BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Indonesia
sebagai negara kepulauan
di perairan tropis
diketahui memiliki keanekaragaman jenis
biota yang tinggi,
termasuk keanekaragaman jenis
alganya (Atmadja, 1992).
Rumput laut atau
alga yang juga
dikenal dengan nama
seaweed merupakan bagian
terbesar dari tanaman
laut. Sejak zaman dulu,
alga telah digunakan sebagai makanan dan obat-obatan (Winarno, 1990; Rasyid, 2004).
Alga dapat
diperhitungkan sebagai sumber
senyawa bioaktif karena kemampuannya untuk memproduksi metabolit
sekunder yang sangat bervariasi dengan
aktivitas biologi yang sangat luas
(Subathraa dan Poonguzhali, 2013).
Senyawa dengan
aktivitas antioksidan, antivirus,
antifungi, amtimikroba (Antonisamy dan Eahamban, 2012), sitotoksik
dan antihelmintik (Varier, dkk., 2013)
terdapat di dalam alga coklat, alga merah, dan alga hijau.
Rhodophyceae (alga merah)
merupakan salah satu
golongan alga yang memiliki potensi
yang penting, yaitu
jenis Euchema sp.
sebagai sumber penghasil karaginan, Gracilaria sp. dan
Gelidium sp. sebagai sumber penghasil agar-agar dan
beberapa alga merah
dapat juga digunakan
sebagai obat.
Beberapa alga
merah dapat digunakan
sebagai obat antihipertensi yaitu Gracilaria lichenoides,
obat antivirus yaitu
Constan tinea simplex dan sebagai antimikroba
yaitu Farlowia mollis, Laurencia hybrida, Platysiphonia miniata (Winarno, 1990;
Attaway dan Zaborsky, 1993).
Alga
memiliki komponen senyawa
aktif diantaranya saponin, flavonoid,
triterpenoid/steroid (Lutfiyanti, dkk., 2012), glikosida (Antonisamy dan
Eahamban, 2012) dan
florotanin (Varier, dkk.,
2013). Kebanyakan senyawa aktif
yang terkandung dalam alga
menunjukkan aktivitas antibakteri (Varier, dkk., 2013). Beberapa jenis alga
dengan aktivitas antimikrobanya telah dilaporkan
oleh Chanda, dkk., (2010).
Alga yang
terdapat di perairan
Indonesia sangat beragam, diantaranya Euchema
cottonii, Euchema spinosum,
Gracillaria gigas, Gracillaria verrucosa,
Gelidium rigidum, Sargassum
polycystum dan Galaxaura oblongata. Berbagai jenis alga
ini tersebar luas di Indonesia, baik yang tumbuh secara alami maupun yang dibudidayakan
(Anggadiredja, dkk., 2010). Wilayah sebaran alga
yang tumbuh alami terdapat di
hampir seluruh perairan dangkal laut
Indonesia seperti jenis
alga Galaxaura oblongata
yang tumbuh alami di Desa
Halodan, Kecamatan Pulau
Banyak Barat, Kabupaten
Singkil, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Galaxaura oblongata
merupakan alga merah
penghasil karaginan (Trono
dan Fortes, 1988)
dan mengandung senyawa
steroid/triterpenoid (Lobban
dan Wynne, 1981).
Menurut Robinson (1991),
beberapa senyawa steroid/triterpenoid menunjukkan
aktivitas antibakteri. Selain
itu, alga juga mengandung senyawa
flavonoid yang memiliki
aktivitas antibakteri (Yunus, dkk., 2009).
Senyawa triterpenoid/steroid merupakan
senyawa aktif yang
memiliki fungsi sebagai
antimikroba karena senyawa ini memiliki
sifat toksik terhadap mikroba (Lutfiyanti,
dkk., 2012). Beberapa
hasil penelitian menunjukkan senyawa
terpenoid memiliki aktivitas
antimikroba diantaranya yaitu triterpenoid
saponin dan triterpenoid glikosida (Pranoto, dkk., 2012).
Berdasarkan uraian
di atas maka
penulis melakukan penelitian
untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan pengujian
aktivitas antibakteri dari ekstrak
n-heksana, ekstrak etilasetat, dan ekstrak etanol alga merah Galaxaura oblongata
terhadap bakteri Staphylococcus aureus
yang merupakan bakteri Gram
positif dan Pseudomonas
aeruginosa merupakan bakteri
Gram negatif dengan metode difusi agar menggunakan punch
hole.
1.2 Perumusan Masalah Perumusan masalah dari penelitian ini adalah: a.
apakah kandungan senyawa
kimia yang terdapat di
dalam alga merah Galaxaura
oblongata? b. apakah ekstrak
n-heksana, ekstrak etilasetat
dan ekstrak etanol
alga merah Galaxaura oblongata mempunyai aktivitas antibakteri? 1.3
Hipotesis a. Kandungan
senyawa kimia yang
terdapat di dalam
simplisia dan ekstrak
alga merah Galaxaura
oblongata adalah flavonoid
dan triterpenoid/steroid.
b. Ekstrak
alga Galaxaura oblongata
mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus
dan Pseudomonas aeruginosa.
1.4 Tujuan a.
Untuk mengetahui kandungan
senyawa kimia yang
terdapat dalam alga Galaxaura
oblongata.
b. Untuk
mengetahui aktivitas antibakteri
ekstrak n-heksana, ekstrak etilasetat
dan ekstrak etanol
alga Galaxaura oblongata
terhadap bakteri Staphylococcus
aureus dan Pseudomonas aeruginosa.
1.5 Manfaat Penelitian Manfaat
dari penelitian ini adalah sebagai
informasi tentang kandungan senyawa kimia dan efek antibakteri dari alga
merah (Galaxaura oblongata).
0 komentar:
Posting Komentar