Rabu, 24 September 2014

Skripsi Keperawatan:Peran Ibu bekerja dan Ibu tidak bekerja terhadap Pendidikan Anak di Rumah



BAB PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Keluarga merupakan pusat
pendidikan yang pertama dan terpenting, karena sejak timbulnya adab kemanusiaan
sampai sekarang keluarga selalu berpengaruh
besar terhadap perkembangan anak manusia (Slameto, 2002).
Pendidikan merupakan upaya manusia untuk memperluas ilmu pengetahuan dalam rangka membentuk nilai, sikap dan
prilaku (Uno, 2007).
Secara tradisional, keluarga
dikelompokkan menjadi 2, yaitu: keluarga inti (keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu
dan anak yang diperoleh dari keturunannya
atau adopsi keluarga) dan keluarga besar (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai
hubungan darah, yaitu kakeknenek, paman-bibi) (Friedman, 1998 dalam Sudiharto,
2007). Menurut Friedman (1998), ada lima
fungsi dasar keluarga, yaitu: fungsi afektif, sosialisasi, reproduksi, ekonomi dan perawatan kesehatan,
Oleh karena itu di dalam keluarga setiap
anggota mempunyai peran masing-masing, baik ayah, ibu maupun anak (Sudiharto, 2007).
Perempuan sebagai istri dan ibu
yang baik haruslah memiliki andil sepenuhnya di dalam mendidik dan merawat
anak-anaknya, mengatur rumah tangganya,
dan menjadi istri serta partner yang setia terhadap pasangannya.
Anggapan ini berkembang dan ikut
dilanggengkan oleh pranata yang ada dalam masyarakat, sehingga mempengaruhi cara
pandang tidak saja oleh laki-laki terhadap
sosok perempuan, tetapi perempuan itu sendiri dalam memandang dirinya dan mengambil tempat dalam proses sosial
dalam masyarakat. Anggapan tersebut
tidak bisa dipertahankan terus menerus secara mutlak, mengingat seiring dengan kemajuan zaman banyak perempuan keluar
rumah untuk bekerja mencari nafkah, demi
tegaknya ekonomi rumah tangga. Pada tataran berikutnya mulai berkembang adanya perempuan bekerja keluar
rumah karena aspirasi dan aktualisasi
diri (Setiawati, 2001).
Ibu adalah orangtua terdekat dan
sebagai pendidik terhadap anak-anaknya (Setiawati,
2001). Ketersediaan dan responsivitas
ibu yang konsisten akan membentuk ikatan
primer antara ibu dengan anaknya.
Kehadiran seorang ibu sangat
penting bagi anak mengingat 85 % karakter anak dibentuk pada masa prasekolah yaitu usia kurang dari 6 tahun
(Croyle, 2004) dan Menurut Supartini (2004)
Balita merupakan masa pertumbuhan tubuh dan otak yang sangat pesat dalam pencapaian keoptimalan fungsinya.
Periode tumbuh kembang anak adalah masa
balita, karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan kemampuan
berbahasa, kreatifitas, kesadaran sosial,
emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bila orang tua (terutama ibu) berperan dalam pendidikan, maka anak akan
menunjukkan peningkatan prestasi belajar,diikuti
dengan perbaikan sikap, stabilitas sosio-emosional, kedisiplinan, serta aspirasi anaknya untuk belajar sampai
di Perguruan Tinggi, bahkan setelah bekerja
dan berkeluarga (Setiawati, 2001).
Semakin meningkat jumlah ibu
bekerja (terutama di kota besar), semakin kompleks pula dinamika kehidupan seperti
tuntutan finansial dan biaya pendidikan anak. Ibu menjadi pekerja keras
untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan
hidup keluarganya. Tahun 2000, sekitar 77 persen wanita di Amerika pada umur 25 tahun sampai 54 tahun, memutuskan
untuk bekerja. Hanya 23 persen yang
memutuskan tinggal di rumah, mengurus anak dan rumah (Gwee, 2009).
Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik (BPS), partisipasi perempuan dalam
lapangan kerja meningkat signifikan. Selama Agustus 2006 - Agustus 2007 jumlah pekerja perempuan bertambah 3,3 juta
orang (Kuswaraharja, 2008).
Banyaknya jumlah perempuan yang
bekerja meningkatkan secara signifikan jumlah
pekerja. Kemungkinan penyebab terjadinya peningkatan jumlah pekerja perempuan adalah adanya unsur keterpaksaan
yang harus dijalani kaum perempuan untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Seperti yang telah disebutkan di atas, peningkatan jumlah pekerja
perempuan sebagian berasal dari perempuan
yang sebelumnya berstatus mengurus rumah tangga (bukan angkatan kerja) (Santrock, 2007).
Fenomena ibu bekerja mempunyai
tiga tanggung jawab besar yaitu tanggung
jawab terhadap proses tumbuh kembang anaknya, membina rumah tangganya, dan melengkapi kebutuhan rumah
tangganya. Peran ganda yang dilakoni
oleh wanita akan mempengaruhi peran fungsinya di dalam keluarga, khsnya dalam mengawasi, memantau dan
menstimulasi tumbuh kembang anak, untuk
membentuk anak yang berkualitas serta mempengaruhi waktu yang ada untuk
mengatur dan mengawasi, mengamati, mendidik dan mengarahkan, mendorong dan menghibur, teman bermain dan
teman berbicara bagi anaknya (Jalil,
2005).
Ibu yang bekerja membuat anak
mengalami kelambatan bicara, kurang pandai
bahasa serta matematika. Hal tersebut terungkap dalam sebuah survey besar yang dilakukan US Department of Labor
sejak tahun 1990 melalui National Longitudinal
Survey of Youth yang menunjukkan bahwa ibu bekerja memiliki pengaruh negatif terhadap perkembangan
kognitif anak, seperti terhambatnya kemampuan
bicara anak sewaktu berusia 3 hingga 4 tahun, usia 5 hingga 6 tahun anak akan mengalami kesulitan dalam matematika
dan belajar bahasa.
Sua’dah (2005) menyatakan bahwa
anak-anak dari ibu yang bekerja cenderung
menunjukkan kemampuan yang lebih rendah dan cenderung menghadapi persoalan yang lebih sulit dengan
sikap yang tidak dapat menyesuaikan
diri. Kurangnya kontrol ibu menyebabkan kepribadian anak lebih terbentuk dari lingkungan sekitarnya.
Lingkungan anak yang tidak baik akan menimbulkan
maka kasus-kasus kenakalan remaja, seperti keterlibatan anak dalam dunia narkoba, dan sebagainya yang dapat
terjadi kapan saja pada anak. Ibu yang
tidak bekerja kemungkinan memiliki pengaruh yang positif pada anak karena ibu memiliki banyak waktu yang bisa
dimanfaatkan secara kreatif dan berkualitas
bersama dengan anak (Setiawati, 2001).

