Rabu, 17 September 2014

Skripsi Pertanian:Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Wanita Pada Usaha Pembuatan Baglog Jamur Kuping Di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo





   I.
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Pembangunan  pertanian 
di  Indonesia  mempunyai 
peranan  yang  sangat 
penting  dalam  perekonomian 
bangsa.  Sektor  pertanian 
telah  berperan dalam pembentukan
PDB (Produk Domestik Bruto), perolehan  devisa,  penyediaan 
pangan  dan  bahan 
baku  industri,  penciptaan  kesempatan 
kerja,  dan  peningkatan 
pendapatan  masyarakat.  Sektor  pertanian 
mempunyai  efek  pengganda 
(multiplier  effect)  yang 
besar  melalui  peningkatan input-output-outcome antar  industri, 
konsumsi  dan  investasi. 
Hal  ini  terjadi 
secara  nasional  maupun 
regional  karena  keunggulan 
komparatif  sebagian  besar 
wilayah  Indonesia  adalah 
di  sektor pertanian (Fajar, 2010).



Indonesia  adalah 
negara  tropis  dengan 
wilayah  cukup  luas.



Variasi  agroklimat 
yang  tinggi  menjadikan 
Indonesia  daerah  yang  potensial  bagi 
pengembangan  hortikultura  baik 
untuk  tanaman  dataran  rendah 
maupun  dataran  tinggi. 
Variasi  agroklimat  ini 
juga  menguntungkan  bagi 
Indonesia,  karena  musim 
buah,  sayur  dan 
bunga  dapat  berlangsung 
sepanjang  tahun.  Peluang 
pasar  dalam  negeri bagi  komoditas 
hortikultura  diharapkan  akan 
semakin  meningkat  dengan  semakin 
meningkatnya  jumlah  penduduk 
dan  pendapatan  masyarakat serta  timbulnya 
kesadaran  akan  gizi 
di  kalangan  masyarakat  (Sunu, 2006).



Salah  satu 
komoditas  hortikultura  yang 
dibudidayakan  di  Indonesia 
adalah  jamur. Jamur  tiram, 
jamur  kuping dan  jamur 
merang merupakan  jamur  yang 
memiliki  pasar  yang 
luas  dan  potensial 
karena  perdagangan jamur dapat
dilakukan hingga antar negara. Berikut adalah  tabel kandungan gizi jamur tiram, jamur kuping
dan jamur merang yang  diambil adalah 100
gram jamur.



. Jamur  tiram 
juga  memiliki  kandungan 
vitamin  berupa thiamin,
riboflavin dan niacin yang cukup tinggi. Meskipun masih  dibawah 
jamur  tiram,  namun kandungan  gizi 
jamur  kuping juga cukup  tinggi. Energi yang terkandung di dalam jamur
kuping adalah 284 kkal.



Kandungan  air 
mencapai 14,80  gram.  Memiliki 
kandungan  karbohirat  tertinggi yaitu 82,80 gram. Protein 9,25 gram,
lemak 0,73 gram dan serat  7,10  gram. Selain 
itu  jamur  kuping 
juga  memiliki  kandungan 
kalsium  terbesar yaitu 315 mg.
Sedangkan jamur merang memiliki kandungan air  paling 
banyak  yaitu  93,90 
gram,  dan  lemak 
paling  sedikit  yaitu 
0,90  gram.



Jamur  kuping 
(Auricularia  auricula)  merupakan 
salah  satu  kelompok jelly fungi yang  masuk 
ke  dalam  kelas Basidiomycotina dan  mempunyai tekstur jelly yang unik. Fungi yang
masuk ke dalam kelas ini  umumnya  makroskopis 
atau  mudah  dilihat 
dengan  mata  telanjang.



