Rabu, 24 September 2014

Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Iklan TV Rokok A Mild Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Manajemen



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Semakin
tingginya tingkat persaingan perusahaan dan produk menyebabkan setiap perusahaan harus dapat
meunjukkan trik-trik dan strategi beda
dari perusahaan lain untuk mendapatkan market share dan penjualan produk yang tinggi. Setiap perusahaan mengeluarkan
produk baru, produk pesaing akan menantang
dengan mengeluarkan produk pesaing untuk menantang penguasaan pasar. Hal inilah yang harus dicermati setiap
perusahaan agar produknya bisa menjadi
pemimpin pasar. Dalam persaingan pasar, ketika sebuah produk sudah berada pada posisi yang baik dan menjadi ikon
pasar, maka perusahaan saingan akan
mengeluarkan produk saingan untuk menantang penguasaan pasar dan produk dengan segmentasi sama.
Salah satu cara yang dapat
digunakan untuk menguasai pasar adalah mempengaruhi
minat untuk beli konsumen melalui media periklanan. Inilah yang harus dijadikan sebagai positioning,
menempatkan produk pada pikiran calon konsumen
(Al Ries, 2002:3). Dengan menempatkan produk di pikiran konsumen maka perkembangan produk mutlak meningkat dan
mempunyai kemampulabaan yang bergerak
signifikan.
Perusahaan berusaha untuk selalu
menciptakan keputusan pembelian konsumen.
Mengelola keinginan konsumen untuk melakukan keputusan pembelian konsumen memberi nilai baik baagi
perusahaan, yaitu memberikan keuntungan
maupun laba. Karena tanpa adanya keputusan pembelian konsumen tentunya tidak akan ada aktifitas dalam
perusahaan tersebut yang akan mengekibatkan
kegiatan perusahaan bisa mati. Dengan iklan yang kuat merupakan aspek vital bagi perusahaan karena
keunggulan yank didapatkan beraneka
ragam mulai dari persepsi kualitas yang lebih bagus dan loyalitas pelanggan yang lebih besar.
Periklanan selain dilakukan
melalui media cetak seperti koran, majalah dan brosur serta salesman yang telah terlatih
dengan baik. Iklan melalui media televisi
merupakan salah satu cara atau alat yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memperkenalkan barang atau jasa yang
dihasilkan kepada konsumen untuk memutuskan
membeli atau tidak terhadap suatu produk.
Perusahaan dalam menayangkan
iklannya menggunakan media televisi sebab
jangkauannya luas serta ada unsur hiburan yang sangat mendukung pembentukan persepsi konsumen terhadap suatu
produk yang pada gilirannya dapat
mengarah pada tindakan pertukaran juga memuaskan berbagai pihak yang terlibat dalam aktifitas pemasaran.
Setiap produk akan diperkenalkan
kepada konsumen berupa nama produk, bentuk
produk, harga produk, manfaatnya serta fungsinya melalui iklan. Setiap perusahaan akan berusaha memberikan informasi
yang tepat dan menarik tentang produk
yang ditawarkannya sehingga perusahaan akan memperoleh laba yang maksimum.
Iklan juga dipandang sebagai
media hiburan dan media komunikasi yang efektif
terutama jika ditayangkan di televisi. Dengan menayangkan iklan suatu produk di televisi dapat mempengaruhi konsumen
sehingga konsumen tertarik untuk
melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Walaupun biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menayangkan
iklan produknya di televisi cukup mahal.
Tetapi sangat efektif untuk meningkatkan jumlah penjualan produknya.
Strategi inilah yang diterapkan
perusahaan rokok Sampoerna untuk menarik
minat beli konsumen terhadap setiap produk-produk yang ditawarkan.
Sampoerna adalah salah satu
perusahaan berskala nasional yang sudah berkutat untuk meraih pasar 240 miliar batang rokok
produksi Indonesia pada tahun 2009 yang
diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2008.