Ibu seharusnya mengetahui perannya dalam mendidik anak. Peranan orang tua (terutama ibu) bagi pendidikan anak
menurut Setiawati (2001) adalah memberikan
dasar pendidikan, sikap, dan ketrampilan dasar seperti pendidikan agama, budi pekerti, sopan santun, estetika,
kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar untuk
mematuhi peraturan-peraturan, dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan.
Terlepas dari ragam dan jenis
permasalahan keluarga yang begitu banyak, demikian juga bentuk dan wujud
perubahan-perubahan yang terjadi, pergeseranpergeseran tersebut membuat semakin
kompleksnya permasalahan-permasalahan yang
dialami keluarga yang pada gilirannya akan memberikan dampak tertentu terhadap pendidikan anak. Untuk dapat
berkembang secara sehat dan sejalan dengan
nilai-nilai yang dianut masyarakat, dengan sendirinya anak dan orang tua perlu melakukan penyesuaian. Dikarenakan
berubahnya peran ibu, dari ibu yang tidak
bekerja (ibu rumah tangga) menjadi ibu pekerja, maka dilakukanlah penelitian ini. Ibu yang berubah peran menjadi
ibu pekerja merupakan bentuk terjadinya
pergeseran nilai. Karena sedikit banyak, perubahan peran ini sangat mempengaruhi peran ibu dalam pendidikan
anak-anaknya.



Skripsi Keperawatan:Peran Ibu bekerja dan Ibu tidak bekerja terhadap Pendidikan Anak di Rumah

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.