Karakteristik  dari 
jamur  kuping  ini  adalah  memiliki 
tubuh  buah  yang  kenyal  jika 
dalam  keadaan  segar. 
Namun,  pada  keadaan 
kering tubuh  buah  dari 
jamur  kuping  ini 
akan  menjadi  keras. 
Kandungan  nutrisi,  lemak, dan vitamin yang terdapat pada jamur
kuping sering dimanfaatkan     konsumen
sebagai salah satu bahan pangan yang nikmat dan juga bagus  untuk 
kesehatan.  Bahkan  untuk 
pemasarannya,  para  petani 
bisa  menawarkan  jamur 
kuping  segar  ataupun 
jamur  kuping  kering 
yang  harganya jualnya tinggi di
pasaran (Arif, 2012).



Dari  keseluruhan 
sumber  daya  yang 
tersedia  dalam  suatu  organisasi,  baik 
organisasi  publik  maupun 
swasta,  Sumber  daya  manusialah  yang 
paling  penting.  Sumber 
daya  manusia  merupakan  potensi 
yang  terkandung  dalam 
diri  manusia  untuk 
mewujudkan  perannya sebagai
makhluk sosial yang mampu mengelola dirinya sendiri  serta 
seluruh  potensi  yang 
terkandung  di  alam 
menuju  tercapainya  kesejahteraan 
kehidupan  dalam  tatanan 
yang  seimbang  dan  berkelanjutan.  Salah 
satu  tujuan  yang 
ingin  dicapai  oleh 
setiap  perusahaan  terutama 
bagi  perusahaan  yang 
bergerak  dalam  bidang  produksi 
barang adalah  peningkatan  produktivitas 
kerja  secara  optimal.



Dengan adanya produktivitas kerja
yang tinggi dari para karyawan maka  hal  tersebut 
akan  dapat  meningkatkan 
produktivitas  dari  perusahaan  tersebut (Gomes, 2002).



Kedudukan  pertanian 
dalam  pemberian  kesempatan 
kerja  baru  setiap 
tahunnya  terus  menurun 
dibandingkan  sektor-sektor  di 
luar  pertanian  khususnya 
sektor  industri  dan 
jasa.  Masalah  ketenagakerjaan  ini 
merupakan  suatu  masalah 
yang  pelik  karena 
akibat  yang  ditimbulkannya bisa merembet ke berbagai
bidang. Sehubungan dengan  itu, maka
perlu dilakukan upaya untuk memperluas kesempatan kerja dan  penyerapan tenaga kerja.



Keadaan ekonomi yang tidak
menentu dan akibat perkembangan  zaman  mendorong 
wanita  untuk  ikut 
berpartisipasi  meningkatkan kesejahteraan  keluarga 
dengan  cara  bekerja. 
Wanita  memiliki  beberapa  potensi 
yang  tidak  kalah 
dengan  kaum  pria, 
baik  dari  segi 
intelektual,  kemampuan, maupun
keterampilan. Eksistensi kaum wanita di abad ke-20  ini 
tidak  hanya  sebagai 
ibu  rumah  tangga, 
tetapi  juga  dapat 
bekerja     membantu  suami 
meningkatkan  penghasilan  karena 
tuntutan  kebutuhan  ekonomi keluarga.



Pertumbuhan  ekonomi 
yang  sangat  cepat 
ditandai  dengan  tumbuhnya 
industri-industri  baru  yang 
memunculkan  peluang  bagi  angkatan
kerja pria maupun wanita. Sebagian besar lapangan kerja yang  tidak membutuhkan keterampilan khusus lebih
banyak memberi peluang  bagi  tenaga 
kerja  wanita.  Tuntutan 
ekonomi  yang  mendesak, 
dan  berkurangnya  peluang 
serta  penghasilan  di 
bidang  pertanian  yang 
tidak  memberikan  suatu 
hasil  yang  tepat 
dan  rutin,  dan 
adanya  kesempatan  untuk bekerja di bidang industri telah
memberikan daya tarik yang kuat  bagi  tenaga 
kerja  wanita.  Tidak 
hanya  pada  tenaga 
kerja  wanita  yang  sudah
dewasa yang sudah dapat digolongkan pada angkatan kerja. Tetapi  sering 
juga  wanita  yang 
belum  dewasa  yang 
selayaknya  masih  harus  belajar
di bangku sekolah (Kalsum, 2004).