(majalah.tempointeraktif.com).
Salah satu produk Sampoerna yang
mempunyai tingkat mind share tinggi di
benak konsumen adalah Sampoerna A Mild. A Mild jika dilihat dari perkembangannya adalah salah satu kategori
rokok yang masih tetap bertahan selama
21 tahun walaupun produk pesaing lumayan banyak. A Mild yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1989 merupakan
sebuah merek yang tidak hanya memimpin
pasar tetapi juga merubah rules of the game di industri rokok (Kartajaya, 2005:433). Hal ini juga diperkuat
dengan pengukuhan sebagai Indonesian
Best Brand Award dan Indonesian Customer Loyalty Award (www.amild.com).
Pada Tabel 1.1 berikut terlihat
total penjualan rokok oleh masing-masing perusahaan pada tahun 2009.
Tabel 1.
Total Penjualan Perusahaan Rokok
di Indonesia Tahun No Perusahaan Jumlah (Miliar
Batang) Persentase 1 Sampoerna 69,6
29 % 2 Gudang Garam 60 25
% 3 Djarum 52,8
22 % 4 Bentoel 16,8 7
% 5 Nojorono 16,08
6,7 % 6 Produsen rokok
lainnya 24,72 10.3 % TOTAL
240 100% Sumber :
majalah.tempointeraktif.com Pada Tabel 1.1 dapat dilihat besarnya penguasaan
pasar rokok domestik.
Disini dapat dilihat bagaimana
Sampoerna dapat menjadi salah satu market leader dengan penguasaan pasar sebesar 29 %. Ini
menjadi salah satu kekuatan dari Sampoerna
dengan mengeluarkan strategi jitu pemasaran produk rokoknya dengan salah satunya melalui komunikasi
periklanan yang berkualitas, efektif dan tepat sasaran.
Periklanan adalah elemen penting
dari promosi yang mempunyai kekuatan besar
dalam mempengaruhi mindshare pasar. Salah satu media yang periklanan yang efektif dalam meraih pasar adalah
televisi. Ini dibuktikan dengan besarnya belanja iklan terhadap media televisi seperti
terlihat pada Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.
Belanja Iklan Televisi Nasional Per Sektor
Tahun (Trilyun Rupiah) No Sektor
Belanja Iklan 1
Telekomunikasi 3, 2 Pemerintah dan Parpol 3, 3
Koperasi dan Layanan Sosial 2, 4 Kendaraan Bermotor 2, 5
Rokok 2, 6 Produk Perawatan Rambut 2, 7
Layanan Hotline dan Partyline 1, 8 Produk Perawatan Wajah 1, 9
Media dan Rumah Produksi 1, 10 Keuangan dan Perbankan 1, 11
Sektor Lainnya 3, TOTAL 27, Sumber : ABG Nielsen Media Idonesia www.pefindo.com
Pada Tabel 1.2 terlihat besarnya belanja iklan televisi nasional masingmasing sektor
pada tahun 2009. Iklan sektor telekomunikasi menduduki peringkat pertama dengan total belanja sebesar Rp 3,867
trilyun, disusul oleh iklan pemerintah
dan parpol pada masa kampanye Pemilihan Umum Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
yaitu sebesar Rp 3,621 trilyun. Sektor rokok
menempati posisi kelima dengan belanja sebesar Rp 2, 155 trilyun. Hal ini dikarenakan adanya peraturan pemerintah yang
membatasi penayangan iklan rokok di
televise dimana iklan bertema rokok hanya boleh ditayangkan diatas jam 21.00 WIB.
Berikut Tabel 1.3 menunjukkan
besarnya belanja iklan rokok di seluruh media
massa di Indonesia.
Tabel 1.
Belanja Iklan Rokok di Seluruh
Media Massa di Indonesia Media Belanja
Iklan Persentase Televisi Rp 1.336,1 Trilyun 62% Media
Cetak Rp 732,7 Milyar 34% Media Lainnya Rp
86,2 Milyar 4% TOTAL Rp 2.155 Trilyun 100% Sumber : Nielsen Media Research (www.nielsen.net)
Pada Tabel 1.3 terlihat total belanja
iklan di seluruh media di Indonesia pada
tahun 2009 sebesar Rp 2.155 trilyun
dimana penggunaan iklan melalui media
televisi menempati posisi pertama dengan belanja iklan sebesar Rp 1.336, trilyun
kemudian diikuti media cetak sebesar Rp 732,7 milyar dan media lainnya sebesar
Rp 86,2 Milyar.

Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Iklan TV Rokok A Mild Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Manajemen

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.