Senin, 06 Januari 2014

Skripsi Agribisnis: Pengaruh Sistem Pengelolaan Usahatani Cabai Merah terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan









Sektor
pertanian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam
meningkatkan perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan sektor
pertanian adalah sumber mata pencaharian utama dari sebagian besar masyarakat
Indonesia. Sektor pertanian melalui komoditas yang dihasilkannya mempunyai
potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat petani di Indonesia.
Salah satu sektor pertanian yang menjadi pusat perhatian adalah sektor
hortikultura



Hortikultura
terbagi atas sub sektor seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman
biofarmaka. Beberapa produk hortikultura seperti sayuran, buah-buahan, dan
tanaman biofarmaka sangat berguna bagi kebutuhan tubuh seperti sumber vitamin,
mineral, penyegar, pemenuhan kebutuhan akan serat dan kesehatan lingkungan.
Oleh karena itu produk-produk hortikultura perlu ditingkatkan maupun
dikembangkan selain untuk memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat
juga karena berpotensi dalam meningkatkan penghasilan, salah satu diantaranya
adalah komoditas cabai.



Cabai
atau lombok (bahasa Jawa) adalah sayuran buah semusim yang termasuk dalam
anggota genus Capsicum yang banyak diperlukan oleh masyarakat sebagai
penyedap rasa masakan. Salah satu tanaman cabai yang banyak dibudidayakan di
Indonesia adalah tanaman cabai merah. Cabai merah (Capsicum
annum L.) merupakan komoditas sayuran yang
banyak digemari oleh masyarakat. Ciri dari jenis sayuran ini adalah rasanya
yang pedas dan aromanya yang khas, sehingga bagi orang-orang tertentu dapat
membangkitkan selera makan. Karena merupakan sayuran yang dikonsumsi setiap
saat, maka cabai akan terus dibutuhkan dengan jumlah yang semakin meningkat
seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian nasional.



Cabai merah mengandung berbagai macam senyawa yang berguna
bagi kesehatan manusia. Kandungan vitamin dalam cabaie merah adalah A dan C
serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan
bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Sun et al. (2000). melaporkan
cabai merah mengandung anti oksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari
radikal bebas. Radikal bebas yaitu suatu keadaan dimana suatu molekul
kehilangan atau kekurangan elektron, sehingga elektron tersebut menjadi tidak
stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari sel-sel tubuh lainnya. Cabai
merah juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan
sebagai zat anti kanker.



Pengembangan hortikultura termasuk di dalamnya adalah
komoditas cabai merah selama ini masih tertuju pada sisi penawaran (supply-side),
melalui pendekatan penumbuhan sentra-sentra produksi baru dan pemantapan sentra
yang telah ada. Penumbuhan sentra dilakukan melalui upaya ekstensifikasi dengan
mempertimbangkan kesesuaian lahan dan agroklimat, potensi pasar, dan potensi
sumberdaya manusia, sedangkan pemantapan sentra dilakukan melalui upaya
intensifikasi dengan menerapkan iptek serta pengembangan pemasaran dan
kelembagaan. Akan tetapi, sampai saat ini kebijakan yang bertumpu pada sisi penawaran
yang ada belum efektif dalam pencapaian tujuan akhir yang diharapkan, yakni
terjadinya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Petani cabai tetap
menanggung risiko usaha yang sangat tinggi, yang tercermin dari lebarnya
kesenjangan harga terendah dan tertinggi, yaitu antara Rp 2.000/kg pada saat
panen raya dan Rp 20.000/kg (sampai 10 kali lipatnya) pada saat paceklik.



Cabai merah memiliki luas panen yang paling tinggi diantara
jenis komoditi sayuran lainnya. Kendati luas panen cabai merah mengalami
penurunan dari tahun ke tahun sejak tahun 2007 sampai 2011 namun luas panennya
tetap berada di atas angka 100.000 ha setiap tahunnya. Komoditi ini merupakan
satu-satunya jenis sayuran yang luas areal panennya mampu menembus angka
100.000 ha dari tahun ke tahun dengan persentase 10 sampai 13 persen diantara
komoditi sayuran lainnya. Luas panen tahun 2011, seluas 121.063 hektar dengan
hasil produksi 1.003.085 ton (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2012).



Kebutuhan cabai perkapita Indonesia sangat fluktuatif dari
tahun ke tahun. Jumlah konsumsi cabai tersebut akan terus mengalami peningkatan
seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia setiap tahunnya. Jika
kebutuhan perkapita cabai merah Indonesia adalah 1,49 kg dengan jumlah penduduk
tahun 2008 sekitar 220 juta orang maka kebutuhan cabai merah Indonesia adalah
303.600.000 Kg per tahun (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2012).



Menurut Ashari (1995), kendala usahatani hortikultura di
beberapa negara berkembang, adalah rendahnya nilai pendapatan petani,
keterbatasan pengetahuan petani, keterbatasan lahan yang dimiliki petani, dan
posisi tawar pada pihak petani yang kurang kuat. Hal tersebut menyebabkan
rendahnya nilai keuntungan yang diperoleh petani.



