Senin, 15 September 2014

Skripsi Teknik: Prarancangan Pabrik Paraldehid Dari Asetaldehid Dengan Katalis Duolite C-20c Kapasitas 30.000 TonTahun



  BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik Pembangunan  bidang 
industri  kimia  di 
Indonesia  semakin  pesat perkembangannya. Hal  ini dibuktikan dengan didirikannya
beberapa  pabrik  kimia di Indonesia. Kegiatan pengembangan
industri kimia diarahkanuntuk  meningkatkan  kemampuan 
nasional  dalam  memenuhi 
kebutuhan  dalam  negeri 
akan  bahan  kimia 
dan  juga  sekaligus 
ikut  memecahkan  masalah  ketenagakerjaan.
Berdasarkan  landasan 
tersebut,  maka  dicoba 
untuk  memberikan  sumbangan 
pemikiran  berupa  pendirian 
pabrik  paraldehid  di 
Indonesia.
Sampai  saat 
ini  kebutuhan  paraldehid 
diimpor  dari  Cina, 
dan  Jerman  yang  secara
luas digunakan sebagaiobat sedatif.
Di  Indonesia 
belum  ada  pabrik 
paraldehid,  sehingga sangat  potensial  
untuk  didirikan  guna 
memenuhi  kebutuhan  pasar 
dalam  negeri,  untuk diekspor, dan diharapkan dapat mendorong
berdirinya industri-industri  yang
mengunakan paraldehid sebagai bahan baku maupun bahan penunjang  sehingga 
dapat  mengurangi  tingkat 
ketergantungan  bahan-bahan  kimia dari  negara 
lain  yang  harganya 
sangat  tinggi.  Selain 
itu  juga  dapat 
membuka  lapangan pekerjaan  baru 
sehingga  mengurangi jumlah
pengangguran  dalam  negeri.
 
1.2 Penentuan Kapasitas Rancangan Pabrik Ada  beberapa 
pertimbangan  dalam  pemilihan 
kapasitas  pabrik  paraldehid, antara lain: 1.2.1 Kebutuhan dalam
negeri Dalam  memenuhi  kebutuhan 
dalam  negeri,  hingga 
saat  ini  Indonesia  masih mengimpor komoditi tersebut.
Tabel1.1DataImpor Paraldehid
tahun 2008- Tahun ke Tahun Impor (ton) 1  4.891, 2  4.210, 3  5.354, 4  7.783, 5  8.231, Sumber : Badan Pusat Statistik Diperkirakan  permintaan 
Indonesia  akan paraldehid
terus  meningkat.
Maka  dibutuhkan 
adanya  industri paraldehid
yang  berorientasi  untuk  memenuhi
kebutuhan dalam negeri.
Dari  tabel 
di  atasdiperoleh  persamaan 
garis  lurus  antara 
data  tahun  sebagai sumbu x dan data impor sebagai sumbu y
yaitu :  y = 1.025,4x-2.054.
Dengan persamaan di atas
diperkirakan untuk tahun 2019 (tahun ke-11),  imporparaldehidakan mencapai 15.322ton.
 
