BAB I PENDAHULUAN
I.1. LatarBelakang Tuhan
menciptakan manusia, alam, dan hewan beserta isinya sebagai satu kesatuan yang seharusnya tidak terpisahkan. Bilamana
diibaratkan dengan sebuah mobil maka manusia
sebagai pengemudi yang mengatur merawat, dan memelihara alam sebagai mesin yang harus dijaga agar dapat berjalan dengan
baik maka hewan yang menjadi roda merupakan
penggerak ( agar ekosistem dan kehidupan berjalan seimbang ).
Nyatanya, manusia hanya bisa
sebagai pengatur dan lupa untuk merawat serta memelihara alam, sehingga terjadi perusakan-perusakan
alam dan penindasan terhadap hewan
merupakan hal yang biasa dilakukan oleh manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah manusia berhasil memenuhi
kebutuhan hidupnya barulah manusia mulai sadar akan pentingnya untuk menjaga keseimbangan
alam dan ekosistemnya. Munculnya peringatan-peringatan
tentang pemanasan global oleh seluruh dunia sebagai ancaman bencana alam untuk masa kini dan masa
mendatang. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan
perlindungan terhadap hutan-hutan hijau dan penghijauan kembali terhadap hutan yang gundul, menjaga kelestarian
ekosistem laut dan sungai dari segala polusi dan sampah, serta melindungi hewan-hewan beserta
habitat-habitatnya juga hal penting dalam upaya pencegahan bencana tersebut.
Kita juga bisa memulainya dengan
melakukan tindakan kecil yang cukup berarti salah satunya adalah proses yang telah
dilakukan manusia sebagai wujud hidup berdampingan
dengan alam bahkan lebih dari 10.000 tahun yang lalu yaitu memelihara hewan ( yang tidak termasuk kategori
dilindungi ) seperti anjing dan kucing .
memelihara hewan merupakan bukti konkrit
bahwa manusia dan hewan dapat hidup saling berdampingan, sebagai sesama makhluk ciptaan
Tuhan yang bersama-sama bertanggung jawab
dalam menjaga kelestarian alam. Secara sadar atau tidak sadar, hal ini menumbuhkan minat masyarakat untuk memiliki
dan memelihara hewan, dan kini semakin meningkat
karena banyak hal yang bisa kita pelajari dari hewan-hewan peliharaan tersebut.
Di ini, macam-macam faktor yang melatarbelakangi
meningkatnya minat terhadap hewan
peliharaan saat ini dan pada masa yang akan datang adalah: 1. sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia
menjadikannya semakin tinggi tingkatan
masalah yang dihadapi. Masalah-masalah yang semakin rumit ini membuat masyarakat menjadi sangat
individualistis, merasa jenuh terhadap manusia
lainnya. Namun tetap juga pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, mereka perlu memberikan rasa sayangnya kepada
makhluk lain dan begitu juga sebaliknya. Hal ini bisa diberikan juga kepada
hewan-hewan peliharaan yang dianggap
makhluk yang tulus dan tidak berdosa, lebih mampu memahami pemiliknya ( saat sedih, senang, stress, dsb )
dan tidak menuntut lebih terhadap tuannya
( kecuali kebutuhan dasar hewannya, seperti makan-minum, tempat tidur dan lain-lainnya.) 2. Pemelihara hewan bukan hanya orang-orang yang
hobi memelihara hewan saja, namun ada
juga sebagai obat stress/terapi yang bisa menenangkan jiwa dan pikiran kita, dan ini juga menjadikan pembelajaran
yang baik bagi anak-anak. Penelitian memperlihatkan,
anak-anak memperoleh pelajaran yang berharga dari interaksinya dengan binatang. Binatang peliharaan dapat memberikan
kasih sayang, mengisi rasa kesepian, dan
membantu menghilangkan stres 3. Sebagai penjaga keamanan rumah.
. Beberapa kalangan yang hobi memelihara hewan juga untuk sebagai
meningkatkan hokinya, contohnya ikan Laohan
dan ikan Arwana, kedua-dua dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang baik bagi yang memeliharanya.
