| Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Rataan biaya produksi per 1000 Kg per tahun dari usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina dan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri secara berturut-turut adalah Rp. 8.563.342,28 dan Rp. 13.612.916,01. Sedangkan rataan penerimaan per 1000 Kg per tahun dari usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina dan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri secara berturut-turut adalah Rp. 13.456.666,67 dan Rp. 13.778.330,00. Untuk menghasilkan penerimaan yang hampir sama efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina lebih tinggi daripada usaha pengolahan coklat PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri, dimana PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina ini dapat menekan biaya produksi ke titik yang sangat rendah. 2. Rataan nilai R/C ratio per tahun dari usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina dan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri secara berturut-turut adalah 1,59 dan 1,01 yang berarti kemampuan menghasilkan laba PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina lebih besar daripada PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri, yaitu setiap Rp. 1.00 biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,57. 3. Rataan nilai ROI per tahun dari usaha usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina dan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri secara berturut-turut adalah 1.282.3 % dan 27,69 % yang berarti kemampuan mengembalikan modal tetinggi ada pada usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina dimana semua asset yang diinvestasikan untuk usaha pengolahan coklat ini sudah kembali hanya dalam satu tahun produksi. 4. Secara keseluruhan usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina lebih efisien dibandingkan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri, walaupun keduanya sama-sama layak untuk dilanjutkan bila dilihat dari R/C Raho dan ROI yang diperoleh kedua perusahaan ini. Hal tersebut dapat dilihat dari efisiensi tenaga kerja yang digunakan dan penggunaan bahan baku dari usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina yang lebih tinggi. 5. Pemilikan kebun coklat sendiri sebagai penyedia bahan baku sangat mempengaruhi total biaya produksi yang dikeluarkan oleh usaha pengolahan coklat dimana biaya bahan baku uang merupakan kompinen biaya produksi terbesar dalam proses pengolahan menjadi sangat rendah. 6. Kemampuan menyerap tenaga kerja terbanyak ada pada usaha pengolahan coklat PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri yaitu sebanyak 100 orang, akan tetapi produktivitas tenaga kerja yang diperoleh adalah sebesar 90.582..00 Kg/orang/tahun, yang berarti kurang efisiennya perusahaan ini dalam menggunakan tenaga kerja yang dimilikinya. 7. Nilai tambah terbesar dimiliki oleh usaha pengolahan coklat PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Adolina yaitu sebesar Rp. 5.074.127,04. 8. Masalah-masalah yang dihadapi oleh kedua usaha pengolahan coklat pada umumnya adalah menurunnya pengadaan bahan baku, penurunan mutu biji coklat dan terjadinya fluktuasi harga biji coklat basah dan harga biji coklat kering. 9. Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah- masalah tersebut diamaninya adalah melakukan proses fermentasi dan pengeringan sebaik mungkin, melakukan proses sortasi dengan sangat teliti dan melakukan hubungan kerjasama (kemitraan). |
Download lengkap Versi Word

0 komentar:
Posting Komentar