan
konstruksi jaringan − Pemberdayaan
potensi stasiun kereta api Pematangsiantar dengan lingkungan sekitarnya.

Mengadakan survei dalam memperoleh data-data dan gambaran akan bagaimana
sebuah stasiun tersebut tersebut
beroperasi.

Studi berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan standar-standar
arsitektur bagi perencanaan sebuah
pabrik daur ulang dan tema arsitektur berkelanjutan.
1.5
Lingkup Batasan Proyek Lingkup batasan
proyek pengembangan perencanaan Stasiun Kereta Api Pematangsiantar
adalah: − Pengembangan jangkauan
jaringan wilayah pelayanan transportasi
meliputi -Kuala
Namu-Tebing-Pematangsiantar-Kisaran-Rantauprapat-Tanjungbalai.

Sebagai area transit bagi daerah tujuan wisata seperti Danau Toba,
Parapat.

Pergantian sistem dan teknologi perkereta apian di Pematangsiantar,
antara lain: Armada kereta
api tidak seperti
sekarang namun sudah
lebih modern Jaringan dalam kota dibuat di atas permukaan
tanah (Fy Over) − Meningkatkan kualitas pelayanan stasiun
kereta api Pematangsiantar (sistem otomatisasi)
− Fungsi stasiun sebagai stasiun
komersil.

Massa bangunan stasiun kereta api Pematangsiantar yang modern dengan penekanan pada struktur bangunan seperti atap,
material bangunan, sistem operasional
dan kapasitas.
1.6
Kerangka Berpikir Sumber: Hasil olah data primer Diagram 1.1 Kerangka
berpikir merancang Perumusan Masalah −
Minimnya armada kereta api di Pematangsiantar.

Terbelakangnya teknologi kereta api di Pematangsiantar.

Kurangnya fasilitas pendukung keberadaan stasiun kereta api Pematangsiantar.

Rawannya kecelakaan di sepanjang lintasan kereta api, − Tidak jelasnya data pendukung tentang
pengembangan stasiun kereta api di
Pematangsiantar.

Dalam merencanakan bentuk arsitektur yang berbeda dengan bangunan yang ada di sekitarnya, yang diwujudkan
dalam bentuk design terpadu pada kawasan
tersebut.
Latar Belakang − Seiring dengan peningkatan dan pertumbuhan
penduduk, industri, dan perdagangan maka
pertumbuhan jumlah kendaraan juga semakin meningkat sehingga menimbulkan kemacetan lalu
lintas.

Keterbatasan lahan untuk menampung jumlah kendaraan.

Mengurangi kerusakan lingkungan (polusi udara dan suara) − Penghematan waktu dan BBM − Memanfaatkan kembali prasarana yang telah ada.
Judul Perancangan Revitalisasi
Stasiun Kereta Api Pematangsiantar Tema
Perancangan Arsitektur High-Tech Data Perencanaan − Data Tapak −
Studi Literatur − Studi Banding − Survei Lapangan − Wawancara Tujuan dan Manfaat − Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas
untuk menunjang sektor-sektor kegiatan
perkotaan.

Meningkatkan sistem angkutan umum agar dapat mengakomodasi kebutuhan semua sektor.

Menyediakan sistem transportasi yang terpadu antar jenis model angkutan.

Mendorong pemakaian kendaraan umum dengan menekan kencenderungan pemakaian kendaraan pribadi.

Menyediakan sistem angkutan yang aman dengan mengurangi konflik pejalan kaki dengan pemakai
kendaraan.

Meningkatkan fasilitas angkutan barang dan orang dari dan ke kota
Pematangsiantar.
Desain Perancangan Konsep
Perancangan Konsep ruang luar, ruang dalam, massa, tema, struktur, dan utilitas.
Umpan balik Analisa Tapak
(Analisa Fisik) View, sirkulasi, orientasi, dll.
Analisa Fungsional (Analisa
Nonfisik) Pengguna, alur kegiatan, dll Programming Program ruang dalam dan
ruang luar Hubungan Antarruang 1.7 Sistematika Penulisan Laporan Secara garis
besar, urutan pembahasan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut: Bab 1 Pendahuluan, berisi kajian
tentang latar belakang pembangunan stasiun kereta api, maksud dan tujuan, masalah perancangan,
lingkup dan batasan, dan metode pendekatan.
Bab 2 Deskripsi Proyek, berisi
tentang pembahasan mengenai terminologi judul, pemilihan lokasi, deskripsi kondisi eksisting,
luas lahan, peraturan dan keistimewaan lahan,
tinjauan fungsi dan studi banding arsitektur dengan fungsi sejenis.
Bab 3 Elaborasi Tema, menjelaskan
tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema, keterkaitan tema dengan judul dan studi
banding arsitektur dengan tema sejenis.
Bab 4 Analisa Perancangan,
menjelaskan tentang analisa kondisi tapak dan lingkungan, analisa fungsional, analisa
teknologi, analisa dan penerapan tema, serta kesimpulan.
Bab 5 Konsep Perancangan, menjelaskan konsep
penerapan hasil analisis komprehensif
yang digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah.

Skripsi Arsitektur:Revitalisasi Stasiun Kereta Api Pematangsiantar Arsitektur High-Tech

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.