Gambar 1.1 Data Impor Paraldehiddi Indonesia 1.2.2 Kapasitas pabrik yang
telah berdiri Kapasitas pabrik paraldehidyang telah berdiri di dunia yaitu : Tabel1.2Data
pabrik paraldehiddi duniadan kapasitasnya Pabrik Kapasitas (ton/tahun) Reilly
Chemicals (Belgia) 37.
Yangzi Petrochemical Corp. (Cina)
30.
(www.thefreelibrary.com)   1.2.3 Ketersediaan bahan baku Bahan  baku 
utama  pembuatan paraldehid
adalah  asetaldehid  (C2H4O) Tabel 1.3 Daftar Pabrik Asetaldehid di
Dunia Pabrik Kapasitas  (ton/tahun) Celanese
Pte Ltd. (China) 60.
Celanase Clear Lake (Amerika
Serikat) 226.
Texas Eastman Longview(Amerika
Serikat) 226.
Union Carbide (Amerika Serikat)
90.
Publicker (Amerika Serikat) 27.
Atanor S.A (Argentina) 35.
Sinopec Shanghai Petrochemical
(Cina) 82.
Jilin Chemical Industrial Corp.
(Cina) 60.
Laxmi Organics Industrial Ltd.
(India) 30.
Berdasarkan hasil  regresi, kapasitas  pabrik 
yang  telah  berdiri, 
dan  ketersediaan  bahan 
bakumaka  untuk  memenuhi 
kebutuhan  dalam  negeri  direncanakan 
kapasitas  pabrik  paraldehid sebesar  30.000 
ton/tahun.
Dikarenakan kapasitas pabrik
telah memenuhi kebutuhan impor paraldehid di 
Indonesia,  maka sebagian produk
dapat  diekspor  ke negara 
yang  masih  mengimpor produk paraldehid.
Negara-negara  yang mengimpor paraldehid antara
lain: a. Malaysia b. Singapore c. Thailand (data.un.org)   1.3 Penentuan Lokasi Pabrik Lokasi  pabrik 
dapat  mempengaruhi  kedudukan 
pabrik  dalam  persaingan maupun penentuan kelangsungan
produksinya. Pemilihan lokasi pabrik yang tepat, ekonomis dan menguntungkan
dipengaruhi oleh beberapa  faktor, yaitu:
1. Faktor primer - letak pabrik terhadap pasar - letak pabrik terhadap bahan
baku - transportasi - tersedianya tenaga kerja - tersedianya sumber air dan
tenaga 2. Faktor sekunder - harga tanah dan gedung - kemungkinan perluasan
pabrik Dengan pertimbangan-pertimbangan 
hal tersebut di atas maka  lokasi  pabrik direncanakan didirikan di daerah
Kawasan IndustriBatam, Riau. Peta  lokasi
pabrik dapat dilihat pada gambar 1.2.
 
Gambar 1.2 Peta Lokasi PabrikParaldehid Alasan pemilihan lokasi Kawasan
IndustriBatam, Riauantara lain : 1. Ketersediaan bahan baku Bahan  baku Asetaldehiddiperoleh  dari CelaneseChemicals, China dengan
kapasitas produksi 60.000ton/tahun.
2. Tenaga kerja mudah didapatkan Batam
merupakan  kawasan  industri 
yang  sudah  mapan. 
Untuk  mendapatkan  tenaga 
kerja  ahli  maupun 
tenaga  kerja  biasa 
dari  daerah  sekitar industri cukup mudah.
3. Kebutuhan air dapat terpenuhi Batammerupakan
kawasan industri, sehingga kebutuhan air untuk pabrik  maupun untuk karyawan akan mudah terpenuhi.Air
bersih diperoleh dari  PT. Adhya Tirta
Batamyang memiliki kapasitas 310 L/detik.
 