Keterbatasan modal, pengetahuan, keterbatasan lahan serta
kurangnya keterampilan yang dimiliki petani maka petani harus jeli memilih
jenis tanaman sayuran sebagai usahatani. Menurut Hanani dkk (2003), pemilihan
jenis sayuran sebagai usahatani dan penentuan besarnya skala jenis usaha
merupakan salah satu tindakan pertama yang perlu dipertimbangkan. Jenis sayuran
yang dipilih untuk usahatani adalah usagatani sayuran yang memiliki nilai
ekonomi atau prospek (peluang) cukup besar dalam pemasaran dan tidak sulit
untuk dibudidayakan. Jenis sayuran tersebut biasanya banyak diminati. Kalaupun
peminatnya tidak banyak, harganya relatif tinggi dan dapat dijadikan sebagai
komoditas ekspor.



Usahatani cabai merah biasanya dilakukan dalam skala kecil.
Hal ini terjadi karena usahatani ini sangat tergantung terhadap harga jual yang
berfluktuasi setiap waktu, sehingga mempengaruhi hasil produksi usahatani serta
pendapatan petani. Oleh karena itu untuk pengelolaan cabai merah dari
penyemaian bibit hingga pasca panen memerlukan pengelolaan khusus oleh petani
mulai dari perencanaan tanam hingga pemasarannya ke konsumen agar diperoleh
produksi bermutu tinggi dan dengan harga dan keuntungan yang layak (Redaksi
Agromedia 2008).



Pengelolaan cabai merah secara khusus merupakan salah satu
kendala yang dihadapi petani dalam usahatani tersebut, oleh karena itu petani
harus jeli dalam mengelola usahatani cabai merah. Sistem pengelolaan sangat
mempengaruhi hasil produksi dan pendapatan dari petani. Berdasarkan uraian dan permasalahan
di atas maka penulis menganggap perlu dilakukan penelitian mengenai sistem
pengelolaan usahatani cabe merah dan pengaruhnya terhadap jumlah produksi dan
tingkat pendapatan.



Salah
satu penyebab hal ini terjadi karena data yang diperoleh hanya pada awal tahun
hingga akhir tahun, sehingga ada sebagian data penanaman cabai pada akhir tahun
2010 sementara data
panennya pada awal tahun 2011, maka data luas panen akan masuk data pada tahun
2009 dan luas panen akan masuk pada data pada tahun 2011.



Produksi cabai merah di Kecamatan Tiga Panah tercatat 15,2
ton/ha pada tahun 2011. Produksi cabai merah tersebut masih belum optimal.
Menurut Pracaya (2000), tanaman cabe merah jika dibudidayakan dengan intensif
bisa mencapai rentang 15 sampai 20 ton/ha. Salah satu penyebab belum optimalnya
produksi usahatani cabai bisa diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit pada
buah cabai, disamping faktor sistem pengelolaan yang kurang baik.



Kecamatan Tiga Panah memiliki produksi ton/hektar cabai merah
terbesar dari 17 kecamatan yang tecatat pada data statistik Kabupaten Karo,
sehingga Kecamatan Tiga Panah dipilih sebagai lokasi penelitian. Adapun
peneliti memilih Kecamatan Tiga Panah sebagai daerah penelitian, karena
kecamatan ini relatif tidak jauh dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Karo dan
memiliki informasi pasar serta kemudahan akses atas sarana produksi pertanian.



Berdasarkan alasan-alasan dan latar belakang di atas, penulis
merasa perlu untuk mengkaji lebih jauh tentang ” Pengaruh Sistem Pengelolaan
Usahatani Cabai Merah terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan”



1.2. Indentifikasi Masalah



1) Bagaimana luas lahan, frekuensi panen, jumlah produksi,
jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan tingkat
pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan biasa di daerah
penelitian ?



2) Bagaimana luas lahan, frekuensi panen, jumlah produksi,
jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan tingkat
pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan intensif di daerah
penelitian ?



3) Bagaimana pengaruh sistem pengelolaan usahatani cabai
merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan di daerah penelitian?



4) Bagaimana pengaruh sistem pengelolaan dan jumlah tenaga
kerja usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan di
daerah penelitian?




Berdasarkan indentifikasi masalah yang telah diuraikan
tersebut, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut:



1) Untuk mengidentifikasi luas lahan, frekuensi panen, jumlah
produksi, jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan
tingkat pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan biasa di
daerah penelitian.



2) Untuk mengidentifikasi luas lahan, frekuensi panen, jumlah
produksi, jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan
tingkat pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan intensif di
daerah penelitian.



3) Untuk mengetahui pengaruh sistem pengelolaan usahatani
cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan di daerah
penelitian.



4) Untuk mengetahui pengaruh sistem pengelolaan dan jumlah
tenaga kerja usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat
pendapatan di daerah penelitian.







Berdasarakan tujuan penelitian yang telah diuraikan tersebut,
maka kegunaan penelitian dirumuskan sebagai berikut:



1) Sebagai gambaran dan bahan informasi bagi pihak terkait
dalam mengambil kebijakan pengembangan usahatani cabai merah.



2) Sebagai bahan pertimbangan bagi petani dalam mengembangkan
usahatani cabai merah di daerah penelitian.



3) Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang berhubungan
dengan penelitian ini.






Download lengkap Versi Word













Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.