Selasa, 16 September 2014

Skripsi Farmasi:Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak n-Heksana Dan Etilasetat Serta Etanol Alga Merah (Galaxaura oblongata)



BAB
I PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Indonesia 
sebagai  negara  kepulauan 
di  perairan  tropis 
diketahui  memiliki  keanekaragaman  jenis 
biota  yang  tinggi, 
termasuk  keanekaragaman  jenis 
alganya  (Atmadja,  1992). 
Rumput  laut  atau 
alga  yang  juga 
dikenal  dengan  nama 
seaweed  merupakan  bagian 
terbesar  dari  tanaman 
laut.  Sejak  zaman dulu, 
alga  telah digunakan  sebagai makanan dan obat-obatan  (Winarno,  1990; Rasyid, 2004).
Alga  dapat 
diperhitungkan  sebagai  sumber 
senyawa  bioaktif  karena  kemampuannya untuk memproduksi metabolit
sekunder yang sangat bervariasi  dengan
aktivitas biologi  yang sangat luas
(Subathraa dan Poonguzhali, 2013).
Senyawa  dengan 
aktivitas  antioksidan,  antivirus, 
antifungi,  amtimikroba  (Antonisamy dan Eahamban, 2012), sitotoksik
dan antihelmintik (Varier, dkk.,  2013)
terdapat di dalam alga coklat, alga merah, dan alga hijau.
Rhodophyceae  (alga merah) 
merupakan salah satu 
golongan  alga  yang  memiliki  potensi 
yang  penting,  yaitu 
jenis  Euchema  sp. 
sebagai  sumber  penghasil karaginan, Gracilaria sp. dan
Gelidium sp. sebagai sumber penghasil  agar-agar  dan 
beberapa  alga  merah 
dapat  juga  digunakan 
sebagai  obat.
Beberapa  alga 
merah  dapat  digunakan 
sebagai  obat  antihipertensi  yaitu  Gracilaria  lichenoides, 
obat  antivirus  yaitu 
Constan tinea simplex  dan  sebagai  antimikroba 
yaitu  Farlowia mollis,  Laurencia hybrida,  Platysiphonia miniata (Winarno, 1990;
Attaway  dan Zaborsky, 1993).
 Alga 
memiliki  komponen  senyawa 
aktif  diantaranya  saponin,  flavonoid, 
triterpenoid/steroid (Lutfiyanti, dkk., 2012), glikosida (Antonisamy  dan 
Eahamban,  2012)  dan 
florotanin  (Varier,  dkk., 
2013).  Kebanyakan  senyawa aktif 
yang terkandung dalam  alga
menunjukkan aktivitas  antibakteri  (Varier, dkk., 2013). Beberapa jenis alga
dengan aktivitas antimikrobanya telah  dilaporkan
oleh Chanda, dkk., (2010).
Alga  yang 
terdapat  di perairan
Indonesia  sangat  beragam, diantaranya  Euchema 
cottonii,  Euchema  spinosum, 
Gracillaria  gigas,  Gracillaria  verrucosa, 
Gelidium  rigidum,  Sargassum 
polycystum  dan  Galaxaura  oblongata. Berbagai jenis  alga 
ini tersebar luas di Indonesia, baik yang tumbuh  secara alami maupun yang dibudidayakan
(Anggadiredja, dkk., 2010). Wilayah  sebaran  alga 
yang tumbuh  alami  terdapat di 
hampir seluruh perairan  dangkal  laut 
Indonesia  seperti  jenis 
alga  Galaxaura  oblongata 
yang  tumbuh  alami di  Desa 
Halodan,  Kecamatan  Pulau 
Banyak  Barat,  Kabupaten 
Singkil,  Provinsi  Nangroe Aceh Darussalam.
Galaxaura  oblongata 
merupakan  alga  merah 
penghasil  karaginan  (Trono 
dan  Fortes,  1988) 
dan  mengandung  senyawa 
steroid/triterpenoid (Lobban 
dan  Wynne,  1981). 
Menurut  Robinson  (1991), 
beberapa  senyawa  steroid/triterpenoid  menunjukkan 
aktivitas  antibakteri.  Selain 
itu,  alga  juga  mengandung  senyawa 
flavonoid  yang  memiliki 
aktivitas  antibakteri  (Yunus,  dkk., 2009).
Senyawa  triterpenoid/steroid  merupakan 
senyawa  aktif  yang 
memiliki  fungsi sebagai
antimikroba karena senyawa  ini memiliki
sifat toksik terhadap   mikroba  (Lutfiyanti, 
dkk.,  2012).  Beberapa 
hasil  penelitian  menunjukkan  senyawa 
terpenoid  memiliki  aktivitas 
antimikroba  diantaranya  yaitu  triterpenoid
saponin dan triterpenoid glikosida (Pranoto, dkk., 2012).
Berdasarkan  uraian 
di  atas  maka 
penulis  melakukan  penelitian 
untuk  mengetahui  kandungan senyawa kimia dan  pengujian 
aktivitas antibakteri dari ekstrak 
n-heksana, ekstrak etilasetat, dan ekstrak etanol alga merah  Galaxaura  oblongata 
terhadap  bakteri  Staphylococcus  aureus 
yang  merupakan  bakteri  Gram 
positif  dan  Pseudomonas 
aeruginosa  merupakan  bakteri 
Gram  negatif  dengan metode difusi agar menggunakan punch
hole.
1.2 Perumusan Masalah  Perumusan masalah dari penelitian ini adalah:  a. 
apakah  kandungan senyawa
kimia  yang terdapat  di 
dalam  alga  merah  Galaxaura
oblongata? b.  apakah  ekstrak 
n-heksana,  ekstrak  etilasetat 
dan  ekstrak  etanol 
alga merah Galaxaura oblongata mempunyai aktivitas antibakteri? 1.3
Hipotesis  a.  Kandungan 
senyawa  kimia  yang 
terdapat  di  dalam 
simplisia  dan  ekstrak 
alga  merah  Galaxaura 
oblongata  adalah  flavonoid 
dan  triterpenoid/steroid.
b.  Ekstrak 
alga  Galaxaura  oblongata 
mempunyai  aktivitas  antibakteri terhadap Staphylococcus aureus
dan Pseudomonas aeruginosa.
 1.4 Tujuan  a. 
Untuk  mengetahui  kandungan 
senyawa  kimia  yang 
terdapat  dalam alga Galaxaura
oblongata.
b.  Untuk 
mengetahui  aktivitas  antibakteri 
ekstrak  n-heksana,  ekstrak  etilasetat 
dan  ekstrak  etanol 
alga  Galaxaura  oblongata 
terhadap  bakteri Staphylococcus
aureus dan Pseudomonas aeruginosa.
1.5 Manfaat Penelitian Manfaat
dari penelitian ini adalah sebagai 
informasi tentang  kandungan  senyawa kimia dan efek antibakteri dari alga
merah (Galaxaura oblongata).

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.