BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan industri kimia
diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi
dan industri. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan juga untuk memberikan lapangan pekerjaan
bagi masyarakat Indonesia sehingga dapat
meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pembangunan industri juga ditujukan untuk memperkokoh
struktur ekonomi nasional dengan keterkaitan
yang kuat dan saling mendukung antar sektor, meningkatkan daya tahan perekonomian nasional, dan mendorong
berkembangnya kegiatan berbagai sektor
pembangunan lainnya.
Dalam pembangunan sektor industri
makin berperan sangat strategis karena
merupakan motor penggerak pembangunan. Sektor ini diharapkan disamping sebagai penyerap tenaga kerja
terbesar, penghasil devisa, juga sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam
upaya mencapai tinggal landas.
Hal ini akan dapat dicapai jika
kita menyadari adanya peluang dan tantangan dalam liberalisasi perdagangan dunia dan
kemampuan kita untuk mengatasi hambatan
dalam pembangunan sektor industri. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas dapat dilakukan dengan mengurangi impor
bahan-bahan kimia dan memacu peningkatan
pemanfaatan bahan industri dalam negeri (Anonim1. 2008.
www.leapedia.com).
Detergen merupakan surfaktan yang
sangat luas penggunaannya baik untuk
keperluan rumah tangga maupun industri. Akhir-akhir ini produksi detergen meningkat menjadi sekitar 7 juta ton per
tahun. Jenis surfaktan yang paling banyak
digunakan dalam detergen adalah tipe anionik dalam bentuk Sulfonate (SO -). Menurut Grayson, berdasarkan rumus struktur
kimianya, detergen golongan Sulfonate
dibedakan menjadi dua jenis yaitu jenis rantai bercabang sebagai contoh Alkyl Benzene Sulfonate (ABS),
dan jenis rantai lurus Linear AlkylbenzeneSulfonate
(LAS). (Lynn,2005) Dalam kondisi resesi
ekonomi seperti sekarang ini, industri deterjen termasuk yang tidak banyak terpengaruh.
Industri ini tetap menunjukkan perkembangan
yang baik, karena deterjen termasuk produk yang selalu I- Jual skripsi dibutuhkan oleh masyarakat
banyak. Keadaan ini tentunya juga berdampak positif terhadap industri bahan bakunya, termasuk yang
cukup penting sebagai bahan aktif adalah
Linear AlkylbenzeneSulfonate.
Linear Alkylbenzene Sulfonate
dengan rumus C12H25C6H4-SO3Na suatu senyawa yang dihasilkan dengan mereaksikan
antara Linear Alkylbenzene (C12H25C6H5)
dan oleum (H2SO4.SO3) di dalam reaktor. Linear Alkylbenzene Sulfonate dalam bidang industri banyak
digunakan sebagai bahan aktif pembuatan deterjen
sintetis, selain itu juga banyak digunakan sebagai bahan baku pembuat bahan pembersih seperti pembersih lantai,
peralatan rumah tangga yang memakai bahan
kimia ini.
Besarnya kapasitas produksi
pembuatan Linear Alkylbenzene Sulfonate ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dalam negeri.
Berdasarkan data dari badan pusat
statistik (BPS), kebutuhan impor Linear
Alkylbenzene Sulfonate di Indonesia
semakin meningkat tahun 1999-2006 yang dapat dilihat pada
1.2 Rumusan Masalah Kebutuhan
bahan surfaktan seperti Linear alkylbenzene Sulfonate (LAS) mengalami
peningkatan setiap tahun. Melihat hal ini, Indonesia memiliki peluang untuk memproduksi surfaktan tersebut baik
untuk kebutuhan ekspor maupun kebutuhan
dalam negeri. Untuk tujuan tersebut maka pra rancangan pabrik pembuatan Linear alkybenzeneSulfonate dengan
proses sulfonasi ini perlu.
0 komentar:
Posting Komentar