Selasa, 07 Januari 2014

Skripsi Agrikultur: Keanekaragaman Dan Kelimpahan Makrozoobentos











Ekosistem
perairan yang terdapat di daratan (inland water) dibagi atas dua jenis
yaitu perairan lentik yang disebut juga perairan tenang (misalnya danau, waduk,
rawa, dan telaga) dan perairan lotik yang disebut juga perairan berarus deras
(misalnya sungai, kanal, dan parit). Perbedaan utama antara perairan lotik dan
lentik adalah dalam kecepatan arus. Perairan lentik mempunyai kecepatan arus
yang lambat serta terjadi akumulasi massa air dalam periode waktu yang lama,
sementara perairan lotik umumnya mempunyai kecepatan arus yang tinggi, disertai
perpindahan massa air yang berlangsung dengan cepat (Barus, 2004).



Sungai
Naborsahan merupakan sungai di Kecamata Ajibata, Kabupaten Toba Samosir,
Sumatera Utara. Sungai ini memiliki debit sedang yaitu ± 2 m
3/s (Lukman,
2010). Bagian tengah dari sungai ini memiliki substrat dasar pasir sehingga
organisme yang mampu beradaptasi pada kondisi substrat pasir adalah organisme
infauna makro (berukuran 1-10 cm) yang mampu menggali liang di dalam pasir.
Jenis substrat dan jenis partikel merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh
terhadap distribusi hewan makrozoobentos karena masing-masing jenis
makrozoobentos mempunyai cara hidup yang berbeda yang disesuaikan dengan jenis
substrat dasar habitatnya (Riniatsih dan Kushartono, 2009).



Struktur
komunitas makrozoobenthos dipengaruhi berbagai faktor lingkungan biotik dan
abiotik. Faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan makrozoobenthos adalah
faktor fisika kimia lingkungan perairan, diantaranya penetrasi cahaya yang
berpengaruh terhadap suhu air, kandungan unsur kimia
seperti kandungan ion hidrogen (pH),
oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologi (BOD), dan kebutuhan oksigen
kimia (COD). Komposisi maupun kelimpahan makrozoobenthos bergantung pada
toleransi atau sensitifitasnya terhadap perubahan lingkungan. Setiap komunitas
memberikan respon terhadap perubahan kualitas habitat dengan cara penyesuaian
diri pada struktur komunitas. Dalam lingkungan yang relatif stabil, komposisi
dan kelimpahan makrozoobenthos relatif tetap (Nugroho, 2006).



Sejauh ini informasi mengenai keanekaragaman dan kelimpahan
makrozoobentos di sungai Naborsahan belum banyak dipelajari, oleh karena itu
perlu dilakukan penelitian tentang “Keanekaragaman dan kelimpahan
makrozoobentos di Sungai Naborsahan Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara”




Karakteristik habitat makrozoobentos dapat diketahui dari
keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos yang terdapat di sungai
Naborsahan. Parameter fisika dan kimia juga mempengaruhi keanekaragaman serta
kelimpahan makrozoobentos.








Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos di sungai Naborsahan, Kabupaten
Toba Samosir, Sumatera Utara dan mengetahui karakteristik habitat
makrozoobentos di sungai Naborsahan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.




Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi
tentang keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos di sungai Naborsahan,
Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara dan sebagai data dasar mengenai
karakteristik habitat makrozoobentos di sungai Naborsahan, Kabupaten Toba
Samosir, Sumatera Utara. 




Download lengkap Versi Word













Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.