BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang 2-Feniletanol memiliki
berbagai aplikasi dalam
industri. 2-Feniletanol merupakan cairan tak berwarna dan memiliki
aroma bunga mawar. Karena sifat ini, 2-Feniletanol ini
sangat penting sebagai
senyawa pewangi dan
digunakan dalam parfum, deodoran, dan lain-lain. 2-Feniletanol
ini juga memiliki sifat anti bakteri dan anti
jamur sehingga digunakan
dalam pembuatan krim
antiseptik dan deodoran.
2 -Feniletanol ini juga berperan penting dalam formulasi kosmetik
seperti shampo dan pewarna rambut
untuk meningkatkan kualitas
tekstur dan kualitas
dari rambut. 2-Feniletanol juga berperan dalam industri
kimia seperti stirena, fenil etil ester, fenil asetaldehid, fenil asam asetat, asam benzoat,
bis-fenil eter, dan lain-lain. Karena 2-Feniletanol mempunyai
sebuah cincin aromatik,
2-fenil etanol dapat
dinitrasi, sulfonasi, ataupun
diklorinasi untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia yang lain.
2-Feniletanol
paling banyak diterapkan
pada industri parfum
dan sabun karena
memiliki beberapa keunggulan
tersendiri, terutama karena
2-Feniletanol memiliki aroma
bunga mawar dan
stabilitas terhadap alkali
membuatnya sangat cocok
untuk parfum dan
sabun. Selain itu,
2-Feniletanol dalam jumlah
kecil digunakan untuk produksi
komposisi rasa untuk makanan digunakan sebagai dalam minuman ringan, permen dan cookies.
Indonesia sebagai
negara berkembang pada
industrinya, terutama dalam banyaknya
pabrik sabun dan parfum. Pabrik ini membutuhkan bahan pewangi seperti 2-Feniletanol.
Sementara untuk memenuhi
kebutuhan 2-Feniletanol ini,
Indonesia masih mengandalkan
impor. Hal demikian ditunjukkan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Data Impor
2-Feniletanol Indonesia Tahun 2009- Tahun
Kebutuhan (ton) 2009 485, 2010 505, 2011
354, (Badan Pusat Statistik,
2009, 2010, 2011) Dari Tabel 1.1 di atas
dapat dilihat bahwa impor
2-Feniletanol cukup fluktuatif
tiap tahunnya dan pada 3 tahun terakhir
rata-rata Indonesia mengimpor sekitar 450 ton.
Salah
satu alternatif yang
dapat dilaksanakan adalah
dengan menambah jumlah pabrik 2-Feniletanol di dalam negeri.
Salah satu cara untuk memproduksi 2-feniletanol
dengan hidrogenasi stirena
oksida sehingga diharapkan
akan memenuhi kebutuhan dalam negeri.
1.2 Perumusan Masalah Mengingat
kebutuhan dalam negeri
Indonesia akan 2-Feniletanol yang
cukup tinggi dan
tidak didukung dengan
jumlah industri domestik
yang memproduksi 2-Feniletanol sehingga
untuk mencukupi kebutuhan
2-Feniletanol domestik dilakukan dengan
cara mengimpornya. . Hal
ini mendorong
untuk dibuatnya suatu pra
rancangan pabrik pembuatan
2-Feniletanol dengan proses
hidrogenasi stirena oksida. .
1.3 Tujuan Perancangan Secara
umum, tujuan pra
rancangan pabrik pembuatan
2-Feniletanol dengan proses hidrogenasi stirena oksida ini adalah
menerapkan disiplin ilmu teknik kimia khsnya
di bidang perancangan, proses, dan operasi teknik kimia sehingga dapat memberikan
gambaran kelayakan pra
rancangan pabrik pembuatan
2-Feniletanol dengan proses
hidrogenasi stirena oksida.
Tujuan lainnya
adalah untuk mengetahui
apakah rancanagan ini
layak atau tidak untuk dibuat dalam skala industri.
1.4 Manfaat Perancangan Manfaat
pra rancangan pabrik
pembuatan 2-Feniletanol dengan
proses hidrogenasi stirena
oksida adalah memberikan
gambaran kelayakan dari
segi rancangan dan ekonomi pabrik
sehingga akan mendukung pertumbuhan industri 2-Feniletanol Indonesia.
Hal ini, diharapkan
akan dapat memenuhi
kebutuhan 2-Feniletanol domestik.
0 komentar:
Posting Komentar