I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pembangunan pertanian
di Indonesia mempunyai
peranan yang sangat
penting dalam perekonomian
bangsa. Sektor pertanian
telah berperan dalam pembentukan
PDB (Produk Domestik Bruto), perolehan devisa, penyediaan
pangan dan bahan
baku industri, penciptaan kesempatan
kerja, dan peningkatan
pendapatan masyarakat. Sektor pertanian
mempunyai efek pengganda
(multiplier effect) yang
besar melalui peningkatan input-output-outcome antar industri,
konsumsi dan investasi.
Hal ini terjadi
secara nasional maupun
regional karena keunggulan
komparatif sebagian besar
wilayah Indonesia adalah
di sektor pertanian (Fajar, 2010).
Indonesia adalah
negara tropis dengan
wilayah cukup luas.
Variasi agroklimat
yang tinggi menjadikan
Indonesia daerah yang potensial bagi
pengembangan hortikultura baik
untuk tanaman dataran rendah
maupun dataran tinggi.
Variasi agroklimat ini
juga menguntungkan bagi
Indonesia, karena musim
buah, sayur dan
bunga dapat berlangsung
sepanjang tahun. Peluang
pasar dalam negeri bagi komoditas
hortikultura diharapkan akan
semakin meningkat dengan semakin
meningkatnya jumlah penduduk
dan pendapatan masyarakat serta timbulnya
kesadaran akan gizi
di kalangan masyarakat (Sunu, 2006).
Salah satu
komoditas hortikultura yang
dibudidayakan di Indonesia
adalah jamur. Jamur tiram,
jamur kuping dan jamur
merang merupakan jamur yang
memiliki pasar yang
luas dan potensial
karena perdagangan jamur dapat
dilakukan hingga antar negara. Berikut adalah tabel kandungan gizi jamur tiram, jamur kuping
dan jamur merang yang diambil adalah 100
gram jamur.
. Jamur tiram
juga memiliki kandungan
vitamin berupa thiamin,
riboflavin dan niacin yang cukup tinggi. Meskipun masih dibawah
jamur tiram, namun kandungan gizi
jamur kuping juga cukup tinggi. Energi yang terkandung di dalam jamur
kuping adalah 284 kkal.
Kandungan air
mencapai 14,80 gram. Memiliki
kandungan karbohirat tertinggi yaitu 82,80 gram. Protein 9,25 gram,
lemak 0,73 gram dan serat 7,10 gram. Selain
itu jamur kuping
juga memiliki kandungan
kalsium terbesar yaitu 315 mg.
Sedangkan jamur merang memiliki kandungan air paling
banyak yaitu 93,90
gram, dan lemak
paling sedikit yaitu
0,90 gram.
Jamur kuping
(Auricularia auricula) merupakan
salah satu kelompok jelly fungi yang masuk
ke dalam kelas Basidiomycotina dan mempunyai tekstur jelly yang unik. Fungi yang
masuk ke dalam kelas ini umumnya makroskopis
atau mudah dilihat
dengan mata telanjang.
Karakteristik dari
jamur kuping ini adalah memiliki
tubuh buah yang kenyal jika
dalam keadaan segar.
Namun, pada keadaan
kering tubuh buah dari
jamur kuping ini
akan menjadi keras.
Kandungan nutrisi, lemak, dan vitamin yang terdapat pada jamur
kuping sering dimanfaatkan konsumen
sebagai salah satu bahan pangan yang nikmat dan juga bagus untuk
kesehatan. Bahkan untuk
pemasarannya, para petani
bisa menawarkan jamur
kuping segar ataupun
jamur kuping kering
yang harganya jualnya tinggi di
pasaran (Arif, 2012).
Dari keseluruhan
sumber daya yang
tersedia dalam suatu organisasi, baik
organisasi publik maupun
swasta, Sumber daya manusialah yang
paling penting. Sumber
daya manusia merupakan potensi
yang terkandung dalam
diri manusia untuk
mewujudkan perannya sebagai
makhluk sosial yang mampu mengelola dirinya sendiri serta
seluruh potensi yang
terkandung di alam
menuju tercapainya kesejahteraan
kehidupan dalam tatanan
yang seimbang dan berkelanjutan. Salah
satu tujuan yang
ingin dicapai oleh
setiap perusahaan terutama
bagi perusahaan yang
bergerak dalam bidang produksi
barang adalah peningkatan produktivitas
kerja secara optimal.
Dengan adanya produktivitas kerja
yang tinggi dari para karyawan maka hal tersebut
akan dapat meningkatkan
produktivitas dari perusahaan tersebut (Gomes, 2002).
Kedudukan pertanian
dalam pemberian kesempatan
kerja baru setiap
tahunnya terus menurun
dibandingkan sektor-sektor di
luar pertanian khususnya
sektor industri dan
jasa. Masalah ketenagakerjaan ini
merupakan suatu masalah
yang pelik karena
akibat yang ditimbulkannya bisa merembet ke berbagai
bidang. Sehubungan dengan itu, maka
perlu dilakukan upaya untuk memperluas kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja.