Salah satu alasan mereka
memelihara hewan adalah untuk menjaga lingkungan rumah mereka dari segala kejahatan ( pencurian
/ perampok ), hewan yang tidak hanya
sebagai penghibur hati namun juga bisa menjadi “bodyguard” rumah mereka. Hal ini dikarenakan hewan-hewan ini
mempunyai penginderaan yang lebih peka
dari manusia, umumnya memakai hewan anjing sebagai solusi hewan yang terbaik bagi kebanyakan masyarakat.
4. Memelihara hewan mengalami perkembangan yang
cukup pesat juga dikarenakan hewan
peliharaan ras yang bilamana dibiakkan akan mendatangkan untung yang cukup besar. Contoh kasus : seekor Rottweiler
yang dibeli dari jerman seharga 800 juta,
anjing ini sering memenangi perlombaan bergengsi, dibiakkan dengan anjing rottweiler betina yang ada ( domestic )
kemudian dari situ diperoleh 5 ekor anak Rottweiler yang dijual dengan harga 200 juta.
Sehingga cukup dengan 2 kali pengembangbiakan
sang pemilik sudah balik modal ditambah untung. Sehingga Tabloid Nova. 4 Desember dapat kita lihat bahwa memelihara hewan saat
ini dan nantinya merupakan salah satu
cara berinvestasi yang baik.
Tabel 1.1 Data Populasi Anjing
Tahun 2005 di Sumatera Utara Sumber :
Bagian Program Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara Tabel 1.2 Jumlah Kasus
Positif Rabies Tahun 2005 di NO.
KABUPATEN JUMLAH 1 11.
Bagian Program Dinas Peternakan
Provinsi Sumatera Utara Semakin tinggi para peminat pemelihara hewan maka
semakin tinggi pula kebutuhan akan
fasilitas pendukung serta kegiatan-kegiatan pemeliharaan hewan. Namun pada kenyatannya di , kondisi objektif
fasilitas-fasilitas yang mewadahi kegiatankegiatan pemeliharaan hewan di belum mendukung / mewadahi secara efektif.
Yaitu: 1. Fasilitas yang satu dengan yang lain
terpisah-pisah 2. Kurang terdukungnya tempat penyelenggaraan
kegiatan-kegiatan hewan-hewan peliharaan,
3. Ketiadaan tempat penitipan hewan,
Sumatera Utara sebagai jalur perdagangan yang strategis, mendatangkan para tenaga kerja
asing ( baik dari dalam negeri maupun yang
dari luar negeri ) yang tinggal di . Dan saat hari libur perayaan atau hari-hari besar keagamaan tiba, mereka
kebanyakan pulang ke kampung halaman mereka
yang berada diluar menyebabkan perlunya
tempat penitipan hewanhewan kesayangan mereka untuk dirawat, disayang dan
dijaga.
4. Keberadaan dokter hewan yang tidak begitu
diketahui keberadaannya cukup menyulitkan
para pemilik hewan.
5. Oleh karena itu dibutuhkan wadah yang dapat
mendukung dan melengkapi segala kebutuhan
medis ( yang paling utama ), penitipan
hewan, kecantikan, dan perlengkapan pada
satu tempat untuk mempermudah setiap pemilik hewan yang datang, supaya hewan-hewan peliharaan ini
terjaga dan terpelihara dengan baik.
Merancang sebuah fasilitas yang
berkaitan dengan memelihara hewan peliharaan secara terpadu. Mulai dari kegiatan jual beli
sampai rekreasi dikemas dalam format yang
bersifat hewani & rekreatif dalam arti memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang mendasar sesuai yang dibutuhkan oleh
masing-masing hewan.
•
Membuka lapangan kerja baru serta menciptakan tenaga-tenaga kerja ahli
yang professional dalam masalah
perawatan dan pemeliharan hewan.
•
Sebagai salah satu wujud partisipasi dalam melawan penyakit rabies dan
penyakit menular hewan lainnya, serta
menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Tujuan •
Sebagai salah satu tempat penjualan hewan-hewan peliharaan terlengkapdi .