4. Sumber tenaga dan bahan bakar Kebutuhan  listrik 
didapatkan  dari  PLN 
dan  generator  sebagai 
cadangan  apabila  listrik 
dari  PLN  mengalami 
gangguan,  dimana  bahan 
bakarnya  diperoleh dari Pertamina.
5. Kondisi geografis Selama  ini 
bencana  banjir,  gunung 
meletus,  atau  bencana 
alam  lainnya  belum pernah menimpa Batam.
6. Faktor-faktor lain Batam
merupakan  kawasan  industri 
yang  sudah  ditetapkan 
oleh  pemerintah sehingga hal-hal
yang sangat dibutuhkan dalam kelangsungan  proses 
produksi  suatu  pabrik 
telah  tersedia  seperti 
sarana  transportasi,  energi, keamanan lingkungan, faktor sosial,
serta perluasan pabrik.Selain  itu di
Batam tidak ada biaya impor.
1.4 Tinjauan Pustaka 1.4.1. Macam
Macam Proses 1.4.1.1.Proses Batch Dalam 
proses  ini  paraldehid 
dibuat  dari umpan  campuran  asetaldehid28% dan paraldehid 72%dengan
menggunakan katalis asam  sulfat dan  asam 
fosfat.  Proses  dilakukan 
pada  fasa  cair dalam 
reaktor  batch tersirkulasi,  konversi produk  yang  terbentuk
35%  dengan  kondisi    operasi tekanan 3 atm,temperatur  o C, dan waktu reaksi 25 menit. (U.S.
Patent 2.864.827, 1958).
1.4.1.2.Proses Kontinyu Produksi
parasetaldehid dengan proses kontinyu banyak diterapkan  oleh 
sebagian  besar  pabrik 
parasetaldehid  karena  proses 
ini  paling  ekonomis. 
Parasetaldehid  dibuat  dengan 
cara  mereaksikan  asetaldehid  dengan katalis asam. Katalis  yang digunakan adalah DUOLITE C 20C.
(U.S. Patent 2.479.559, 1949) Asetaldehid  direaksikan 
dalam  reaktor  fixed 
bed  pada  fase 
cair.
Reaksi  pembentukan 
parasetaldehid  dari  asetaldehid 
membutuhkan  waktu  1/8 
dari  waktu  yang 
dibutuhkan  pada  proses 
batch(merujuk  ke  U.S. Patent 1.300.451, 1919). (U.S. Patent2.479.559,
1949).
Tabel 1.4 Perbandingan Proses
Batch dan Kontinyu Batch Kontinyu Katalis Asam 
sulfat dan  asam  fosfat Duolite C-20C (sulfonated polystyrene) Kondisi
 operasi T = 50°C P = 3 atm T = 50°C P =
3 atm Waktu reaksi 25 menit 3,75menit Konversi 35% 75% Pemurnian  produk Membutuhkan  proses  pemisahan yang rumit Membutuhkan  proses  pemisahan yang mudah   1.4.2. Kegunaan Produk Paraldehid
mempunyai  kegunaan  di 
bidang  kedokteran.  Dalam  bidang
kedokteran, paraldehid banyak digunakan sebagai obat sedatif.
1.4.3. Sifatsifat Fisik dan Kimia
1. Bahan baku a. Asetaldehid Sifat fisik Asetaldehid: - Bentuk :Cairan tak
berwarna - Rumus molekul :C2H4O - Berat molekul :44,052gr/grmol - Titik leleh
:-123, o C - Titik didih :20, o C - Specifc gravity :0, (Othmer, 1999) Sifat
kimia Asetaldehid: - Asetaldehid akan 
bereaksi  menjadi paraldehid  pada 
suhu  50  o C  dan
 tekanan 3atm dalam suasana asam.
2. Bahan pembantu a. Duolite C-20C(katalis)
Sifat fisik - Bentuk :Amber beads - Temperatur operasi maksimal: o C - Densitas
:800 g/L   - Porositas :0, (www.aquafilsep.com)
2. Produk Paraldehid Sifat fisik Paraldehid: - Bentuk : Cair - Rumus molekul
:C6H12O - Berat molekul, :132gr/grmol - Titik didih :124, o C - Titikleleh :12,
o C - Densitas pada suhu  o C : 0,99gr/ml
Sifat kimia Paraldehid: - Larut dalam air - Mudah bereaksi dengan plastik dan
karet 1.4.4. Tinjauan Proses Secara Umum Pembuatan  paraldehid 
dari  asetaldehid  merupakan 
proses  polimerisasi dengan  mengunakan katalis asam. Pada proses  ini 
katalis  yang  digunakan 
adalahDUOLITE  C  20C. 
Asetaldehid  dialirkan  menuju 
reaktor fixed  bed yang
berisi  DUOLITE  C  20C
beroperasi  pada suhu  o Cdan  tekanan
3 atm.  Reaksi  dalam 
reaktor  ini  berlangsung 
secara eksotermis  dalam fase
cair. (U.S. Patent 2.479.559, 1949)   Reaksi
yang terjadi dalam reaktor adalah sebagai berikut : 3 12 6 4 2 3 O H C O H C katalis
Asetaldehid Paraldehid Produk  dialirkan
menujumenara  distilasi  untuk 
dipisahkan  dan  dimurnikan. 
Hasil  bawah  menara 
distilasi  dialirkan  menuju reboiler untuk  menguapkan 
sebagian  hasilnya,  sebagian 
lagi  didinginkan  dan 
ditampung  sebagai produk.
Hasil atas  Menara 
distilasi  diembunkan  dalam condesor,  ditampung  sementara diaccumulatoruntuk  kemudian dikembalikan ke reaktor sebagai  arus recycle. ( U.S. Patent2.479.559, 1949 )  

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.