Di dalam pengertian tenaga kerja,
di mana tenaga kerja dibedakan  menjadi  dua 
golongan yaitu  angkatan  kerja 
dan  bukan  angkatan 
kerja.



Golongan  angkatan kerja yaitu  kelompok 
yang  ikut  serta 
dalam  pasar  tenaga 
kerja  dimana  kelompok 
ini  terbagi  mejadi 
dua  golongan  yaitu  golongan  bekerja 
dan  menganggur  atau 
sedang  mencari  pekerjaan.



Golongan  bukan 
angkatan  kerja  terbagi 
menjadi  tiga  kelompok 
yaitu  kelompok bersekolah,
mengurus rumah tangga, dan yang terakhir adalah  kelompok 
yang  menerima  pendapatan. 
Jumlah  angkatan  kerja  dipengaruhi  oleh 
jumlah  Tingkat  Partisipasi 
Angkatan  Kerja  (TPAK)  yaitu perbandingan jumlah angkatan kerja
dengan jumlah penduduk usia  kerja  (15 
tahun  keatas) (Mantra,  2003). 
Berikut  disajikan  tabel 
jumlah  tenaga  kerja 
wanita  menurut  jenis 
sektor di  Kabupaten  Sukoharjo pada  akhir tahun 2011.



  
Tabel  2. Jumlah  Tenaga 
Kerja  Wanita  Menurut 
Jenis  Sektor  di  Kabupaten
Sukoharjo Akhir Tahun  Jenis Sektor  Tenaga Kerja Wanita Pertanian, Peternakan,
Kehutanan, Perburuan dan  Perikanan  Pertambangan dan Penggalian Industri
Pengolahan Listrik, Gas dan Air Konstruksi Perdagangan Besar, Eceran dan Rumah
Tangga Angkutan, Pergudangan dan Komunikasi Lembaga Keuangan, Real Estate Usaha
Persewaan dan  Jasa Jasa Kemasyarakatan
Sosial  31.






aH � s r ��9 �߈ le='mso-spacerun:yes'>  industri,  restoran, 
kafe,  dan  usaha 
waralaba.


Kentang Atlantik merupakan
kentang  yang dapat digunakan
sebagai  frenchfries dan keripik kentang.
Produksi kentang Atlantik di Indonesia belum dapat  mencukupi 
kebutuhan  domestik  dikarenakan 
benih  kentang  Atlantik 
yang  berkualitas  harus 
diimpor.  Kentang  varietas 
Atlantik  di  Indonesia 
belum  dibudidayakan  secara 
mandiri  oleh  sebagian 
besar  petani.  Petani 
kentang  Atlantik  di 
Indonesia  sebagian  besar 
melakukan  budidaya  karena 
bermitra  dengan PT Indofood
Fritolay Makmur.



Gapoktan  Barisan 
Sari  di  Getasan 
merupakan  salah  satu 
gabungan  kelompok  tani yang membudidayakan  kentang Atlantik karena  agroklimat 
di  wilayah  ini 
sesuai  dengan  melihat 
prospek  yang  semakin 
cerah  karena  permintaannya 
yang terus meningkat dari tahun ke tahun.  Gapoktan Barisan  Sari telah bermitra dengan  PT  Indofood  Fritolay 
Makmur sejak tahun 2009.



Gapoktan  Barisan 
Sari  belum  membudidayakan  kentang 
Atlantik  secara  mandiri dikarenakan adanya resiko usahatani
dan bentuk kemitraan dari pihak  perusahaan  lebih 
menguntungkan  petani.  Resiko 
usahatani  kentang  Atlantik  adalah 
pemeliharaan  yang  harus 
sangat  intensif.  Para 
petani  memilih  untuk     bermitra 
dikarenakan  banyak  keuntungan 
yang  didapat.  Keuntungan 
yang  utama adalah  kestabilan harga jual  dan kemudahan dalam mendapatkan bibit.


Download lengkap Versi PDF








Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.