•
Menjadikan PetWorld sebagai wadah lapangan kerja, terutama kerjapraktek
bagi calon-calon dokter hewan yang ada
di seluruh Nusantara.
•
Menyediakan wadah yang dapat membantu menagani masalah kesehatan hewan, terutama pencegahan pemberantasan penyakit
hewan peliharaan serta pengobatannya.
•
Menjadikan PetWorld sebagai lapangan usaha komersial yang dapat
menaikkan pendapatan daerah kota .
•
Menambah objek sarana rekreasi di kota yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat I.3. Batasan Masalah Batasan
fungsi Bangunan pada kasus Proyek Petworld yang akan dibuat yaitu: •
Sebagai tempat perawatan kesehatan hewan, penitipan hewan, penjualan
hewan serta perlengkapannya, eksibisi /
event acara dan salon.
•
Karena jumlah hewan peliharaan di dunia sangat banyak ragam jenisnya
maka disesuaikan dengan memanfaatkan
pemahaman dari studi literatur akan kategori hewan peliharaan yang ada di .
•
Penataaan ruang dan bentukan bangunan disesuaikan dengan tema yang akan dibuat sehingga bangunannya mampu
mengkonsumsikan bentuk yang ada dengan fungsi
bangunan yang akan dibuat.
•
Lokasi proyek yang berada pada kawasan kota yang memiliki nilai lahan
yang sangat tinggi perlu dikaitkan
nantinya ke masalah-masalah komersial.
I.4. Lingkup Masalah Masalah yang
akan dibahas dalam merancang bangunan Petworld: •
Bagaimana mewujudkan desain bangunan pada judul proyek ini sehingga
sesuai dengan peruntukkan fungsi
bangunan dan kelayakan studi proyek sesuai dengan kebutuhan pada lokasi proyek.
•
Bagaimana menerapkan prinsip-prinsip tema yang diambil untuk diterapkan
dalam desain bangunan agar sesuai dengan
fungsi bangunan dan prinsip-prinsip estetika dalam teori arsitektur.
•
Pemilihan lokasi proyek
disesuaikan dengan
peruntukan fungsi bangunan berdasarkan literatur dan tata ruang pada
kawasan lokasi.
•
Bagaimana menciptakan desain bangunan yang sesuai dengan lingkungan
sekitar, serta menarik minat pengunjung
dalam skala perkotaan.
•
Bagaimana merancang lingkungan yang bersih dan higienis bagi
mereka yang berada di dalam dan diluar
bangunan serta mampu menyediakan fasilitas-fasilitas yang bermutu dan mampu mendukung perkembangan
dunia medis satwa.
•
Bagaimana menciptakan desain yang nyaman bagi hewan-hewan yang akan menghuni bangunan, bagi dari segi kenyamanan
thermal dan lingkungannya • Bagaimana menciptakan kualitas potensi
lingkungan pada lokasi proyek sebagai kontribusi
pengembangan dan fungsi kawasan sesuai dengan tata ruang kota.
I.5. Pendekatan Pendekatan-pendekatan
dalam penyelesain masalah pada perancangan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya: • Studi literatur dengan mempelajari
permasalahan yang ada serta pemecahan masalah
berdasarkan referensi-referensi yang dianggap relevan dan mendukung dalam proses perancangan seperti buku panduan,
standar bangunan maupun standar keselamatan
pada bangunan sesuai dengan fungsi proyek dan kelayakannya.
•
Studi banding dengan melakukan pendekatan permasalahan dan fungsi
bangunan yang memiliki kesamaan dalam
proyek sejenis maupun tema dalam judul proyek ini yang diambil dari berbagai sumber seperti
buku, internet, media cetak lainnya, dan
sumber-sumber yang dianggap penting.
•
Survey lapangan dalam pemilihan lokasi dengan menganalisa
potensi-potensi yang ada pada lingkungan
sekitar.
•
Mendapatkan informasi dari instansi-instansi terkait untuk memperoleh
data yang dibutuhkan untuk mendukung
kelayakan studi proyek.
0 komentar:
Posting Komentar