Keadaan ekonomi yang tidak
menentu dan akibat perkembangan zaman mendorong
wanita untuk ikut
berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan keluarga
dengan cara bekerja.
Wanita memiliki beberapa potensi
yang tidak kalah
dengan kaum pria,
baik dari segi
intelektual, kemampuan, maupun
keterampilan. Eksistensi kaum wanita di abad ke-20 ini
tidak hanya sebagai
ibu rumah tangga,
tetapi juga dapat
bekerja membantu suami
meningkatkan penghasilan karena
tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga.
Pertumbuhan ekonomi
yang sangat cepat
ditandai dengan tumbuhnya
industri-industri baru yang
memunculkan peluang bagi angkatan
kerja pria maupun wanita. Sebagian besar lapangan kerja yang tidak membutuhkan keterampilan khusus lebih
banyak memberi peluang bagi tenaga
kerja wanita. Tuntutan
ekonomi yang mendesak,
dan berkurangnya peluang
serta penghasilan di
bidang pertanian yang
tidak memberikan suatu
hasil yang tepat
dan rutin, dan
adanya kesempatan untuk bekerja di bidang industri telah
memberikan daya tarik yang kuat bagi tenaga
kerja wanita. Tidak
hanya pada tenaga
kerja wanita yang sudah
dewasa yang sudah dapat digolongkan pada angkatan kerja. Tetapi sering
juga wanita yang
belum dewasa yang
selayaknya masih harus belajar
di bangku sekolah (Kalsum, 2004).
Di dalam pengertian tenaga kerja,
di mana tenaga kerja dibedakan menjadi dua
golongan yaitu angkatan kerja
dan bukan angkatan
kerja.
Golongan angkatan kerja yaitu kelompok
yang ikut serta
dalam pasar tenaga
kerja dimana kelompok
ini terbagi mejadi
dua golongan yaitu golongan bekerja
dan menganggur atau
sedang mencari pekerjaan.
Golongan bukan
angkatan kerja terbagi
menjadi tiga kelompok
yaitu kelompok bersekolah,
mengurus rumah tangga, dan yang terakhir adalah kelompok
yang menerima pendapatan.
Jumlah angkatan kerja dipengaruhi oleh
jumlah Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK) yaitu perbandingan jumlah angkatan kerja
dengan jumlah penduduk usia kerja (15
tahun keatas) (Mantra, 2003).
Berikut disajikan tabel
jumlah tenaga kerja
wanita menurut jenis
sektor di Kabupaten Sukoharjo pada akhir tahun 2011.
Tabel 2. Jumlah Tenaga
Kerja Wanita Menurut
Jenis Sektor di Kabupaten
Sukoharjo Akhir Tahun Jenis Sektor Tenaga Kerja Wanita Pertanian, Peternakan,
Kehutanan, Perburuan dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri
Pengolahan Listrik, Gas dan Air Konstruksi Perdagangan Besar, Eceran dan Rumah
Tangga Angkutan, Pergudangan dan Komunikasi Lembaga Keuangan, Real Estate Usaha
Persewaan dan Jasa Jasa Kemasyarakatan
Sosial 31.
aH � s r ��9 �߈ le='mso-spacerun:yes'> industri, restoran,
kafe, dan usaha
waralaba.
Kentang Atlantik merupakan
kentang yang dapat digunakan
sebagai frenchfries dan keripik kentang.
Produksi kentang Atlantik di Indonesia belum dapat mencukupi
kebutuhan domestik dikarenakan
benih kentang Atlantik
yang berkualitas harus
diimpor. Kentang varietas
Atlantik di Indonesia
belum dibudidayakan secara
mandiri oleh sebagian
besar petani. Petani
kentang Atlantik di
Indonesia sebagian besar
melakukan budidaya karena
bermitra dengan PT Indofood
Fritolay Makmur.
Gapoktan Barisan
Sari di Getasan
merupakan salah satu
gabungan kelompok tani yang membudidayakan kentang Atlantik karena agroklimat
di wilayah ini
sesuai dengan melihat
prospek yang semakin
cerah karena permintaannya
yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Gapoktan Barisan Sari telah bermitra dengan PT Indofood Fritolay
Makmur sejak tahun 2009.
Gapoktan Barisan
Sari belum membudidayakan kentang
Atlantik secara mandiri dikarenakan adanya resiko usahatani
dan bentuk kemitraan dari pihak perusahaan lebih
menguntungkan petani. Resiko
usahatani kentang Atlantik adalah
pemeliharaan yang harus
sangat intensif. Para
petani memilih untuk bermitra
dikarenakan banyak keuntungan
yang didapat. Keuntungan
yang utama adalah kestabilan harga jual dan kemudahan dalam mendapatkan bibit.
Download lengkap Versi PDF
0 komentar:
Posting Komentar